Anggaran Dipangkas, Proyek Infrastruktur Baru 2025 Ditunda

- Jurnalis

Senin, 10 Februari 2025 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/YU]

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/YU]

1TULAH.COM-Kabar mengejutkan datang dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Akibat pemangkasan anggaran yang signifikan, pemerintah terpaksa menunda seluruh proyek infrastruktur baru di tahun 2025.

Wakil Menteri PU, Diana Kusmastuti, mengonfirmasi bahwa semua proyek baru, baik yang bersifat satu tahun maupun multi-tahunan, akan ditangguhkan. Penundaan ini merupakan imbas dari pemangkasan anggaran besar-besaran yang dialami oleh Kementerian PU.

Baca Juga :  Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Diana Kusmastuti menjelaskan bahwa anggaran yang ada saat ini akan difokuskan untuk menyelesaikan proyek infrastruktur yang sedang berjalan. Pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa proyek-proyek yang sudah dimulai dapat diselesaikan dengan baik.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, juga mengakui bahwa kementeriannya terdampak pemangkasan anggaran tahun 2025. Anggaran Kementerian PU dipotong sebesar Rp81,38 triliun.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Pemangkasan anggaran ini berdampak besar pada kemampuan Kementerian PU untuk melaksanakan proyek-proyek baru. Dari pagu awal Rp110,95 triliun, anggaran Kementerian PU menyusut menjadi hanya Rp29,57 triliun.

Penundaan proyek infrastruktur baru ini tentu memiliki implikasi yang luas. Pembangunan infrastruktur yang melambat dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan juga ketersediaan lapangan kerja. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Berita Terbaru