Sinyal Ancaman Kedaulatan? Drone Bawah Laut Asing Ditemukan Mengapung di ALKI II Selat Lombok

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penemuan UUV China di Gili Trawangan pada Senin (6/4/2026) [Ahmad Achend via Lembaga Keris]

Penemuan UUV China di Gili Trawangan pada Senin (6/4/2026) [Ahmad Achend via Lembaga Keris]

1TULAH.COM-Warga di kawasan wisata populer Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, digemparkan oleh penemuan sebuah benda asing yang menyerupai torpedo. Benda yang diduga kuat sebagai Underwater Unmanned Vehicle (UUV) atau wahana bawah laut tak berawak ini ditemukan mengapung di perairan strategis Selat Lombok.

Kronologi Penemuan oleh Nelayan Setempat

Benda misterius tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan lokal bernama Arianto pada Senin (6/4/2026) pagi, sekitar pukul 10.00 WITA.

Saat itu, Arianto sedang menjaring ikan di posisi sekitar 16 kilometer di sebelah utara Gili Trawangan. Merasa curiga dengan bentuk benda logam yang tidak lazim dan mengapung di permukaan, ia memutuskan untuk menariknya ke pesisir pantai di dekat salah satu hotel di kawasan wisata tersebut untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.

Identitas Benda: Label “CSIC” dan Aksara Mandarin

Berdasarkan foto-foto yang beredar di media sosial, fisik benda tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Bentuk: Badan memanjang (silinder) dengan sirip di bagian ekor, sangat mirip dengan alat pemantau laut dalam atau sea wing glider.

  • Identitas: Terdapat label bertuliskan “CSIC” pada bagian badan utama.

  • Tulisan: Terdapat deretan tulisan beraksara Mandarin (Hanzi) di bagian bawah bodi perangkat.

Baca Juga :  KPK Ungkap Realisasi Rp2,7 Miliar Bupati Tulungagung, Target Rp5 Miliar

CSIC sendiri diduga kuat merupakan singkatan dari China Shipbuilding Industry Corporation, sebuah perusahaan raksasa milik negara asal Tiongkok yang bergerak di bidang industri pertahanan dan galangan kapal. Temuan ini memicu spekulasi mengenai fungsi asli benda tersebut, apakah murni untuk riset hidrografi atau pemetaan bawah laut untuk kepentingan strategis lainnya

Evakuasi dan Penyelidikan oleh TNI AL

Pihak Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara segera bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Petugas langsung mengamankan lokasi penemuan guna menghindari kerumunan warga maupun hal-hal yang tidak diinginkan.

Informasi terkini menyebutkan bahwa benda asing tersebut telah dievakuasi melalui Pos Angkatan Laut (AL) Bangsal. Untuk kepentingan penyelidikan lebih dalam, perangkat tersebut kemudian dikirim menuju Markas Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Apresiasi Satgas PKH: Berhasil Selamatkan Rp11,4 Triliun dan Berani Hadapi Intimidasi

Hingga saat ini, pihak TNI AL belum memberikan pernyataan resmi mengenai:

  1. Hasil identifikasi awal jenis perangkat tersebut.

  2. Fungsi spesifik alat (apakah sensor cuaca, pemetaan dasar laut, atau pengintai).

  3. Asal-usul bagaimana benda tersebut bisa masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Ancaman Kedaulatan Laut Nasional?

Penemuan ini menambah daftar panjang temuan alat observasi bawah laut asing di wilayah perairan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Mengingat lokasi penemuannya berada di Selat Lombok—yang merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II—isu ini menjadi perhatian serius terkait kedaulatan wilayah laut nasional.

Selat Lombok adalah jalur pelayaran internasional yang sangat vital, sehingga keberadaan alat pemantau tak berawak milik asing tanpa izin di wilayah ini tentu memicu tanya besar bagi publik dan pengamat pertahanan tanah air. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dongkrak PAD, Pemkab Murung Rayaa Siapkan Perseroda
Tetap Sejuk dan Eksis! Goojodoq GFS025 Jadi Pendamping Wajib Saat Cuaca Panas Ekstrem
Gugat Legitimasi Paus Leo XIV, Donald Trump Picu Kemarahan Internasional dan Kecaman Iran
KPK Dampingi Direksi WNA Garuda Indonesia Isi Laporan Harta Kekayaan
Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim
Seimbangkan Kekuatan Timur dan Barat, Prabowo Temui Macron Usai Diskusi Panjang dengan Putin
Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan
Anggaran Cekak, DPRD Kalteng Beri Sinyal Formasi CPNS 2026 Tak Ada Lowongan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:59 WIB

Dongkrak PAD, Pemkab Murung Rayaa Siapkan Perseroda

Rabu, 15 April 2026 - 08:41 WIB

Tetap Sejuk dan Eksis! Goojodoq GFS025 Jadi Pendamping Wajib Saat Cuaca Panas Ekstrem

Selasa, 14 April 2026 - 21:01 WIB

KPK Dampingi Direksi WNA Garuda Indonesia Isi Laporan Harta Kekayaan

Selasa, 14 April 2026 - 10:30 WIB

Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

Selasa, 14 April 2026 - 08:54 WIB

Seimbangkan Kekuatan Timur dan Barat, Prabowo Temui Macron Usai Diskusi Panjang dengan Putin

Selasa, 14 April 2026 - 06:08 WIB

Mengenal Motif Tato Dayak: Simbol Identitas dan Status Sosial Masyarakat Kalimantan

Senin, 13 April 2026 - 20:52 WIB

Anggaran Cekak, DPRD Kalteng Beri Sinyal Formasi CPNS 2026 Tak Ada Lowongan

Senin, 13 April 2026 - 20:40 WIB

Target Produksi Batu Bara 2026 Turun 24%, Daerah Penghasil Terancam Krisis APBD: Waspada Barito Utara dan Murung Raya!

Berita Terbaru

Dongkrak PAD, Pemkab Mura Siapkan Perseroda

Berita

Dongkrak PAD, Pemkab Murung Rayaa Siapkan Perseroda

Rabu, 15 Apr 2026 - 15:59 WIB