Wacana WFH untuk Hemat BBM: DPRD Kalteng Sebut Pengalaman Pandemi Jadi Modal Kuat

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari (Dok/1tulah.com)

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari (Dok/1tulah.com)

1TULAH.COM-Pemerintah pusat tengah mengkaji kebijakan Work From Home (WFH) sebagai strategi nasional untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Wacana ini mendapat respons positif dari legislatif di tingkat daerah, termasuk DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menilai langkah ini relevan dengan tantangan global yang tengah dihadapi Indonesia saat ini. Menurutnya, efisiensi energi adalah kunci di tengah ketidakpastian distribusi minyak dunia.

Solusi Strategis di Tengah Krisis Energi Global

Kondisi geopolitik internasional, terutama konflik antarnegara, berdampak langsung pada ketersediaan energi global. Sebagai politisi dari Partai Gerindra, Ansyari menyoroti bahwa Indonesia tidak kebal terhadap guncangan harga dan pasokan minyak mentah.

“Di tengah krisis global atau perang, tentu kebutuhan minyak beberapa negara menjadi terganggu, termasuk negara kita. Kebijakan WFH tentu menjadi opsi yang bisa kita sambut dengan baik,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (28/3/2026)

Baca Juga :  Cegah Konflik Kepentingan, Kejagung Bentuk Tim Khusus Sidik Kasus Febrie Adriansyah

Belajar dari Pengalaman Pandemi COVID-19

Salah satu alasan kuat mengapa kebijakan WFH dianggap masuk akal adalah kesiapan mental dan teknis masyarakat. Indonesia, termasuk instansi pemerintahan di Kalimantan Tengah, sudah memiliki pengalaman panjang menerapkan kerja jarak jauh selama masa pandemi lalu.

Ansyari menjelaskan bahwa pengalaman tersebut adalah modal penting. Rencana penerapan WFH yang diwacanakan hanya satu kali dalam sepekan dinilai tidak akan mengganggu produktivitas secara signifikan, namun tetap efektif dalam:

  • Menekan mobilitas harian pekerja kantor.

  • Mengurangi kemacetan di titik-titik transportasi utama.

  • Menghemat penggunaan BBM dari sektor transportasi pribadi maupun dinas.

Momentum Penguatan Infrastruktur Digital Daerah

Lebih dari sekadar penghematan energi, kebijakan ini dipandang sebagai peluang bagi Pemerintah Daerah (Pemda) di Kalimantan Tengah untuk melakukan akselerasi digital.

DPRD Kalteng menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur daring agar pelayanan publik tetap berjalan prima.

Baca Juga :  Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

“Jika ini jadi diterapkan, saya kira ini juga akan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat sistem daring atau online untuk koordinasi maupun pelayanan,” tambah Ansyari.

Syarat Dukungan dari DPRD Kalteng

Secara prinsip, DPRD Kalteng memberikan dukungan penuh terhadap wacana WFH ini, dengan beberapa catatan penting:

  1. Penyesuaian Kondisi Daerah: Penerapan harus melihat karakteristik wilayah Kalteng.

  2. Pelayanan Publik Tetap Utama: Jangan sampai kebijakan WFH menghambat masyarakat yang membutuhkan layanan langsung.

  3. Persiapan Matang: Pemda diharapkan melakukan simulasi dan koordinasi sebelum kebijakan resmi diberlakukan.

Wacana WFH satu kali seminggu untuk penghematan BBM bukan sekadar langkah darurat, melainkan strategi adaptif dalam menghadapi dinamika global. Dengan dukungan infrastruktur digital yang kuat di Kalimantan Tengah, kebijakan ini diharapkan menjadi solusi cerdas bagi lingkungan dan efisiensi anggaran negara. (Ingkit)

Berita Terkait

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak
Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:16 WIB

Datangi Kejagung Hari Ini, Hotman Paris Seret Nama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru