1tulah.com, PURUK CAHU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya (Mura) mendorong Pemkab setempat, untuk menyiapkan fasilitas transportasi berupa bus antar jemput pelajar. Usulan ini diutarakan Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., M.M., M.A.P., sebagai solusi atas kebijakan larangan pelajar SD dan SMP menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah.
Menurut Bebie, larangan tersebut merupakan langkah tepat untuk melindungi anak-anak dari risiko kecelakaan lalu lintas. Namun, kebijakan itu harus diiringi dengan solusi konkret agar tidak menimbulkan kesulitan baru bagi masyarakat. “Pemerintah perlu hadir memberikan jalan keluar yang nyata,” ujarnya.
Bebie menjelaskan, banyak orang tua di pedesaan yang berprofesi sebagai petani, pekebun, atau pekerja harian. Kondisi ini membuat mereka tidak selalu memiliki waktu untuk mengantar dan menjemput anak-anak ke sekolah. Situasi tersebut semakin berat bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil dan jauh dari sekolah.
Politisi PDIP Mura ini menegaskan, pentingnya penyediaan bus sekolah sebagai kebutuhan mendesak. Fasilitas itu tidak hanya menjamin keselamatan pelajar, tetapi juga meringankan beban orang tua serta mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Murung Raya.
“DPRD berharap Pemkab Murung Raya melalui Disdikbud segera menindaklanjuti usulan ini dengan langkah nyata. Dengan adanya bus antar jemput, anak-anak bisa lebih aman dan nyaman berangkat serta pulang sekolah,” pungkas Bebie. (Sur)







![Ilustrasi dampak kabut asap karhutla pada kesehatan tubuh. [Suara.com/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-ispa-225x129.jpg)



![Ilustrasi - Sejumlah aktivis menggelar Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Kamis (2/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/andrie-yunus-cemas-225x129.jpg)




![Ilustrasi dampak kabut asap karhutla pada kesehatan tubuh. [Suara.com/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-ispa-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

