1TULAH.COM-Angin segar berembus bagi dapur rumah tangga di seluruh Indonesia. Harga pangan pokok seperti tahu, tempe, hingga mi instan diprediksi akan mengalami penurunan harga yang signifikan dalam waktu dekat.
Hal ini menyusul keberhasilan Presiden Prabowo Subianto mengunci kesepakatan dagang strategis dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam rangkaian kegiatan Board of Peace (BoP) di Washington D.C, Kamis (19/2/2026), kedua pemimpin negara tersebut resmi menandatangani Agreements on Reciprocal Trade (ART). Salah satu poin emas dalam perjanjian tersebut adalah pemberlakuan tarif impor 0 persen untuk komoditas kedelai dan gandum dari Amerika Serikat.
Komitmen Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa langkah diplomasi ekonomi ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli rakyat. Dengan menghapus tarif impor bahan baku, beban biaya produksi di tingkat perajin dan industri dapat dipangkas habis.
“Masyarakat Indonesia akan membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari soy bean (kedelai) ataupun wheat (gandum), dalam hal ini produk mi, tahu, dan tempe. Jadi, masyarakat kita tidak lagi dikenakan beban tambahan biaya,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).
Buah Negosiasi Panjang Sejak 2025
Kesepakatan bersejarah ini tidak didapatkan secara instan. Airlangga mengungkapkan bahwa tim ekonomi Indonesia telah melakukan negosiasi intensif sejak kebijakan tarif resiprokal Trump diumumkan pada April 2025.
Perjuangan diplomasi ini melibatkan:
-
Korespondensi Intensif: Indonesia mengirimkan empat surat resmi sepanjang tahun 2024-2025.
-
Persentase Persetujuan Tinggi: Sekitar 90 persen usulan yang diajukan Jakarta akhirnya disetujui oleh pihak Washington.
Keuntungan Ganda: Pangan Murah dan Ekspor Meroket
Perjanjian ART ini menggunakan skema timbal balik yang saling menguntungkan (win-win solution). Selain mendapatkan bahan baku pangan murah, Indonesia juga memperoleh akses tarif masuk 0 persen ke pasar Amerika Serikat untuk berbagai produk unggulan nasional, di antaranya:
Kapan Harga Mulai Turun?
Meski kesepakatan sudah ditandatangani, masyarakat diminta sedikit bersabar untuk merasakan dampaknya di pasar. Sesuai dengan aturan internasional, perjanjian ini akan berlaku efektif paling lambat 90 hari setelah proses legalitas di kedua negara rampung.
Di Indonesia sendiri, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan DPR RI untuk meresmikan payung hukumnya. “Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak,” pungkas Airlangga.
Dengan adanya kepastian bahan baku murah ini, diharapkan industri pangan dalam negeri semakin bergairah dan beban ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah dapat berkurang secara drastis pada pertengahan tahun 2026. (Sumber:Suara.com)

![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)






















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

