Musim Kemarau Tahun Ini Datang Terlambat, Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Terjadi Banjir

- Jurnalis

Sabtu, 16 Maret 2024 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria berjalan di dekat lahan kering yang sebelumnya terendam di Waduk Jatigede saat musim kemarau di Sumedang, Jawa Barat, 15 September 2018. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Seorang pria berjalan di dekat lahan kering yang sebelumnya terendam di Waduk Jatigede saat musim kemarau di Sumedang, Jawa Barat, 15 September 2018. (REUTERS/Willy Kurniawan)

1TULAH.COM-Musim kemarau di wilayah Indonesia biasanya sudah mulai tiba sekira penghujung bulan April, namun pada tahun ini, diprediksi akan datang terlambat hingga akhir Mei hingga Juni.

Dengan kondisi ini sejumlah wilayah masih tetap berpotensi terjadinya hujan lebat. Hal ini menjadikan bahaya banjir masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan menghadapi musim kemarau pada tahun 2024. Awal musim kemarau diprediksi umumnya mundur dibandingkan dengan kondisi normalnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau di Indonesia akan terjadi seiring aktifnya monsun (pergantian arah angin) Australia pada April 2024 yang akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan Pulau Jawa. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan musim kemarau diprediksi akan mendominasi hampir seluruh wilayah Indonesia pada periode Mei-Agustus 2024.

“Dari total 699 zona musim (zom) yang ada di Indonesia. Sebanyak 90 zom atau 13 persen diprediksi akan memasuki musim kemarau pada April 2024 yaitu di sebagian Bali, NTB, NTT, pesisir utara dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan bagian pesisir Jawa Timur,” kata Dwikorita dalam konferensi pers, Jumat (15/3/2024).

Dwikorita menjelaskan sebanyak 133 zom atau 19 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Mei 2024 yang meliputi wilayah Jakarta, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, sebagian kecil Maluku, Papua, dan Papua Selatan.

Sementara itu, sebanyak 167 zom atau 24 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Juni 2024 yang meliputi sebagian besar Pulau Sumatra, Banten, sebagian besar Jawa Barat, sebagian Kalimantan Barat, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, Maluku bagian Kepulauan Aru, dan Tanimbar.

Baca Juga :  Resmi! Presiden Prabowo Lantik Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Ketenagakerjaan dan Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional

“Sedangkan sejumlah 113 zom atau 16 persen lainnya merupakan daerah yang memiliki musim hujan atau kemarau sepanjang tahun. Jadi keduanya (musim hujan dan kemarau) sepanjang tahun,” jelas Dwikorita.

Menurut Dwikorita, jika dibandingkan dengan rerata klimatologi dalam periode 30 tahun terakhir yaitu 1991-2020. maka awal musim kemarau 2024 di Indonesia diprediksi akan mundur sebanyak 40 persen dari zom.

Adapun wilayah yang musim kemaraunya diprediksi mundur yaitu sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur. Lalu, sebagian besar Kalimantan, sebagian Bali, NTB, dan sebagian NTT, disusul kemudian, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Tengah, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, dan sebagian Maluku.

“Wilayah-wilayah tersebut awal musim kemaraunya diprediksi mundur dibandingkan rerata klimatologinya,” ungkap Dwikorita.

Selanjutnya, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia atau sebanyak 317 zona musim akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2024.

Wilayah sebagian Sumatra Selatan, Jawa Timur, sebagian besar Pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Pulau Sulawesi, Maluku, dan sebagian Pulau Papua diprediksi akan menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus 2024.

Indonesia juga harus mewaspadai adanya wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

Setidaknya ada 61 zom yang diprediksi mengalami kemarau di bawah normal terjadi di sebagian kecil Aceh, sebagian kecil Sumatra Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Jawa Timur, dan sebagian Kalimantan Barat.

“Kemudian, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian NTT, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua Tengah, dan sebagian Papua Selatan,” ujar Dwikorita.

