Selamatkan Terumbu Karang, Amerika Siap Hapus Utang Indonesia $35 Juta

- Jurnalis

Rabu, 10 Juli 2024 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan AS Janet Yellen menghapuskan utang Indonesia sebesar $35 juta untuk upaya perbaikan terumbu karang di Indonesia (foto: dok).

Menteri Keuangan AS Janet Yellen menghapuskan utang Indonesia sebesar $35 juta untuk upaya perbaikan terumbu karang di Indonesia (foto: dok).

1TULAH.COM-Amerika Serikat (AS) pada Senin (8/7/2024) mengumumkan penghapusan utang Indonesia sebesar $35 juta selama sembilan tahun ke depan. Kesepakatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memulihkan dan melestarikan terumbu karang di Indonesia, yang menurut para ahli merupakan salah satu ekosistem laut dengan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyampaikan, “Kesepakatan ini merupakan contoh penting dari kepemimpinan global AS dalam memerangi perubahan iklim dan melindungi keanekaragaman hayati laut.”

Ancaman Terhadap Terumbu Karang

Terumbu karang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, saat ini menghadapi berbagai ancaman, terutama akibat perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan suhu laut. Data menunjukkan bahwa selama setahun terakhir, hampir dua pertiga terumbu karang di dunia telah mengalami stres panas yang cukup parah untuk memicu “pemutihan”, yang pada akhirnya dapat memusnahkan terumbu karang.

Kerja Sama AS-Indonesia

Perjanjian penghapusan utang ini merupakan pertukaran “utang untuk alam” keempat yang dilakukan AS dan Indonesia sejak tahun 2009. Diperkirakan kesepakatan ini akan mendanai setidaknya 15 tahun kegiatan konservasi di dua wilayah utama di kawasan yang dikenal sebagai “Segitiga Terumbu Karang”.

Upaya Konservasi

Dana dari kesepakatan ini akan digunakan untuk berbagai kegiatan konservasi, termasuk:

  • Memulihkan terumbu karang yang rusak: Hal ini akan dilakukan dengan berbagai metode, seperti transplantasi karang dan pembersihan puing-puing laut.
  • Meningkatkan manajemen kawasan lindung: Hal ini akan dilakukan dengan memperkuat patroli dan penegakan hukum, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya terumbu karang.
  • Mendukung penelitian dan pendidikan: Hal ini akan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang terumbu karang dan mengembangkan solusi inovatif untuk melindunginya.
Baca Juga :  KPU Barito Utara Hasilkan 5 Kesepakatan dengan Perusahaan terkait TPS Lokasi Khusus

Langkah Penting untuk Melestarik Keanekaragaman Hayati

Kesepakatan antara AS dan Indonesia ini merupakan langkah penting dalam memerangi perubahan iklim dan melindungi keanekaragaman hayati laut. Diharapkan kesepakatan ini dapat menjadi contoh bagi negara lain untuk bekerja sama dalam upaya pelestarian terumbu karang di seluruh dunia.

Perjanjian tersebut merupakan pertukaran “utang untuk alam” yang keempat yang dilakukan kedua negara sejak 2009, dan diperkirakan akan mendanai setidaknya 15 tahun kegiatan konservasi di dua wilayah utama dari apa yang dikenal sebagai “Segitiga Terumbu Karang”.

Bentang Laut Kepala Burung dan Bentang Laut Banda-Sunda Kecil yang ditargetkan, mencakup luasan ratusan ribu hektar, yang merupakan habitat bagi lebih tiga perempat dari semua spesies karang dan lebih dari 3 ribu jenis ikan, kura-kura, hiu, paus dan lumba-lumba.

Indonesia memiliki 5,1 juta hektar terumbu karang, yang merupakan 18 persen dari luas terumbu karang dunia, menurut kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif. Tetapi persoalan pemutihan karang tahun ini, telah menimbulkan dampak yang buruk.

“Dua wilayah ini merupakan pusat dari keanekaragaman hayati,” kata Alexandre Portnoi, penasihat hukum dari Conservation International yang membantu pencapaian kesepakatan ini.

