Harga Bawang Merah Murah Meriah, Ternyata Gara-gara Hal Ini

- Jurnalis

Selasa, 13 Agustus 2024 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Pasar Tradisional Pasar Pendopo sepi. Harga pangan terutama beras mengalami kenaikan signifikan. Foto.Delia/1tulah.com

Suasana di Pasar Tradisional Pasar Pendopo sepi. Harga pangan terutama beras mengalami kenaikan signifikan. Foto.Delia/1tulah.com

1TULAH.COM – Badan Pangan Nasion (Bapanas) membeberkan penyebab harga bawang merang yang semakin anjlok di awal Agustus 2024 ini. Harga bawang merah lebuh murah 40,36 persen dari harga acuan pemerintah (HAP).

Sementara, HAP bawang merah sendiri di tingkat produsen sebesar Rp 18.500-20.000/kilogram.

“Harga bawang merah per tanggal 10 Agustus 2024 sebesar Rp 14.900 per kilogram dan tercatat harga bawang merah tercatat 40,36 persen di bawah harga acuan pemerintah,” ujar Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Nyoto Suwignyo dalam rapat Inflasi Pangan secara virtual, Senin (12/8/2024).

Baca Juga :  Mengenakan Rompi Tahanan Pink dan Tangan Terborgol, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung

Nyoto menjelaskan, panen raya menjadi biang kerok turunnya harga bawang merah. Hal ini diperparah dengan konsumsi masyarakat yang juga menurun.

Dia memaparkan, di periode Januari-Juli 2024 produksi bawang merah sebesar 771.300 ton. Sebenarnya, angka produksi ini turun 4,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :  Eks Menag Gus Yaqut Didakwa Terima USD 271.500 dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp622 Miliar

Namun, konsumsi pada periode tersebut juga mengalami penurunan sebesar 691.100 atau turun tipis 0,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dengan demikian, ada sekitar 80.200 ton bawang merah yang posisinya mengambang, inilah yang menyebabkan harga bawang merah cenderung menurun,” jelasnya.

Berdasarkan panel harga Bapanas, harga bawang merah di hari ini turun menjadi Rp 26.130/kilogram.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja
Pemkab Murung Raya Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersama KPK
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun
Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik
Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran
Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas
Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026
Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Soroti Hak Pesangon dan PHK, KSPI Desak Pemerintah Cabut PP Turunan UU Cipta Kerja

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Skandal Korupsi PT TPL Tbk, Negara Rugi Rp2 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Tingkatkan Rasa Bangga Berbusana Lokal, DWP Sekretariat DPRD Kalteng Edukasi Anggota lewat Museum Batik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Bahlil dan Purbaya Bertemu Bahas Subsidi BBM Tepat Sasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Ahmad Sahroni Minta Provokator Hoaks di Medsos Ditindak Tegas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Salju Abadi Indonesia Kian Memudar: Gletser Puncak Jaya Papua Tersisa 2 Persen, Diprediksi Punah Total 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Dakwaan Kasus Kuota Haji: JPU KPK Ungkap Pengaturan Kuota Tambahan ‘Satu Pintu’ Lewat Bos Maktour

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Bukan Lagi Soal Kompetisi: Kolaborasi Lintas Media Jadi Kunci Eksistensi Pers Daerah

Berita Terbaru