1TULAH.COM-Nama Patrick Kluivert tak asing lagi di telinga para pecinta sepak bola dunia. Eks striker Barcelona dan Ajax Amsterdam ini dikenal sebagai salah satu penyerang paling tajam pada masanya. Namun, bagaimana kiprahnya saat beralih ke dunia kepelatihan?
Belakangan ini, nama Kluivert kembali mencuat di Indonesia. Ia digadang-gadang sebagai calon pengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Namun, benarkah Kluivert adalah sosok yang tepat untuk memimpin skuad Garuda? Mari kita telaah lebih dalam rekam jejak kepelatihannya.
Karier Pelatih yang Kurang Memuaskan
Meski memiliki karier gemilang sebagai pemain, perjalanan Kluivert sebagai pelatih terbilang kurang mulus. Sejak pensiun, ia telah menjajal beberapa posisi kepelatihan, di antaranya:
- Asisten Pelatih Kamerun (2018): Kluivert mengawali karier kepelatihannya sebagai asisten pelatih timnas Kamerun.
- Manajer Akademi Barcelona (2019): Ia kemudian kembali ke Barcelona untuk menjabat sebagai manajer akademi.
- Pelatih Curacao (2021): Pada Mei 2021, Kluivert ditunjuk sebagai pelatih kepala Curacao. Namun, ia hanya bertahan selama beberapa bulan.
- Pelatih Adana Demirspor (2023): Kluivert sempat menukangi klub Turki, Adana Demirspor, namun juga tak bertahan lama.
Prestasi yang Kurang Memuaskan
Selama berkarier sebagai pelatih, Kluivert belum mampu menunjukkan prestasi yang signifikan. Rata-rata kemenangannya terbilang rendah, dan ia seringkali diganti sebelum menyelesaikan kontraknya. Selain itu, ia juga sempat dikaitkan dengan masalah finansial terkait utang judi sebesar 1 juta euro.
Tantangan Menjadi Pelatih
Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab kurang memuaskannya karier kepelatihan Kluivert:
- Kurangnya Pengalaman: Dibandingkan dengan pelatih lain yang memiliki pengalaman lebih panjang, Kluivert mungkin masih perlu waktu untuk mengembangkan kemampuan kepelatihannya.
- Tekanan Ekspektasi: Sebagai mantan pemain bintang, Kluivert tentu saja memiliki beban ekspektasi yang tinggi. Hal ini dapat membuatnya merasa tertekan dan kesulitan dalam mengambil keputusan.
- Perbedaan Kultur Sepak Bola: Setiap negara memiliki kultur sepak bola yang berbeda. Kluivert mungkin kesulitan beradaptasi dengan kultur sepak bola di negara-negara yang ia latih.
Melihat rekam jejak kepelatihannya, Patrick Kluivert mungkin bukan sosok yang paling tepat untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia. Meskipun memiliki nama besar sebagai pemain, prestasi kepelatihannya belum cukup meyakinkan. PSSI perlu mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. (Sumber:Suara.com)


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)







![Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny berebut bola dengan pemain Timnas China dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2025/06/LAWAN-TIMNAS-225x129.jpg)





![Ilustrasi Rupiah keok di hadapan dolar. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/rupiah-pekan-depan-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


