Sugiri Sancoko Ditangkap KPK: OTT Ke-7 di 2025, Diduga Suap Jabatan

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Dea]

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Dea]

1TULAH.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mencatatkan penindakan tegas terhadap pejabat daerah. Pada Sabtu (8/11/2025) pagi, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kedatangan Sugiri Sancoko ini merupakan tindak lanjut setelah ia bersama 12 orang lainnya terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat malam (7/11/2025).

Kronologi Penangkapan dan Kedatangan di Jakarta

Berdasarkan pantauan media, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko tiba di markas KPK sekitar pukul 08.10 WIB. Dalam pengawalan ketat tim penyidik KPK dan petugas kepolisian, Sugiri terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan masker.

Ia memilih bungkam dan tidak memberikan komentar sedikit pun kepada awak media yang telah menunggunya. Sebelum memasuki lobi Gedung KPK, ia hanya mengatupkan kedua tangannya, sebuah isyarat yang kerap dilakukan oleh pihak yang diamankan KPK.

Baca Juga :  Banjir di Padang Sebabkan Kerusakan Infrastruktur Capai Ratusan Miliar

Penangkapan terhadap Bupati Sugiri Sancoko dan rombongan ini dilakukan atas dugaan kasus korupsi yang berkaitan dengan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

7 Orang Dibawa ke Jakarta, Termasuk Adik Bupati dan Pejabat Utama

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi perkembangan operasi senyap ini. Dari total 13 orang yang diamankan, tujuh di antaranya diputuskan untuk dibawa ke Jakarta guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Pihak-pihak yang diamankan dan dibawa ke Jakarta pagi ini yaitu Bupati, Sekda, Dirut RSUD, Kabid Mutasi Setda, dan 3 pihak swasta, salah satunya adik Bupati,” jelas Budi kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).

Pihak-pihak yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK tersebut memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk ditentukan status hukumnya.

Diduga Terkait Mutasi dan Promosi Jabatan

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, telah membenarkan pelaksanaan OTT di Ponorogo pada Jumat malam. Ia menegaskan bahwa KPK Sugiri Sancoko diamankan dalam kasus yang diduga kuat berkaitan dengan praktik suap dalam proses mutasi dan promosi jabatan di Pemkab Ponorogo. Kasus ini menambah daftar panjang korupsi yang melibatkan penguasa daerah terkait jual beli posisi strategis di pemerintahan.

Baca Juga :  Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan

OTT Ketujuh KPK di Tahun 2025

Operasi tangkap tangan yang menjerat Bupati Ponorogo ini merupakan yang ketujuh kalinya dilakukan KPK sepanjang tahun 2025. Penindakan ini menunjukkan komitmen KPK dalam memberantas korupsi di berbagai sektor, terutama yang melibatkan kepala daerah.

Sebagai perbandingan, penindakan serupa juga baru-baru ini dilakukan KPK terhadap Gubernur Riau, Abdul Wahid, terkait kasus dugaan pemerasan. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pejabat publik tentang konsekuensi dari penyalahgunaan wewenang dan jabatan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

KPK Minta Dua Saksi Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Pengurusan RPTKA Hadir
Polisi Periksa Laporan Kasus Perzinahan yang Menyeret Inara Rusli
Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan
Undian Piala Dunia 2026 Digelar: Memecahkan Rekor, Menyambut 48 Tim dan Debut Empat Negara!
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Izin Perkebunan & Kehutanan: Soroti Minimnya Kontribusi Tangani Bencana
KPK Siap Dalami Lebih Jauh Dugaan Suap Proyek Jalan di Sumatera Utara
Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!
Prabowo Apresiasi Atas Dukungan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:23 WIB

KPK Minta Dua Saksi Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Pengurusan RPTKA Hadir

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:04 WIB

Polisi Periksa Laporan Kasus Perzinahan yang Menyeret Inara Rusli

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:42 WIB

Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:19 WIB

Undian Piala Dunia 2026 Digelar: Memecahkan Rekor, Menyambut 48 Tim dan Debut Empat Negara!

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:07 WIB

DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Izin Perkebunan & Kehutanan: Soroti Minimnya Kontribusi Tangani Bencana

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:00 WIB

KPK Siap Dalami Lebih Jauh Dugaan Suap Proyek Jalan di Sumatera Utara

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:45 WIB

Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:38 WIB

Prabowo Apresiasi Atas Dukungan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

Berita Terbaru

Dina maulidah Dorong Kader PKK Jadi Komunikator yang Menginspirasi

DPRD MURA

Dewan Dorong Kader PKK Jadi Komunikator yang Menginspirasi

Jumat, 5 Des 2025 - 21:53 WIB