“Namun terdapat beberapa wilayah yang mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2024 yaitu sebanyak 217 zom yaitu 31,2 persen. Puncak kemarau pada September 2024 terjadi di 68 zom atau 9,7 persen,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Heriyus Lounching Operasional SPPG Kemala Presisi Polres Murung Raya

BMKG juga menyimpulkan awal musim kemarau umumnya diprediksi mundur dibandingkan dengan kondisi normalnya. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli dan Agustus 2024.

Dalam menghadapi musim kemarau 2024, BMKG mengimbau kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk lebih siap serta antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang mengalami sifat musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

Wilayah-wilayah tersebut diprediksi dapat mengalami peningkatan risiko bencana kekeringan meteorologis, karhutla, dan kekurangan sumber air.

Sementara itu, dosen program studi meteorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Joko Wiratmo, mengatakan 61 zom yang diprediksi mengalami kemarau di bawah normal karena dipengaruhi oleh Dipol Samudra Hindia atau Indian Ocean Dipole (IOD).

“Ada kemungkinan IOD akan naik sedikit, tapi secara keseluruhan itu netral. Ada pengurangan curah hujan, misalnya di Aceh, Riau, dan lainnya karena memang di sana pola ekuatorial, sementara hampir banyak di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh monsun. Pola di mana monsun itu pada Juni dan Juli rendah curah hujannya,” katanya kepada VOA.

Joko menilai kecil kemungkinan akan terjadi karhutla dan kekurangan sumber air di 61 zom tersebut. Kendati demikian, potensi terjadinya karhutla dan kekeringan sumber air berpeluang terjadi di wilayah tertentu.

“Menurut saya tidak akan sampai mengarah ke sana (karhutla dan kekeringan sumber air) karena ini kondisinya kemarau seperti biasa. Tapi kalau misalnya di wilayah tertentu mungkin pengurangannya banyak bisa saja. Kalau kurun waktunya agak lama lebih dari tiga minggu bisa jadi kering dan ada peluang. Tapi saya pikir kecil kemungkinan,” pungkas Joko. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Diisukan Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Chatib Basri Angkat Bicara
Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi…
Skema Baru Dana Revitalisasi Sekolah Transfer Langsung, DPRD Kalteng: Jangan Paksakan Swakelola Jika Tak Mampu!
Komitmen Pelestarian Lingkungan, PT IMK Tanam Ratusan Pohon
Malam 1 Suro 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Makna, dan Ragam Tradisi Sakralnya
Mengupas Buku ‘Presiden Solusi’: Rekam Jejak 108 Kebijakan Nyata 18 Bulan Pemerintahan Prabowo Subianto
Operasi Patuh Jaya Ditunda, Polda Metro Jaya Tetap Lakukan Penindakan
Gubernur DKI Pastikan “Pulau Sampah” di Muara Angke Sudah Dibersihkan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:53 WIB

Diisukan Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Chatib Basri Angkat Bicara

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:18 WIB

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi…

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:54 WIB

Skema Baru Dana Revitalisasi Sekolah Transfer Langsung, DPRD Kalteng: Jangan Paksakan Swakelola Jika Tak Mampu!

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:11 WIB

Komitmen Pelestarian Lingkungan, PT IMK Tanam Ratusan Pohon

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:22 WIB

Malam 1 Suro 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Makna, dan Ragam Tradisi Sakralnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:47 WIB

Mengupas Buku ‘Presiden Solusi’: Rekam Jejak 108 Kebijakan Nyata 18 Bulan Pemerintahan Prabowo Subianto

Senin, 8 Juni 2026 - 21:40 WIB

Operasi Patuh Jaya Ditunda, Polda Metro Jaya Tetap Lakukan Penindakan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:38 WIB

Gubernur DKI Pastikan “Pulau Sampah” di Muara Angke Sudah Dibersihkan

Berita Terbaru

Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Barito Utara

Muara Teweh

Dukungan Masyarakat Menguat untuk Penegakan Peraturan Daerah

Selasa, 9 Jun 2026 - 22:43 WIB

Prediksi posisi Timnas Indonesia vs Mozambik

Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:45 WIB

Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny berebut bola dengan pemain Timnas China dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Olahraga

FIFA Matchday: Ranking FIFA Timnas Indonesia vs Mozambik

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:39 WIB