Rupiah Melemah di Pagi Hari: Efek Global ‘Hawkish’ The Fed dan Sentimen Domestik RUU Redenominas

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS. [Suara.com/Alfian Winanto]

Ilustrasi petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS. [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Nilai tukar Rupiah dibuka melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (7/11/2025).

Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen pasar global yang menyoroti potensi penundaan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) AS dan dorongan kebijakan domestik terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah.

Berdasarkan data dari Bloomberg, Rupiah di pasar spot dibuka di level Rp 16.711 per Dolar AS, terdepresiasi tipis 0,04 persen dibandingkan posisi penutupan Kamis (6/11/2025) yang berada di level Rp 16.701 per Dolar AS.

🌏 Mata Uang Asia Bergerak Variatif

Pelemahan Rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang Asia lainnya yang menunjukkan variasi terhadap the greenback. Beberapa mata uang mencatatkan pelemahan yang lebih dalam:

  • Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia, anjlok 0,34 persen.
  • Peso Filipina turun 0,2 persen.
  • Dolar Taiwan terkoreksi 0,15 persen.
  • Dolar Singapura tertekan 0,07 persen.
  • Yen Jepang terkikis 0,03 persen.
  • Yuan China turun 0,01 persen.
  • Baht Thailand melemah tipis 0,006 persen.

🔑 Dua Faktor Utama Tekanan Rupiah: Global dan Domestik

Menurut Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, tekanan terhadap Rupiah pagi ini didorong oleh dua faktor utama, yakni sentimen dari pasar global dan perkembangan kebijakan di dalam negeri.

Baca Juga :  Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!

1. Faktor Global: Spekulasi Suku Bunga The Fed dan Data Ekonomi AS yang Kuat

Faktor utama dari sisi global adalah meningkatnya spekulasi bahwa The Fed tidak akan memangkas suku bunga pada bulan Desember tahun ini. Spekulasi ini menguat setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan sinyal kehati-hatian, memperingatkan bahwa pemangkasan suku bunga bukanlah sesuatu yang pasti dalam waktu dekat.

“Data ekonomi swasta yang kuat juga menopang Dolar karena data ketenagakerjaan nonpertanian ADP menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan untuk bulan Oktober, menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap kuat. Data indeks manajer pembelian juga menunjukkan aktivitas bisnis AS tetap kuat,” ujar Ibrahim Assuaibi.

Kekuatan data ekonomi AS ini, yang dirilis di tengah penutupan pemerintahan (government shutdown) yang menunda rilis data resmi, membuat pelaku pasar semakin menurunkan ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Kondisi ini membuat Dolar AS tetap perkasa, memberikan tekanan jual pada mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.

2. Faktor Domestik: Rencana Pembentukan RUU Redenominasi Rupiah

Dari dalam negeri, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rencana pemerintah yang kembali mengusulkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah atau Redenominasi Rupiah.

Baca Juga :  Banjir di Padang Sebabkan Kerusakan Infrastruktur Capai Ratusan Miliar

Rencana strategis ini tertuang dalam 4 kerangka regulasi di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.70/2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025-2029. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan pembahasan RUU Redenominasi Rupiah akan rampung pada tahun 2026.

Tujuan pengusulan RUU Redenominasi ini mencakup empat aspek penting bagi perekonomian nasional:

  1. Tercapainya efisiensi perekonomian melalui peningkatan daya saing nasional.
  2. Terjaganya kesinambungan perkembangan perekonomian nasional.
  3. Terjaganya nilai Rupiah yang stabil sebagai wujud terpeliharanya daya beli masyarakat.
  4. Meningkatnya kredibilitas Rupiah di mata dunia.

Meskipun bertujuan positif dalam jangka panjang untuk menyederhanakan nominal mata uang dan meningkatkan citra, kemunculan isu redenominasi seringkali menimbulkan diskusi dan kehati-hatian di pasar finansial, menambah dinamika pergerakan Rupiah dalam jangka pendek.

📝 Ringkasan Data Rupiah (Jumat, 7 November 2025)

 

Indikator Data Hari Ini Data Penutupan Kamis Perubahan (Pelemahan) Sumber
Nilai Tukar Rupiah/USD Rp 16.711 Rp 16.701 0,04% Bloomberg

Berita Terkait

KPK Minta Dua Saksi Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Pengurusan RPTKA Hadir
Polisi Periksa Laporan Kasus Perzinahan yang Menyeret Inara Rusli
Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan
Undian Piala Dunia 2026 Digelar: Memecahkan Rekor, Menyambut 48 Tim dan Debut Empat Negara!
DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Izin Perkebunan & Kehutanan: Soroti Minimnya Kontribusi Tangani Bencana
KPK Siap Dalami Lebih Jauh Dugaan Suap Proyek Jalan di Sumatera Utara
Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!
Prabowo Apresiasi Atas Dukungan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:23 WIB

KPK Minta Dua Saksi Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Pengurusan RPTKA Hadir

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:04 WIB

Polisi Periksa Laporan Kasus Perzinahan yang Menyeret Inara Rusli

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:42 WIB

Transparansi CSR Kalteng Disorot! Legislator Kalteng Siti Nafsiah Desak Audit Program Perusahaan

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:19 WIB

Undian Piala Dunia 2026 Digelar: Memecahkan Rekor, Menyambut 48 Tim dan Debut Empat Negara!

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:07 WIB

DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Izin Perkebunan & Kehutanan: Soroti Minimnya Kontribusi Tangani Bencana

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:00 WIB

KPK Siap Dalami Lebih Jauh Dugaan Suap Proyek Jalan di Sumatera Utara

Jumat, 5 Desember 2025 - 09:45 WIB

Kaur Keuangan Inisial EP Terjerat Korupsi Dana Desa Barsel, Diduga Main Judi Online!

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:38 WIB

Prabowo Apresiasi Atas Dukungan Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

Berita Terbaru

Dina maulidah Dorong Kader PKK Jadi Komunikator yang Menginspirasi

DPRD MURA

Dewan Dorong Kader PKK Jadi Komunikator yang Menginspirasi

Jumat, 5 Des 2025 - 21:53 WIB