Polisi Gadungan Merampok, Dua Perempuan jadi Korban

- Jurnalis

Kamis, 22 Desember 2022 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pistol (Pexels/Tima Miroshnichenko)

Ilustrasi Pistol (Pexels/Tima Miroshnichenko)

1TULAH.COM – Dua polisi gadungan berinisial B dan R nekat dan merampok dan memeras dua orang wanita di Medan, Sumatera Utara.

Kedua korban Y (23) dan N (21) pun harus rela kehilangan harta benda senilai Rp 35 juta.Dalam aksinya pelaku berinisial B dan R membawa senjata jenis airsoft gun.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa membenarkan kejadian.

Kasat mengatakan, insiden yang menimpa korban bermula dari pertemuan di salah satu tempat hiburan malam.

Baca Juga :  Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

“Korban dan pelaku ini awalnya bertemu di lokasi hiburan malam,” kata Fathir dikonfirmasi SuaraSumut.id, Rabu (21/12/2022).

Korban bersama pelaku kemudian pergi jalan-jalan naik mobil milik korban. Namun di tengah perjalanan salah seorang pelaku mengeluarkan airsoft gun dan menodongkan ke arah korban.

“Kedua pelaku mengaku anggota polisi dan menuduh korban melakukan tindak pidana,” ungkapnya.

Mantan Kapolsek Medan Baru ini menjelaskan, pelaku lalu mengancam jika korban tidak menyerahkan barang berharganya maka akan dibawa ke kantor polisi.

Baca Juga :  Diisukan Gantikan Gibran di Tengah Sidang MK, Begini Respons Puan Maharani

“Korban yang ketakutan lalu menyerahkan uang dan perhiasan emas senilai Rp 35 juta,” cetusnya.

Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Polrestabes Medan. Polisi kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan dan menangkap polisi gadungan itu.

“Terhadap kedua pelaku sudah kita amankan dan ditahan,” jelasnya.

(sumber : suara.com)

 

Berita Terkait

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah
Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya
Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:46 WIB

Persiapan Pemilu 2029: Komisi II DPR Bentuk Panja RUU Pemilu dan Adminduk, Buka Ruang Masukan Masyarakat

Berita Terbaru