1TULAH.COM-Menghadapi ketidakpastian situasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada krisis energi dunia, Pemerintah Indonesia resmi mengambil langkah strategis.
Kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) akan mulai diterapkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dihimbau untuk sektor swasta segera setelah libur Lebaran 2026.
Langkah ini diambil sebagai bentuk efisiensi energi nasional, menyusul arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
WFH Satu Hari Sepekan untuk ASN dan Swasta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa aturan teknis mengenai WFH ini sedang didetailkan. Meski bersifat imbauan bagi swasta, kebijakan ini akan diwajibkan bagi ASN yang tidak bergerak di sektor pelayanan publik.
“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga usai salat Idul Fitri di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Airlangga menegaskan bahwa WFH ini hanya akan berlaku satu hari dalam sepekan. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna memastikan implementasi di lapangan berjalan efektif dan tidak mengganggu roda ekonomi.
Potensi Hemat BBM Hingga 20 Persen
Di sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pengalihan kerja ke rumah meski hanya satu hari memiliki dampak signifikan terhadap konsumsi energi nasional.
Berdasarkan perhitungan awal, penerapan WFH satu hari per minggu dapat menekan penggunaan BBM secara nasional.
-
Estimasi Penghematan: Sekitar 20% atau seperlima dari konsumsi harian normal.
-
Tujuan Utama: Menjaga cadangan energi nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Purbaya menambahkan bahwa pembatasan satu hari ini bertujuan menjaga keseimbangan produktivitas. “Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH. Jadi kita jaga agar tetap kerja, tapi tetap efisien,” tambahnya.
Dampak Positif pada Sektor Pariwisata
Salah satu strategi yang dipertimbangkan adalah menempatkan hari WFH pada hari Jumat. Hal ini diprediksi akan menciptakan long weekend (Jumat, Sabtu, Minggu) yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain menghemat BBM karena berkurangnya mobilitas komuter, skema ini diharapkan dapat:
-
Mendorong aktivitas ekonomi rumah tangga.
-
Memberikan stimulus kecil bagi sektor pariwisata domestik.
-
Meningkatkan kesejahteraan mental karyawan melalui fleksibilitas kerja.
Belajar dari Pengalaman Pandemi COVID-19
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menginstruksikan para Menko untuk mengkaji kebijakan ini dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3). Beliau berkaca pada keberhasilan Indonesia mengelola efisiensi selama masa pandemi.
“Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Kita mampu banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” tegas Presiden Prabowo.
Indonesia Ikuti Tren Penghematan Energi Global
Langkah Indonesia ini sejalan dengan tren dunia. Beberapa negara tetangga telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa untuk menghadapi krisis energi:
-
Thailand: Mengatur suhu AC di 26–27°C dan meminta ASN WFH untuk hemat listrik.
-
Filipina: Memberlakukan sistem kerja 4 hari sepekan (4-day work week).
-
Pakistan: Menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh dan WFH secara berkala.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah berharap Indonesia dapat memiliki daya tahan (resiliensi) yang lebih kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi global tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi nasional. (Sumber:Suara.com)























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

