Dewan Minta Disperindagkop dan UMKM Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran

- Jurnalis

Senin, 3 Mei 2021 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, BUNTOK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Barsel agar bisa mengantisipasi lonjakan harga barang di pasaran menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 H Tahun 2021.

Hal ini dikatakan Anggota DPRD Barsel, Rusinah Andelen saat dijumpai beberapa hari lalu, Senin (3/5/2021).

“Kita meminta kepada intansi terkait agar bisa melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke pasar-pasar dan toko-toko yang ada di sekitar kota Buntok,” ucapnya.

Lanjutnya, kerena biasanya beberapa kebutuhan pokok seperti telor, daging sapi, dan bahan-bahan pokok lainnya mengalami kenaikan harga yang tinggi sekali menjelang lebaran. Maka dari itu Dinas terkait harus bisa mengantisipasi apabila terjadi lonjakan harga yang terjadi.

Baca Juga :  Megawati Sebut Anak Muda Warisi Bumi yang Rusak Akibat Keserakahan Generasi Sebelumnya

“Kalau sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan dan kelangkaan, tentunya akan mempersulit masyarakat untuk mendapatkan barang yang mereka cari, apalagi di dalam masa pendemi virus covid-19 saat ini,” ujar Rusinah sapaan akrabnya.

Masih dikatakan Polotisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini, kerena kalau intansi terkait melakukan Sidak itu akan mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga di masa pendemi covid yang sedang terjadi.

“Oleh kerena itu hendaknya Dinas terkait sesegera mungkin melakukan Sidak ke lapangan, agar harga kebutuhan pokok tidak terjadi kenaikan, kalaupun mengalami kenaikan itu tidak secara signifikan,” katanya.

Rusinah juga menambahkan, selaian harga telor dan daging sapi, ketersedian tabung gas 3 Kg juga harus perlu diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, sebab dalam beberapa hari terakhir ini gas yang sering disebut gas melon ini juga mengalami kelangkaan dan harganyapun sudah melambung tinggi diperjual belikan oleh oknum yang ingin mendapatkan keuntungan besar.

Baca Juga :  Heboh di Netflix! Film "Sore: Istri dari Masa Depan" Puncaki Daftar Tayangan Terpopuler Indonesia

“Kerena harga gas 3 Kg ini di kalangan eceran sudah memcapai Rp. 35 Ribu hingga RP. 45 Ribu, hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemda setempat dalam hal ini Disperindagkop dan UMKM Barsel, agar jangan sampai langka dan harganyapun jangan sampai setinggi itu, ini akan mempersulit masyarakat apalagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tutup Rusinah. (Ali)

Berita Terkait

Ditemukan Serpihan di Puncak Bulusaraung, Benarkah Milik Pesawat ATR 42-500 yang Hilang?
KPK Duga Mantan Sekjen Kemenaker Terima Dana Miliaran dari Pemerasan RPTKA
KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU
Heboh Video Gibran Dikasih Kopi Biar Gak Ngantuk, Sindir Balik Materi Stand Up Pandji?
Sentimen Positif China Dongkrak Harga Batu Bara Global, Bursa Newcastle dan Rotterdam Hijau
Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir
Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya
Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia vs Data Kemiskinan Bank Dunia 2025: Sebuah Kontradiksi Nyata?

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:25 WIB

Ditemukan Serpihan di Puncak Bulusaraung, Benarkah Milik Pesawat ATR 42-500 yang Hilang?

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:03 WIB

KPK Duga Mantan Sekjen Kemenaker Terima Dana Miliaran dari Pemerasan RPTKA

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:01 WIB

KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:39 WIB

Heboh Video Gibran Dikasih Kopi Biar Gak Ngantuk, Sindir Balik Materi Stand Up Pandji?

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:37 WIB

Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:48 WIB

Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:06 WIB

Klaim Indonesia Negara Paling Bahagia vs Data Kemiskinan Bank Dunia 2025: Sebuah Kontradiksi Nyata?

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:11 WIB

Waspada! YLBHI Ungkap Dampak Buruk RUU Propaganda Asing Bagi Jurnalis & LSM

Berita Terbaru

Ilustrasi Gedung KPK.

Berita

KPK Duga Sejumlah Dana Haji Mengalir ke Pengurus PBNU

Sabtu, 17 Jan 2026 - 19:01 WIB