Cara Bijak Awasi Anak Main Game di Era Digital Menurut Anggota Komisi III DPRD Kalteng

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalteng, Ferry Khaidir.Foto:Dok/1tulah.com

Anggota DPRD Kalteng, Ferry Khaidir.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Pesatnya perkembangan teknologi membawa tantangan baru bagi pola asuh anak di Kalimantan Tengah.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Ferry Khaidir, menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam memantau aktivitas digital anak, khususnya terkait jenis dan durasi permainan (game) yang dikonsumsi.

Menurut Ferry, kemudahan akses terhadap perangkat teknologi saat ini ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan peluang edukasi, namun di sisi lain menyimpan risiko jika tidak dikelola dengan bijak.

Pentingnya Memilih Konten Game yang Sesuai Usia

Dalam pernyataannya di Palangka Raya, Ferry Khaidir menjelaskan bahwa tidak semua game berdampak buruk. Banyak permainan yang dirancang untuk melatih kreativitas, logika, dan keterampilan berpikir kritis. Namun, ia memperingatkan adanya konten yang tidak layak untuk dikonsumsi anak di bawah umur.

“Kita tidak bisa menghindari anak-anak untuk tidak bermain game sama sekali, namun orang tua harus mampu mengendalikan dan memilih game yang sesuai dengan usia serta perkembangan anak,” ucap Ferry Khaidir, Minggu (25/1/2026).

Baca Juga :  Momentum HUT ke-14 IWO, PWI dan IWO Bartim Perkuat Kebersamaan Jurnalis

Dampak Positif vs Negatif Game Digital

Berikut adalah perbandingan yang perlu dipahami orang tua dalam mengawasi anak:

Aspek Dampak Positif (Terkontrol) Risiko Negatif (Tanpa Pengawasan)
Kognitif Melatih pemecahan masalah dan logika. Paparan konten kekerasan atau dewasa.
Kreativitas Mengasah imajinasi (seperti game membangun). Kecanduan yang menghambat daya kritis.
Sosial Belajar kerja sama tim dalam game online. Isolasi mandiri dan kurangnya interaksi fisik.

Durasi Bermain: Kunci Keseimbangan Aktivitas Anak

Selain jenis permainan, Ferry juga menyoroti masalah durasi. Pengawasan yang tepat harus mencakup batasan waktu yang jelas agar aktivitas digital tidak mendominasi keseharian anak.

Menurutnya, tanpa batasan waktu, beberapa aspek penting pertumbuhan anak dapat terganggu, seperti:

  1. Aktivitas Belajar: Menurunnya fokus pada tugas sekolah.

  2. Istirahat: Gangguan pola tidur akibat paparan layar (blue light) hingga larut malam.

  3. Interaksi Sosial: Kurangnya komunikasi langsung dengan keluarga dan teman sebaya di dunia nyata.

Baca Juga :  Eks Menag Gus Yaqut Didakwa Terima USD 271.500 dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp622 Miliar

“Pengawasan orang tua menjadi fondasi penting untuk memastikan anak-anak kita bisa menikmati manfaat teknologi tanpa harus terkena dampak negatifnya,” pungkas politisi dari Komisi III yang membidangi kesejahteraan rakyat ini.

Tips bagi Orang Tua dalam Mengawasi Anak di Era Digital

Untuk mengimplementasikan saran dari DPRD Kalteng tersebut, berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan orang tua:

  • Gunakan Fitur Parental Control: Manfaatkan pengaturan pada smartphone atau konsol game untuk membatasi akses konten berdasarkan rating usia.

  • Jalin Komunikasi Terbuka: Ajak anak berdiskusi tentang game apa yang mereka sukai dan mengapa.

  • Tetapkan Jadwal Rutin: Buat kesepakatan waktu bermain (misalnya hanya di akhir pekan atau maksimal 1 jam setelah belajar).

  • Dampingi Saat Bermain: Sesekali, ikutlah bermain bersama anak untuk memahami dinamika permainan mereka.

Dengan pengawasan yang ketat namun edukatif, diharapkan generasi muda di Kalimantan Tengah dapat tumbuh menjadi pribadi yang melek teknologi namun tetap memiliki karakter dan sosialitas yang baik. (Ingkit)

Berita Terkait

Manuver Hukum Eks Jampidsus Riskan Alihkan Perhatian Publik dari Substansi Perkara
Bupati Heriyus Kukuhkan Anggota Paskibra Murung Raya 2026
Potensi Melimpah Belum Tersentuh, DPRD Kalteng Dorong Pemerintah Pusat Maksimalkan Hilirisasi Komoditas Lokal
Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya
Ketua DPRD Barito Utara Dorong Sinergi dan Nasionalisme Menyambut HUT ke-81 RI
DPRD Barito Utara Gelar Rapat Paripurna untuk Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI
Pasca-Gempa Magnitudo 7,7 Flores: Waspada Informasi Hoaks dan Pahami Arahan Resmi BMKG
Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:37 WIB

Manuver Hukum Eks Jampidsus Riskan Alihkan Perhatian Publik dari Substansi Perkara

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Bupati Heriyus Kukuhkan Anggota Paskibra Murung Raya 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Potensi Melimpah Belum Tersentuh, DPRD Kalteng Dorong Pemerintah Pusat Maksimalkan Hilirisasi Komoditas Lokal

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Ketua DPRD Barito Utara Dorong Sinergi dan Nasionalisme Menyambut HUT ke-81 RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

DPRD Barito Utara Gelar Rapat Paripurna untuk Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Pasca-Gempa Magnitudo 7,7 Flores: Waspada Informasi Hoaks dan Pahami Arahan Resmi BMKG

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Berita Terbaru

Bupati Heriyus Kukuhkan Anggota Paskibra Murung Raya 2026

Berita

Bupati Heriyus Kukuhkan Anggota Paskibra Murung Raya 2026

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:40 WIB