Jangan Salah Persepsi! Ini Perbedaan Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan

- Jurnalis

Senin, 15 Juli 2024 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mencium bayi (Freepik/cookie_studio)

Ilustrasi mencium bayi (Freepik/cookie_studio)

KALTENGLIMA.COM – Psikolog klinis Vera Itabiliana Hadiwidjojo dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia menyatakan bahwa baby blues dan depresi pasca melahirkan adalah dua kondisi berbeda.

“Dua kondisi tersebut merupakan hal yang berbeda, ini dapat dilihat tergantung dari durasinya,” kata Vera dilansir di Jakarta, Minggu (14/7).

Vera menjelaskan, baby blues adalah masalah psikologis yang bisa menyebabkan perasaan sedih, marah, dan cemas pada ibu baru. Kondisi ini biasanya berlangsung selama satu hari hingga dua minggu.

Sebaliknya, depresi pasca melahirkan dapat menyebabkan perasaan sedih yang berlangsung hingga beberapa bulan.

Gejala baby blues meliputi perubahan emosi seperti mudah marah, mudah menangis, cemas, dan cepat lelah.

Namun, gejala depresi pasca melahirkan lebih intensif dan termasuk perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat, kesulitan tidur, dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Menurut Vera, baby blues juga dapat berkembang menjadi depresi perinatal yang memerlukan penanganan profesional, seperti terapi psikologis dan obat-obatan. Kondisi ini dapat berdampak buruk pada kesejahteraan ibu dan bayi.

Ibu yang mengalami masalah psikologis ini mungkin akan kesulitan tidur, sehingga kondisinya memburuk dan kesulitan merawat bayinya.

Hal ini juga dapat mengganggu pemberian ASI eksklusif dan pembangunan ikatan antara ibu dan bayi, yang bisa mempengaruhi interaksi dan keterampilan bayi.

Bayi yang ibunya mengalami baby blues berkepanjangan mungkin mengalami perkembangan yang terhambat.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Berita Terbaru