Dengan Dukungan Iran, Hizbullah dan Hamas Berkomitmen Menghancurkan Israel

- Jurnalis

Sabtu, 4 November 2023 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendukung kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengacungkan tinju dan bersorak ketika pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah muncul melalui tautan video selama rapat umum di Beirut, Lebanon hari Jumat, 3 November 2023.

Pendukung kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengacungkan tinju dan bersorak ketika pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah muncul melalui tautan video selama rapat umum di Beirut, Lebanon hari Jumat, 3 November 2023.

1TULAH.COM-Kelompok Hizbulah secara tidak langsung menyatakan mendukung penuh Hamas dalam peperangan melawan Israel. Pasalnya, kedua kelompok ini sudah berkomitmen untuk menghancurkan Israel. Kedua kelompok ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Negara Iran.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam pidatonya yang ditunggu-tunggu pada Jumat (3/11/2023) berusaha menggambarkan kelompok ekstremis Hizbullah sebagai pembela yang gigih terhadap militan Hamas yang bertempur di Gaza tanpa melibatkan negaranya sendiri, Lebanon, ke dalam perang skala penuh dengan Israel.

Nasrallah juga membantah bertanggung jawab atas pembantaian 1.400 orang di Israel pada 7 Oktober, dan menggambarkannya sebagai “100 persen (serangan) warga Palestina,” dan mengatakan bahwa dia menganggap Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab langsung atas perang yang mengakibatkan ribuan warga Palestina tewas.

Nasrallah tidak secara langsung mengumumkan niat kelompoknya untuk ikut berperang melawan Israel, seperti yang dikhawatirkan beberapa orang, namun mengemukakan alasan bahwa melalui baku tembak roket dan artileri selama berminggu-minggu dengan Israel, Hizbullah telah memasuki perang (dengan Israel).

Selanjutnya, Nasrallah mengatakan bahwa peningkatan (ketegangan) lebih lanjut di front Lebanon adalah kemungkinan yang realistis, namun para analis mencatat bahwa dia menggambarkan tidak ada langkah konkrit yang akan diambil oleh Hizbullah.

Baik Hizbullah dan Hamas didukung oleh Iran dan berkomitmen untuk menghancurkan Israel. Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menetapkan kedua kelompok tersebut sebagai organisasi teror.

Para analis mengatakan kepada VOA bahwa Nasrallah tampaknya telah menyesuaikan pernyataannya, dengan mempertimbangkan bahwa Lebanon tidak dapat menanggung kehancuran besar-besaran seperti yang terjadi di Gaza, karena saat ini Lebanon sudah terhuyung-huyung akibat krisis ekonomi yang melumpuhkan negara itu.

Mengenai front Lebanon di perbatasan utara Israel, dia mengatakan, “Semua opsi terbuka bagi kami, dan kami mempelajari semua opsi tersebut. Kami harus siap dan bersiap untuk semua opsi yang bisa terjadi di masa depan.”

Tangkapan layar ini menunjukkan ketika pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah berbicara kepada pendukungnya melalui tautan video, saat rapat umum di Beirut, Jumat 3 November 2023.

Baca Juga :  Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Tangkapan layar ini menunjukkan ketika pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah berbicara kepada pendukungnya melalui tautan video, saat rapat umum di Beirut, Jumat 3 November 2023.

Analis Lebanon Dania Koleilat Khatib mengatakan kepada VOA bahwa Hizbullah sedang memainkan perang psikologis terhadap Israel dengan terus menebak-nebak tindakan (Hizbullah) selanjutnya.

Nasrallah “menginginkan tiga hal: membuat IDF (Pasukan Pertahanan Israel) sibuk, bingung dan takut,” kata Khatib, presiden Pusat Penelitian untuk Kerja Sama dan Pembangunan Perdamaian di Beirut.

“Orang-orang mengharapkan dia mengatakan bahwa kami (Hizbullah) memasuki perang atau kami tidak akan ikut perang. Justru sebaliknya, dia mengatakan kita (Hizbullah) sudah memasuki perang. Kami akan berbuat lebih banyak. Saya pikir tujuan pidato ini adalah untuk meningkatkan kebingungan di kalangan warga Israel,” ujar Khatib.

