Dewan Imbau Masyarakat Barsel Waspada Penyebaran Penyakit DBD

- Jurnalis

Senin, 24 Juni 2024 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Hermanes.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Hermanes.

1tulah.com, BUNTOK-Pada saat peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau (Pancaroba), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Hermanes mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah setempat untuk mewaspadai serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

“Sebab, berdasarkan data dari Kemenkes pada minggu ke-17 tahun 2024 ada sebanyak 88.593 kasus DBD dengan 621 kasus kematian yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar Hermanes di Buntok, Senin (24/6/2024).

Ia menerangkan, hal tersebut berdasarkan laporan, dari 456 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi, dengan kasus kematian akibat DBD yang terjadi di 174 Kabupaten/Kota di 28 Provinsi di Indonesia.

“Meski di Kabupaten kita DBD masih bisa ditangani, namun jangan anggap remeh penyakit ini, kita harus lebih waspada lagi terhadap penyakit ini, karena hingga saat ini telah banyak saudara-saudara kita di daerah lain yang sudah terjangkit dan menjadi korban,” terang Ligestalor dari Fraksi PDI-P Barsel itu.

Baca Juga :  Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Ia menuturkan, pada tahun 2023 kasus DBD berhasil diturunkan sekitar 35%, namun pada minggu ke-22 tahun 2024 kasus DBD di Indonesia mengalami kenaikan yang sangat tinggi, yakni mencapai 119.709 kasus dengan 777 kasus kematian, dan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kasus DBD selama tahun 2023 yang totalnya mencapai 114.720 kasus.

“Penyakit ini bisa muncul tidak terlepas dari iklim dan cuaca yang saat ini terjadi, seperti tingkat kelembaban udara yang tinggi dapat mempercepat perkembangan nyamuk Aedes Aegypti, sehingga warga negara Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Barsel perlu berhati-hati dan tetap waspada terhadap penyakit DBD ini,” tutur Hermanes yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barsel itu.

Ia mengatakan, dalam upaya mencegah dengue berkembang biak, masyarakat dapat melakukan langkah 3M (Menguras benda-benda yang dapat menampung air, Menutup rapat tempat penampungan air, dan  Memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang bepotensi menjadi sarang nyamuk).

Baca Juga :  Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Selain itu, lanjutnya, peran pemerintah daerah setempat juga sangat penting dan diperlukan dalam memberikan edukasi maupun pemahaman tentang bahaya ancaman penyakit DBD kepada masyarakat secara masif melalui dinas terkait, mulai dari tingkat Desa, Kelurahan, Kecamatan hingga Kabupaten, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus berprilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya masing-masing.

“Mulai sekarang mari kita sama-sama menjaga kebersihan di rumah maupun di lingkungan sekitar kita, jangan sampai ada barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air, kalau dibiarkan nanti bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk dengue, bila menemukan sebaiknya segera dikuras, dikeringkan, atau ditutup bahkan bila perlu didaur ulang, agar kita dan keluarga tidak terserang penyakit DBD,” kata Hermanes. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Minggu, 6 September 2026 - 10:22 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Berita Terbaru

Raisa dan Mathis Molinie Kian Disorot, Foto Bareng Picu Dugaan Hubungan Spesial. Instagram @raisa6690

Entertainment

Raisa Pamer Foto Bersama Mathis Molinie, Rumor Asmara Makin Panas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:29 WIB