Harga Minyak Dunia Tembus $108: Selat Hormuz Ditutup, APBN Indonesia Siaga Satu!

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Suara.com/Novian]

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Suara.com/Novian]

1TULAH.COM-Pasar energi global sedang membara. Pada Senin (9/3/2026), harga minyak mentah dunia resmi melampaui level psikologis US$ 100 dan bertengger di kisaran US$ 108 per barel.

Lonjakan tajam ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan jalur maritim paling vital di dunia: Selat Hormuz.

Kondisi ini memaksa Pemerintah Indonesia melakukan langkah darurat berupa stress test (uji stres) terhadap APBN guna menghindari defisit yang melampaui batas aman fiskal.

Penyebab Utama: Konflik Iran vs Koalisi AS-Israel

Penutupan Selat Hormuz menjadi “bom waktu” bagi industri energi. Jalur ini merupakan urat nadi yang menopang sekitar 20% konsumsi minyak dunia. Akibat risiko serangan militer, banyak operator kapal tanker memilih menghindari kawasan ini, menyebabkan gangguan logistik masif.

Dampak pada Produksi Minyak Teluk

Beberapa produsen besar di kawasan Teluk terpaksa memangkas produksi mereka:

  • Irak: Produksi di tiga ladang minyak selatan anjlok drastis hingga 70%. Saat ini hanya memproduksi 1,3 juta barel per hari (bph), merosot jauh dari level normal 4,3 juta bph.

  • Kuwait: Mengambil langkah preventif dengan memangkas produksi minyak dan hasil kilang demi keamanan.

  • Uni Emirat Arab (UEA): Mengurangi produksi lepas pantai karena kapasitas penyimpanan di terminal pengapalan telah mencapai batas maksimal akibat gagal kirim.

Baca Juga :  Resmi! Korlantas Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan, Cukup KTP Pemilik Baru

Ancaman Defisit APBN Indonesia 2026

Kenaikan harga minyak hingga US$ 108 per barel menjadi alarm keras bagi ketahanan fiskal Indonesia. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan ini dengan saksama.

Berdasarkan simulasi Kementerian Keuangan:

“Jika harga minyak konsisten berada di level US$ 92 per barel saja, defisit APBN berisiko membengkak hingga 3,6% terhadap PDB. Angka ini sudah melampaui batas aman fiskal yang ditetapkan undang-undang.”

Sebagai catatan, pemerintah menganggap kondisi fiskal masih dalam kategori aman selama harga minyak dunia berada di kisaran US$ 72 per barel.

Baca Juga :  Polri Siap Berantas Oknum Haji Ilegal Melalui Satgas Haji

Strategi Mitigasi Pemerintah: Efisiensi hingga Opsi BBM

Untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global, pemerintah menyiapkan empat langkah strategis:

  1. Uji Stres Anggaran (Stress Test): Memetakan sejauh mana APBN mampu menahan beban subsidi energi jika harga terus melambung.

  2. Efisiensi Belanja: Memangkas pos anggaran yang tidak berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

  3. Belajar dari Sejarah: Mengingat kembali kebijakan tahun 2005, di mana penyesuaian harga BBM dilakukan secara drastis untuk menyelamatkan stabilitas fiskal.

  4. Optimisme Pasokan Alternatif: Pemerintah berharap pasokan dari negara non-Timur Tengah, seperti eksplorasi baru di Alaska (AS) dan pasokan dari Venezuela, dapat segera menyeimbangkan pasar.

Dengan harga minyak yang kini menyentuh US$ 108, publik perlu bersiap terhadap pengetatan anggaran negara. Pemerintah berkomitmen memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meski dihantam krisis energi global. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

KPK Sita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Soal Kasus Bea Cukai
Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Lambat: “Tak Kerja, Siap-siap Angkat Koper!”
Harga Pangan Hari Ini 22 April 2026: Kelompok Cabai dan Minyak Goreng Melonjak Tajam
Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook
GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan
Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS
BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara
Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:37 WIB

KPK Sita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Soal Kasus Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 - 13:33 WIB

Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Lambat: “Tak Kerja, Siap-siap Angkat Koper!”

Rabu, 22 April 2026 - 07:15 WIB

Minta Atensi Prabowo! Ibam Mengaku Diintimidasi Buat Pernyataan ‘Ke Atas’ Sebelum Jadi Tersangka Kasus Chromebook

Selasa, 21 April 2026 - 19:04 WIB

GOW Murung Raya Gelar Lomba Kebaya, Puluhan Lansia Unjuk Kebolehan

Selasa, 21 April 2026 - 18:35 WIB

Tertunda, Karyawan PT AKT Desak Pembayaran Gaji dan Hak BPJS

Selasa, 21 April 2026 - 13:55 WIB

BMKG Imbau Warga Waspada Pasca Gempa Magnitudo 6,0 di Timor Tengah Utara

Selasa, 21 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Tangkap Mahasiswa jadi Operator Judi Online Slot di Jakarta Pusat

Selasa, 21 April 2026 - 12:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Drastis per April 2026: Cek Daftar Mobil yang Terdampak

Berita Terbaru