Kabar Gembira! Harga Tahu, Tempe, dan Mi Instan Bakal Turun Drastis Berkat Kesepakatan Prabowo-Trump

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di pabrik kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (31/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di pabrik kawasan Duren Tiga, Jakarta, Rabu (31/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Angin segar berembus bagi dapur rumah tangga di seluruh Indonesia. Harga pangan pokok seperti tahu, tempe, hingga mi instan diprediksi akan mengalami penurunan harga yang signifikan dalam waktu dekat.

Hal ini menyusul keberhasilan Presiden Prabowo Subianto mengunci kesepakatan dagang strategis dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam rangkaian kegiatan Board of Peace (BoP) di Washington D.C, Kamis (19/2/2026), kedua pemimpin negara tersebut resmi menandatangani Agreements on Reciprocal Trade (ART). Salah satu poin emas dalam perjanjian tersebut adalah pemberlakuan tarif impor 0 persen untuk komoditas kedelai dan gandum dari Amerika Serikat.

Komitmen Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa langkah diplomasi ekonomi ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli rakyat. Dengan menghapus tarif impor bahan baku, beban biaya produksi di tingkat perajin dan industri dapat dipangkas habis.

“Masyarakat Indonesia akan membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari soy bean (kedelai) ataupun wheat (gandum), dalam hal ini produk mi, tahu, dan tempe. Jadi, masyarakat kita tidak lagi dikenakan beban tambahan biaya,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga :  Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Buah Negosiasi Panjang Sejak 2025

Kesepakatan bersejarah ini tidak didapatkan secara instan. Airlangga mengungkapkan bahwa tim ekonomi Indonesia telah melakukan negosiasi intensif sejak kebijakan tarif resiprokal Trump diumumkan pada April 2025.

Perjuangan diplomasi ini melibatkan:

  • Korespondensi Intensif: Indonesia mengirimkan empat surat resmi sepanjang tahun 2024-2025.

  • Persentase Persetujuan Tinggi: Sekitar 90 persen usulan yang diajukan Jakarta akhirnya disetujui oleh pihak Washington.

Keuntungan Ganda: Pangan Murah dan Ekspor Meroket

Perjanjian ART ini menggunakan skema timbal balik yang saling menguntungkan (win-win solution). Selain mendapatkan bahan baku pangan murah, Indonesia juga memperoleh akses tarif masuk 0 persen ke pasar Amerika Serikat untuk berbagai produk unggulan nasional, di antaranya:

Kapan Harga Mulai Turun?

Meski kesepakatan sudah ditandatangani, masyarakat diminta sedikit bersabar untuk merasakan dampaknya di pasar. Sesuai dengan aturan internasional, perjanjian ini akan berlaku efektif paling lambat 90 hari setelah proses legalitas di kedua negara rampung.

Di Indonesia sendiri, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan DPR RI untuk meresmikan payung hukumnya. “Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak,” pungkas Airlangga.

Dengan adanya kepastian bahan baku murah ini, diharapkan industri pangan dalam negeri semakin bergairah dan beban ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah dapat berkurang secara drastis pada pertengahan tahun 2026. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terbaru