1TULAH.COM – Sebuah badan amal di Selandia Baru, Auckland City Mission, menyampaikan permintaan maaf setelah secara tidak sengaja mendistribusikan permen rasa nanas yang ternyata mengandung metamfetamin (sabu).
Menurut laporan dari Reuters, insiden ini terjadi setelah beberapa penerima paket amal mengeluh tentang rasa permen yang tidak enak, dan tiga orang, termasuk seorang anak, memerlukan perawatan medis meskipun tidak ada yang dirawat di rumah sakit.
Permen tersebut, yang disumbangkan oleh masyarakat, kemudian diuji oleh New Zealand Drug Foundation dan ditemukan mengandung 3 gram metamfetamin, jumlah yang sangat berbahaya.
Direktur Eksekutif Yayasan, Sarah Helm, menyebut bahwa satu permen bisa mengandung hingga 300 dosis obat terlarang tersebut.
Polisi Auckland menyatakan bahwa mereka tidak menemukan indikasi kesalahan dari pihak badan amal dan menduga bahwa permen ini mungkin merupakan produk sampingan dari operasi penyelundupan narkoba internasional.
Otoritas saat ini sedang menyelidiki bagaimana permen berbahaya tersebut bisa masuk ke negara tersebut dan meminta agar semua permen yang terkontaminasi segera diserahkan kepada pihak berwenang.
Penulis : Laili R

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)




















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



