Anggaran Pendidikan 2026 Bertambah melalui ABT, Fokus Revitalisasi 71 Ribu Sekolah

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menangah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Suara.com/Novian)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menangah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Suara.com/Novian)

1TULAH.COM-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan kabar baik bagi dunia pendidikan Indonesia.

Dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya, Kamis (19/2/2026), ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 justru mengalami kenaikan dan tidak terdampak oleh pelaksanaan program MBG.

Bantahan ini sekaligus menepis kekhawatiran publik mengenai potensi pemotongan belanja pendidikan demi mendanai program makan gratis. Sebaliknya, pemerintah justru menyiapkan skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk memperkuat sektor pendidikan.

MBG Bukan Beban, Justru Pemicu Tambahan Anggaran

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kehadiran program Makan Bergizi Gratis tidak serta-merta menguras kantong Kemendikdasmen. Justru, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memberikan dukungan finansial ekstra melalui skema ABT untuk kebutuhan mendesak.

“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT,” ujar Mu’ti.

Pernyataan ini diperkuat dengan fakta bahwa sekitar 43 juta penerima manfaat MBG adalah siswa sekolah, yang dinilai akan membantu meningkatkan konsentrasi dan penguatan karakter peserta didik di kelas.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Tumbangkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Fokus Utama Kemendikdasmen di Tahun 2026

Meskipun program MBG berjalan, pemerintah tetap memprioritaskan peningkatan infrastruktur dan kualitas SDM pendidikan melalui beberapa pilar utama:

1. Revitalisasi Sekolah Besar-Besaran

Pemerintah menargetkan renovasi infrastruktur pendidikan dalam skala masif. Berikut adalah rincian targetnya:

  • Realisasi 2025: Anggaran Rp16,9 triliun untuk 16.176 satuan pendidikan (progres 93%).

  • Target APBN 2026: Menyiapkan lebih dari Rp14 triliun untuk 11.000 satuan pendidikan.

  • Rencana Tambahan: Presiden berencana menambah anggaran revitalisasi untuk 60.000 satuan pendidikan lainnya.

  • Total Target: Kemendikdasmen mengusulkan revitalisasi total bagi 71.000+ satuan pendidikan di tahun 2026.

2. Perluasan Program Indonesia Pintar (PIP)

Kabar gembira bagi orang tua murid jenjang PAUD/TK. Di tahun 2026, dana PIP akan menyasar siswa Taman Kanak-Kanak:

  • Besaran Dana: Rp450.000 per tahun.

  • Target Sasaran: 888.000 murid TK di seluruh Indonesia.

3. Digitalisasi Pendidikan

Program bantuan perangkat digital terus dipacu. Jika tahun sebelumnya bantuan Interactive Flat Panel (IFP) menjangkau 288.860 satuan pendidikan, tahun 2026 ditargetkan naik menjadi lebih dari 325.000 satuan pendidikan.

Baca Juga :  Atasi Dampak Karhutla, PC GP Ansor dan IWO Barito Timur Bagi-Bagi Masker ke Warga

Kesejahteraan Guru Tetap Menjadi Prioritas

Mendikdasmen juga memberikan kepastian terkait nasib tenaga pendidik, termasuk guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Program Guru Detail Manfaat Target Sasaran
Beasiswa Pendidikan Bantuan Rp3 juta per semester (untuk D4/S1) 150.000 Guru
Tunjangan Guru Pembayaran tunjangan sesuai pengajuan Termasuk Guru PPPK
Pelatihan Peningkatan kompetensi berkala Tenaga Pendidik Nasional

Komitmen Pemerintah Terhadap Mutu Pendidikan

Merespons pertanyaan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengenai kondisi anggaran, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perhatian Presiden terhadap pendidikan sangat besar.

“Alhamdulillah (anggaran pendidikan) naik. Tidak ada pengurangan dana dari pemerintah untuk peningkatan kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Dengan kenaikan anggaran dan dukungan program MBG, pemerintah optimis kualitas literasi dan kesehatan siswa Indonesia akan meningkat secara beriringan di tahun 2026. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara
KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU
DPRD Kalteng Minta Program Pasar Murah Diperluas ke Seluruh Kabupaten
Usut Dana Hibah KPU, Kejari Mura Sita Sejumlah Dokumen
Ribuan Warga Antarkan Nadalsyah, Bupati Mura Heriyus Turut Hadir
Prabowo Buka Suara Soal Perlawanan Koruptur Saat Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun
MK Tegaskan Tak Berwenang Diskualifikasi Gibran Rakabuming Raka dari Jabatan Wapres
Putusan Akhir Sidang PHPU 2026: MK Tegaskan Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:48 WIB

KPK Usut Laporan PCNU Sekadau Soal Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:39 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Pasar Murah Diperluas ke Seluruh Kabupaten

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Ribuan Warga Antarkan Nadalsyah, Bupati Mura Heriyus Turut Hadir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Prabowo Buka Suara Soal Perlawanan Koruptur Saat Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:40 WIB

MK Tegaskan Tak Berwenang Diskualifikasi Gibran Rakabuming Raka dari Jabatan Wapres

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Putusan Akhir Sidang PHPU 2026: MK Tegaskan Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:17 WIB

DPR Sahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Penahanan Ijazah Resmi Dilarang!

Berita Terbaru