Dia menambahkan bahwa hal terpenting yang diserukan oleh Nasrallah adalah perlunya gencatan senjata di Gaza untuk mencegah perang regional habis-habisan.

Seorang pendukung kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengibarkan bendera Palestina dengan kata-kata Arab yang bertuliskan: “Yerusalem kami datang,” dalam rapat umum di Beirut, Lebanon, Jumat 3 November 2023.

Seorang pendukung kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengibarkan bendera Palestina dengan kata-kata Arab yang bertuliskan: “Yerusalem kami datang,” dalam rapat umum di Beirut, Lebanon, Jumat 3 November 2023.

Nasrallah mengatakan Hizbullah “menganggap bahwa mereka sudah berperang, tidak hanya secara absolut, tetapi juga secara nyata sejak 8 Oktober,” menurut Rita Sassine dan Anthony Samrani, yang menulis di surat kabar Lebanon L’Orient Le Jour.

Hizbullah terlibat dalam serangan balasan di perbatasan utara Israel yang melibatkan roket, rudal, dan pesawat tak berawak berisi bahan peledak dengan peningkatan bertahap di kedua sisi. Hizbullah mengatakan pihaknya melancarkan 19 serangan serentak terhadap posisi Israel di bagian utara negara itu pada Kamis, dan sebelumnya mengatakan bahwa ini adalah serangan terbesar dalam lebih dari tiga minggu pertempuran.

Sassine dan Samrani juga merujuk pada pengumuman resmi Hizbullah mengenai “kematian setiap martirnya karena Hizbullah ingin menekankan bahwa mereka sama sekali tidak menghindari pertempuran, namun mereka sudah berpartisipasi secara aktif dalam memaksa Israel untuk memusatkan sebagian dari kekuatan (militer) mereka, sumber daya dan perhatian di perbatasan utaranya.”

Baca Juga :  TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Mereka mencatat bahwa Hizbullah telah mengumumkan kematian hampir 55 pejuang “dalam waktu yang relatif singkat.”

Nasrallah juga mendesak negara-negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk memulangkan utusan Israel, menghentikan perdagangan dan memutus semua hubungan lainnya.

Dia juga meremehkan kehadiran dua kapal induk AS yang dikerahkan ke wilayah tersebut untuk mencegah Hizbullah dan Iran meningkatkan konflik menjadi perang regional.

“Mereka tidak membuat kami takut. Mereka tidak pernah membuat kami takut di masa lalu,” katanya.

Berbicara di Israel, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken memperingatkan bahaya perang yang lebih luas, dengan pertempuran di dua atau bahkan tiga front.

Blinken menegaskan kembali dukungan AS terhadap Israel ketika ia bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, namun ia mendesak Israel untuk mengambil langkah-langkah guna menghindari jatuhnya korban sipil, ketika jumlah korban jiwa di Palestina terus melonjak.

“Sangat penting, ketika menyangkut perlindungan warga sipil yang terjebak dalam baku tembak yang dilakukan Hamas, bahwa segala sesuatu harus dilakukan untuk melindungi mereka dan memberikan bantuan kepada mereka yang sangat membutuhkan, yang sama sekali tidak bertanggung jawab. atas apa yang terjadi pada 7 Oktober,” kata Blinken.

Dia juga menyerukan jeda kemanusiaan secara lokal ketika krisis di Gaza memburuk. Blinken mengatakan kepada para pemimpin Israel bahwa “Israel tidak akan pernah berdiri sendiri” dan bahwa “Israel mempunyai hak untuk membela diri dan kewajiban untuk membela diri.”

Namun dia mengatakan bahwa kegagalan Israel dalam melindungi warga sipil Palestina berdampak pada Hamas dan organisasi teroris lainnya. Blinken mengatakan akan ada peningkatan besar bantuan kemanusiaan ke Gaza dan upaya untuk mengeluarkan warga asing dari sana. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

Berita Terkait

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah
Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg
DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:03 WIB

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 11 September 2026 - 05:57 WIB

Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Kamis, 10 September 2026 - 18:48 WIB

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Berita Terbaru