Indonesia memperoleh keuntungan dari penghapusan utang sebelumnya dengan AS pada 2009, 2011 dan 2014, yang secara kolektif dari waktu ke waktu berjumlah hampir $70 juta. Penghapusan utang kali ini merupakan yang pertama, yang

Baca Juga :  Katy Perry Kembali dengan Album Baru Bertajuk "143", Penuh Semangat dan Cinta!

berfokus pada terumbu karang, dibanding pada hutan hujan Indonesia yang dilakukan sebelumnya, yang terancam oleh perluasan perkebunan sawit.

Pelestarian terumbu karang lebih sulit dilakukan dalam skala nasional karena utamanya terancam oleh pemanasan planet akibat emisi gas rumah kaca global sebagai dampak dari pembakaran bahan bakar fosil, sesuatu yang tidak dapat ditangani sendirian oleh Indonesia.

Kesepakatan ini, yang ditandatangani pekan lalu dan diumumkan pada Senin, masih diharapkan akan menciptakan perubahan.

Kesepakatan ini akan menghapuskan utang Indonesia sebesar $26 juta, di bawah UU Konservasi Hutan Tropis dan Terumbu Karang AS. Conservation International akan berkontribusi sebesar $3 juta dan $1,5 juta yang lain akan disumbangkan oleh The Nature Conservancy, kelompok lain yang terlibat erat dalam pertukaran utang ini.

Pemerintah Indonesia akan berkomitmen untuk pemulihan terumbu karang sementara LSM lokal akan menggunakan dana konservasi untuk mendukung proyek-proyek yang secara langsung bermanfaat bagi ekosistem terumbu karang, begitu juga mata pencaharian berkelanjutan bagi mereka yang bergantung pada terumbu karang.

“Ini cukup sederhana,” kata Portnoi, dan menjelaskan bahwa utang yang dihapuskan untuk kepentingan alam ini didesain secara khusus untuk “memutus siklus” utang yang berkontribusi terhadap degradasi lingkungan. (Sumber:voaindonesia.com)

 

Berita Terkait

Palangka Raya Optimis Melesat Maju: Abdul Razak Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Kota Cantik!
Breaking News! Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono Dilantik Jokowi Jadi Wamenkeu
Dua Politisi Gerindra Akan Dilantik Jokowi Sore Ini
Krisis Air di IKN Akan Jadi Lumbung Bisnis Elite Oligarki, Ini Penjelasan Greenpeace
Meriah! Senam Masal dan Jalan Sehat Warnai HUT ke-74 Barito Utara
Melahirkan Normal Lebih Aman: Dokter Spesialis Kandungan Ungkap Risiko Operasi Caesar
Penyanyi Legendaris Gugat Penyanyi Ternama! Ada Apa dengan Lagu “Kasih”?
Sukseskan Pilkada 2024, Dewan Barsel Ini Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:21 WIB

Palangka Raya Optimis Melesat Maju: Abdul Razak Dukung Pembangunan Berkelanjutan di Kota Cantik!

Kamis, 18 Juli 2024 - 16:05 WIB

Breaking News! Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono Dilantik Jokowi Jadi Wamenkeu

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:40 WIB

Dua Politisi Gerindra Akan Dilantik Jokowi Sore Ini

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:34 WIB

Krisis Air di IKN Akan Jadi Lumbung Bisnis Elite Oligarki, Ini Penjelasan Greenpeace

Kamis, 18 Juli 2024 - 14:56 WIB

Meriah! Senam Masal dan Jalan Sehat Warnai HUT ke-74 Barito Utara

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:17 WIB

Melahirkan Normal Lebih Aman: Dokter Spesialis Kandungan Ungkap Risiko Operasi Caesar

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:07 WIB

Penyanyi Legendaris Gugat Penyanyi Ternama! Ada Apa dengan Lagu “Kasih”?

Kamis, 18 Juli 2024 - 09:14 WIB

Sukseskan Pilkada 2024, Dewan Barsel Ini Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru

Entertainment

Kabar Duka! Suami Jennifer Coppen, Dali Wassink Meninggal Dunia

Kamis, 18 Jul 2024 - 18:11 WIB

Asisten II Everiady Noor saat foto bersama dengan peserta Bimtek, Kamis (18/7/2024).foto.M Gazali/1tulah.com

Muara Teweh

Dinas SosPMD Gelar Bimtek LPJ APBdes

Kamis, 18 Jul 2024 - 16:36 WIB