Israel Serbu Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Ratusan Pasien Terpaksa Dievakuasi

- Jurnalis

Rabu, 25 Desember 2024 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Palestina yang terluka dan dievakuasi dari Rumah Sakit Indonesia menerima perawatan di Rumah Sakit Al-Nasser di Kota Khan Yunis, Selatan Palestina, Senin (21/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Warga Palestina yang terluka dan dievakuasi dari Rumah Sakit Indonesia menerima perawatan di Rumah Sakit Al-Nasser di Kota Khan Yunis, Selatan Palestina, Senin (21/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Serangan brutal Israel kembali terjadi, kali ini menargetkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Ratusan pasien terpaksa dievakuasi dari fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tempat perlindungan. Tindakan ini memicu kecaman internasional dan menyoroti krisis kemanusiaan yang semakin parah di Gaza.

Dalam sebuah tindakan yang mengejutkan dunia, pasukan Israel melancarkan serangan ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza, memaksa ratusan pasien untuk dievakuasi dari fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi tempat mereka mencari perlindungan. Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan Israel menyerbu rumah sakit pada [tanggal] dan memerintahkan seluruh staf medis dan pasien untuk segera meninggalkan bangunan. Pasien, termasuk anak-anak, lansia, dan orang sakit parah, terpaksa berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh untuk mencapai tempat yang lebih aman.

Baca Juga :  KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Munir Al-Bursh, Direktur Kementerian Kesehatan Gaza, mengecam keras tindakan Israel tersebut. “Ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia. Rumah sakit adalah tempat suci, dan pasien harus dilindungi,” tegasnya.

Israel membenarkan serangan tersebut dengan alasan bahwa rumah sakit digunakan oleh kelompok Hamas sebagai tempat persembunyian dan pusat komando. Namun, tuduhan ini dibantah oleh pihak Palestina dan organisasi kemanusiaan internasional. Mereka berpendapat bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan kejahatan perang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut mengecam serangan tersebut dan menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. WHO juga mengungkapkan kekhawatiran atas dampak serangan ini terhadap akses warga Gaza terhadap layanan kesehatan.

Baca Juga :  Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Dampak Serangan:

  • Krisis kemanusiaan semakin parah: Serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia semakin memperparah krisis kemanusiaan di Gaza. Ribuan warga Gaza telah kehilangan tempat tinggal, akses air bersih, dan listrik.
  • Kerusakan infrastruktur: Selain Rumah Sakit Indonesia, sejumlah fasilitas kesehatan lainnya di Gaza juga mengalami kerusakan akibat serangan Israel.
  • Trauma psikologis: Serangan ini menyebabkan trauma psikologis yang mendalam bagi pasien, keluarga mereka, dan staf medis.

Komunitas internasional mendesak Israel untuk menghentikan serangannya dan memberikan akses kemanusiaan yang tidak terbatas ke Gaza. Selain itu, mereka juga menyerukan penyelidikan independen terhadap dugaan pelanggaran hukum humanitar internasional yang dilakukan oleh Israel. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB