Viral! Rekaman Suara Kritik Pedas untuk Kapolri: “Anggota Anda Biadab di Kalimantan Timur!”

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Video viral berisi suara mirip SBY berkomentar pedas ke Kapolri. (tangkapan layar/Instagram)

Video viral berisi suara mirip SBY berkomentar pedas ke Kapolri. (tangkapan layar/Instagram)

1TULAH.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Aminullah Siagian menanggapi soal video yang berisi rekaman suara mirip Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang belakangan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, suara diduga mirip SBY berkomentar tendensius terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, buntut dugaan penggusuran lahan bekas transmigrasi di Kalimantan Timur. Video itu diketahui diunggah oleh akun Instagram @pecintapdip2024dananekabrita, beberapa waktu lalu.

Dalam video itu, terdengar suara mirip SBY yang mengatakan penggusuran lahan tersebut dilakukan oleh PT BDA yang mendapat pengawalan dari anggota Brimob.

“Kepada Kapolri yang tidak saya hormati dan mungkin masih banyak lagi orang-orang sama dengan saya tidak menghormati Anda. Saya kehabisan kata-kata, karena hari ini tanggal 17 Januari 2025 ini, saya saksikan sendiri betapa biadabnya anggota Anda di wilayah Kalimantan Timur. Menggusur lahan kebun yang bibitnya itu dari dinas perkebunan dibantu pemerintah, namun diakui oleh PT BDA yang dikawal ada anggota brimob,” demikian salah satu isi dari rekaman suara itu.

Baca Juga :  Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Menanggapi video tersebut, Aminullah menganggap jika rekaman suara yang beredar itu mengandung ujaran kebencian dan tidak mencerminkan karakter serta cara berbicara mantan Presiden SBY.

Kami menilai, tidak mungkin suara dalam video itu milik SBY, karena cara berbicara dan narasi yang disampaikan sangat tidak sesuai dengan sikap beliau,” kata Aminullah lewat keterangan tertulis dikutip pada Jumat (7/2/2025).

Baca Juga :  Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Sebabnya, Aminullah mendesak agar pihak kepolisian melakukan investigasi terhadap pembuat video ini. Penyebar video, lanjut Aminullah juga perlu diperiksa.

“Jika dibiarkan, video ini dapat memicu konflik antar tokoh dan merugikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” ucapnya Aminullah.

Aminullah meyakini jika Polri mampu menguak dalang di balik beredarnya video berisi rekaman suara itu. Jika perlu, segera tangkap pihak-pihak yang bisa menimbulkan perpecahan.

“Penyebar video hoaks yang viral agar bisa diungkap ke publik karena merugikan citra Polri,” ujarnya. (Sumber:Suara.com)

 

 

 

Berita Terkait

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan
Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan
Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima
KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB
Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Dugaan Korupsi Dana Bencana di BNPB, KPK Amankan 14 Orang Beserta Uang dan Emas Batangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Kemenkeu Siapkan Skema Baru, Mulai 2027 Dana Pensiun dan Bansos Langsung Cair ke Rekening Penerima

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

KPK Atur Ulang Jadwal Pemeriksaan Nia Kania dalam Kasus Bank BJB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Karhutla Meluas, DPR Dorong Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Rahmanto: FSQ Jadi Sarana Syiar Islam dan Pelestarian Seni Islami

Berita Terbaru