RI-Jepang Sepakat Percepat Investasi Karbon melalui Skema JCM

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hutan adat. Foto menunjukkan hutan adat Desa Guguk yang dijaga dan dikelola masyarakat secara baik. FOTO ANTARA/HO/Warsi

Ilustrasi hutan adat. Foto menunjukkan hutan adat Desa Guguk yang dijaga dan dikelola masyarakat secara baik. FOTO ANTARA/HO/Warsi

1TULAH.COM-Krisis iklim dan deforestasi masih menjadi tantangan global yang memerlukan solusi pendanaan berbasis alam yang masif. Dalam upaya mempercepat langkah mitigasi tersebut, Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat meningkatkan kolaborasi bilateral di sektor kehutanan, investasi karbon, hingga konservasi satwa.

Kesepakatan ini mengemuka dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pekan ini. Pertemuan strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap menjadi pemain kunci dalam pasar karbon global.

Fokus Utama: Investasi Karbon dan Skema NEK

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Indonesia membuka peluang lebar bagi investasi melalui skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan perdagangan karbon sukarela. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan implementasi Joint Crediting Mechanism (JCM).

Baca Juga :  Rekam Jejak Ferry Yanto Hongkiriwang: Dari Isu Penyekapan Anggota Densus 88 hingga Pusaran Kasus Febrie

“Kerja sama ini diarahkan pada keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan ekonomi karbon. Kami mendorong agar skema JCM segera diakselerasi untuk memperkuat mitigasi perubahan iklim,” ujar Raja Antoni dalam keterangan resminya.

Jepang, melalui Menteri Strategi Pertumbuhan Minoru Kiuchi, menyambut positif inisiatif ini. Kedua negara berkomitmen untuk menjadikan sektor kehutanan sebagai pilar strategis dalam hubungan bilateral mereka.

Pusat Mangrove Dunia dan Peran JICA

Selain isu karbon, pengelolaan ekosistem pesisir menjadi sorotan. Indonesia mendorong pengembangan World Mangrove Center sebagai pusat riset, edukasi, dan inovasi global.

Dukungan teknis dari Jepang selama ini telah berjalan melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA), termasuk penugasan tenaga ahli untuk pengelolaan mangrove berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai rujukan internasional dalam adaptasi perubahan iklim berbasis alam.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Serahkan KUA-PPAS APBD 2027, Fokus pada Peningkatan PAD dan Kesejahteraan Masyarakat

Diplomasi Konservasi: Dari Komodo hingga Sister Park

Sisi menarik dari diplomasi ini adalah penguatan kerja sama konservasi satwa dan kawasan lindung. Beberapa poin penting yang disepakati meliputi:

  • Breeding Loan Komodo: Kerja sama dengan Prefektur Shizuoka untuk program pengembangbiakan Komodo di Jepang.

  • Daya Tarik Budaya: Pengiriman Komodo ke Jepang diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat setempat terhadap kekayaan biodiversitas Indonesia.

  • Konsep Sister Park: Menhut mengusulkan kolaborasi antara Fuji-Hakone-Izu National Park di Jepang dengan salah satu taman nasional di Indonesia guna bertukar pengetahuan terkait pengelolaan kawasan konservasi. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Berita Terbaru