Pemalsu Dokumen PCR Akhirnya Resmi Ditetapkan Tersangka

- Jurnalis

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, PALANGKA RAYA- Seorang perempuan berinisial SM (20) setelah dilakukan pemeriksaan penyidik dari Kepolisian Satreskrim Polresta Palangka Raya. kini, berstatus sebagai tersangka karena melakukan pemalsuan dokumen hasil Swab PCR pada, Kamis (12/8/2021) Sore.

Wanita berambut pirang asal Surabaya yang tinggal di Sampit Kotawaringin Timur saat itu bersama suami berinisial TTW (59) yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang kerja di salah satu perusahaan kelapa sawit di Kota Sampit ini akan melakukan penerbangan dari Bandara Tjilik Riwut menuju Jakarta.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa melalui Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung Gultom mengatakan bahwa wanita tersebut diamankan karena telah melakukan pemalsuan dokumen hasil PCR sebelum melakukan penerbangan dengan hasil positif menjadi negatif.

Baca Juga :  Pj Bupati Barut bersama Forkopimda Shalat Idul Adha 1445H di Masjid Islamic Center

“Mereka diamankan petugas KKP Bandara Tjilik Riwut yang curiga dengan dokumen PCR milik perempuan tersebut yang diketahui palsu,”Kata Kompol Todoan Agung Gultom, Sabtu (14/8/2021) Siang.

Dijelaskannya Todoan, Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polresta Palangka Raya kini wanita tersebut telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Hasil pemeriksaan sebelumnya bahwa wanita tersebut positif namun dirubahnya menjadi negatif dengan tujuan untuk penerbangan.

Baca Juga :  Usai Viral, Om Bule Buka Suara Terkait Plesetan IKN: Khalayan dan Parodi

“Dokumen PCR tersebut dipalsukan dengan cara scan ulang menggunakan salah satu aplikasi di handphone dari hasil positif menjadi negatif,”ungkapnya.

Hal tersebut diketahui ketika petugas bandara melakukan pemeriksaan kepada kedua calon penumpang. Saat dilakukan pemeriksaan dokumen PCR milik wanita tersebut hasilnya positif dan milik suaminya negatif.

“Untuk suaminya saat ini masih dijadikan sebagai saksi dan kasus ini masih terus didalami dan terhadap tersangka kita kenakan Pasal 268 Ayat 1 dan Ayat 2. Menggunakan dokumen palsu untuk kepentingan pribadi dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun,”tegas Todoan.(Bima)

Berita Terkait

Polisi Masih Selidiki Motif Mantan Kades Mabuan Tewas Gantung Diri
Waspadai Potensi Tindak Kejahatan di Malam Hari, Legislator Kalteng Sarankan Ini ke Pemda
Berembus Kabar Sejumlah Pj Kepala Daerah Hendak Ikutan Pilkada, Mendagri Tito: Bawaslu Tolong Diawasi!
Hermon Ajak ASN Tingkatkan Kinerja
Ditemukan Gantung Diri di Dalam Rumahnya, Kondisi Jasad Mantan Kades Desa Mabuan Memprihatinkan
Dorong Ekonomi Daerah, Legislator Kalteng: Gandeng Stakeholder untuk Mengembangkan Sektor Strategis
Draf RUU Penyiaran Ancam Kebebasan Berekspresi Sineas, Nia Dinata: “Mimpi Buruk Baru!”
Pemuda Disabilitas di Barsel Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan, Apa Dugaan Penyebabnya?

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 06:52 WIB

Polisi Masih Selidiki Motif Mantan Kades Mabuan Tewas Gantung Diri

Rabu, 19 Juni 2024 - 17:18 WIB

Waspadai Potensi Tindak Kejahatan di Malam Hari, Legislator Kalteng Sarankan Ini ke Pemda

Rabu, 19 Juni 2024 - 15:07 WIB

Berembus Kabar Sejumlah Pj Kepala Daerah Hendak Ikutan Pilkada, Mendagri Tito: Bawaslu Tolong Diawasi!

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:24 WIB

Hermon Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

Rabu, 19 Juni 2024 - 06:44 WIB

Ditemukan Gantung Diri di Dalam Rumahnya, Kondisi Jasad Mantan Kades Desa Mabuan Memprihatinkan

Selasa, 18 Juni 2024 - 17:05 WIB

Dorong Ekonomi Daerah, Legislator Kalteng: Gandeng Stakeholder untuk Mengembangkan Sektor Strategis

Selasa, 18 Juni 2024 - 16:53 WIB

Draf RUU Penyiaran Ancam Kebebasan Berekspresi Sineas, Nia Dinata: “Mimpi Buruk Baru!”

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:40 WIB

Pemuda Disabilitas di Barsel Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan, Apa Dugaan Penyebabnya?

Berita Terbaru