Prospek Cerah! 13 Perusahaan Antre IPO di BEI, Didominasi Aset Jumbo dan Sektor Energi-Teknologi

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi saham IPO [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Ilustrasi saham IPO [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

1TULAH.COM-Pasar modal Indonesia terus menunjukkan daya tariknya sebagai sumber pendanaan utama bagi korporasi nasional.

Meskipun tahun 2025 hampir berakhir, minat perusahaan untuk melantai melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) masih sangat tinggi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa saat ini, terdapat 13 perusahaan yang masih mengisi pipeline antrean pencatatan saham. Menariknya, antrean ini didominasi oleh perusahaan dengan skala aset yang besar, menandakan kepercayaan korporasi raksasa terhadap iklim investasi di bursa domestik.

Dominasi Perusahaan Beraset Besar dalam Antrean IPO

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, merinci komposisi pipeline IPO berdasarkan skala aset perusahaan:

Skala Aset Perusahaan Total Aset Jumlah Perusahaan
Skala Besar Di atas Rp250 Miliar 5 Perusahaan
Skala Menengah Rp50 Miliar hingga Rp250 Miliar 6 Perusahaan
Skala Kecil Di bawah Rp50 Miliar 2 Perusahaan
Total 13 Perusahaan

Angka lima perusahaan skala besar ini menjadi sorotan, memperkuat sinyal bahwa pasar modal Indonesia menawarkan likuiditas yang cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis raksasa.

Baca Juga :  Gibran Tenangkan Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

🏭 Sebaran Sektor: Energi dan Teknologi Pimpin Antrean

Secara sektor, 13 perusahaan dalam pipeline IPO ini mencerminkan diversifikasi ekonomi nasional, namun beberapa sektor terlihat menonjol. Nyoman Yetna memaparkan sebaran sektor sebagai berikut:

  • Sektor Energi: 4 perusahaan (Menunjukkan kuatnya transisi dan pertumbuhan di sektor energi).
  • Sektor Barang Baku: 2 perusahaan
  • Sektor Industri: 2 perusahaan
  • Sektor Teknologi: 2 perusahaan (Mengindikasikan booming perusahaan teknologi berlanjut).
  • Sektor Barang Konsumen Nonprimer: 1 perusahaan
  • Sektor Barang Konsumen Primer: 1 perusahaan
  • Sektor Transportasi dan Logistik: 1 perusahaan

Dominasi Sektor Energi dan Teknologi menunjukkan bahwa dua sektor ini menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar modal Indonesia di masa mendatang.

✅ Capaian Luar Biasa BEI hingga November 2025

Tingginya minat IPO ini berbanding lurus dengan pencapaian gemilang yang telah diraih BEI sepanjang tahun 2025. Hingga 7 November 2025, pasar modal Indonesia telah mencatat:

1. Aksi Korporasi Saham

  • Jumlah IPO Sukses: 24 perusahaan telah sukses melantai.
  • Total Dana IPO Dihimpun: Rp15,21 Triliun.
  • Aksi Rights Issue (Penambahan Modal): 10 perusahaan dengan nilai total Rp16,63 Triliun.
  • Pipeline Rights Issue: 1 perusahaan dari sektor properti masih mengantre.
Baca Juga :  Prabowo Apresiasi Atas Dukungan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

2. Instrumen Utang (EBUS)

Selain saham, instrumen utang juga menunjukkan aktivitas tinggi:

  • Penerbitan EBUS: 156 emisi dari 75 penerbit.
  • Total Dana EBUS Dihimpun: Rp180,8 Triliun.
  • Pipeline EBUS: 21 emisi dari 16 penerbit masih dalam antrean pencatatan.

Secara keseluruhan, jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia telah mencapai 967 perusahaan per 7 November 2025.

🎯 Menuju 1.000 Perusahaan Tercatat

Dengan angka fantastis tersebut, BEI memiliki target ambisius untuk mencapai total 1.000 perusahaan tercatat hingga akhir tahun 2025.

Pencapaian ini akan memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai pusat pendanaan yang stabil dan atraktif bagi korporasi, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan investasi yang beragam bagi investor.

Minat besar dari perusahaan beraset jumbo dalam pipeline IPO menjadi indikasi kuat bahwa target 1.000 perusahaan tercatat bukan sekadar impian. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

KPK Minta Dua Saksi Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Pengurusan RPTKA Hadir
Polisi Periksa Laporan Kasus Perzinahan yang Menyeret Inara Rusli
Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan
Undian Piala Dunia 2026 Digelar: Memecahkan Rekor, Menyambut 48 Tim dan Debut Empat Negara!
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Izin Perkebunan & Kehutanan: Soroti Minimnya Kontribusi Tangani Bencana
KPK Siap Dalami Lebih Jauh Dugaan Suap Proyek Jalan di Sumatera Utara
Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!
Prabowo Apresiasi Atas Dukungan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:23 WIB

KPK Minta Dua Saksi Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Pengurusan RPTKA Hadir

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:04 WIB

Polisi Periksa Laporan Kasus Perzinahan yang Menyeret Inara Rusli

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:42 WIB

Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:19 WIB

Undian Piala Dunia 2026 Digelar: Memecahkan Rekor, Menyambut 48 Tim dan Debut Empat Negara!

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:07 WIB

DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Izin Perkebunan & Kehutanan: Soroti Minimnya Kontribusi Tangani Bencana

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:00 WIB

KPK Siap Dalami Lebih Jauh Dugaan Suap Proyek Jalan di Sumatera Utara

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:45 WIB

Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:38 WIB

Prabowo Apresiasi Atas Dukungan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

Berita Terbaru

Dina maulidah Dorong Kader PKK Jadi Komunikator yang Menginspirasi

DPRD MURA

Dewan Dorong Kader PKK Jadi Komunikator yang Menginspirasi

Jumat, 5 Des 2025 - 21:53 WIB