Inilah Daftar Budaya Indonesia yang Dijiplak Negara Malaysia, Baru-baru ini Lagu Pok Ame-ame

- Penulis Berita

Senin, 25 September 2023 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Negeri Jiran Malaysia sudah beberapa kali menjiplak dan mengklaim kebudayaan milik Indonesia. Sumber foto : suara.com

Negeri Jiran Malaysia sudah beberapa kali menjiplak dan mengklaim kebudayaan milik Indonesia. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Penyanyi sekaligus cosplayer asal Malaysia, Pui Ting Chin tengah jadi sorotan warganet Indonesia.

Perempuan yang akrab disapa Pudds tersebut dituding mencuri lagu Pok Ame-Ame, salah satu lagu anak-anak yang ternama di Indonesia.

Semua berawal ketika penyanyi Malaysia ini membagikan kabar mengenai single keduanya bertajuk “Tepuk Amai-Amai” melalui akun Instagran pribadinya.

Ia juga mengunggah video singkat soal video klip single tersebut.

Video klip yang menampilkan lagu Tepuk Amai-Amai dengan nuansa lagu Melayu itu bahkan membuat netizen Indonesia geram.

Bagaimana tidak, lagu itu dianggap menjiplak lagu anak asal Indonesia berjudul Pok Ame-Ame.

Ini bukanlah kali pertamanya oknum asal Malaysia menjiplak kebudayaan asal Indonesia.

Sejarah mencatat, Malaysia kerap kali menjiplak, mengubah, bahkan mengklaim kebudayaan Indonesia sebagai kebudayaan milik Malaysia.

Lalu, apa saja kebudayaan Indonesia yang pernah diklaim Malaysia? Simak inilah selengkapnya.

Lagu Pok Ame-Ame

Baca Juga :  Seorang Penumpang TransJakarta Geram, Cabut Stiker Kampanye di Kursi Penumpang

Lagu Tepuk Amai-Amai yang dinyanyikan oleh penyanyi sekaligus kreator asal Malaysia, Pui Ting Chin, viral di media sosial.

Lagu itu banjir kecaman dari warganet Indonesia karena dianggap menjiplak lagu Pok Ame-Ame, lagu anak Indonesia.

Lagu Rasa Sayange

Lagu lain yang juga diklaim dan dijiplak Malaysia adalah lagu daerah asal Maluku, Rasa Sayange.

Publik pertama kali digegerkan dengan penjiplakan itu usai Malaysia menggunakan lagu Rasa Sayange untuk mempromosikan pariwisata mereka, dengan mengambil tema Malaysia Truly Asia 2017,

Tak hanya itu, Malaysia bahkan juga menggunakan lagu Rasa Sayange saat pembukaan SEA Games 2017, di mana saat itu Negeri Jiran memang menjadi tuan rumah pesta olahraga Asia Tenggara.

Batik

Kontroversi terbesar Malaysia yang masih diingat hingga sekarang adalah mengklaim batik sebagai warisan budaya mereka. Bahkan, Malaysia secara terbuka mendaftarkan Batik sebagai warisan budaya Malaysia ke UNESCO untuk disahkan secara global.

Baca Juga :  WAH! Sarver KPU Diduga Berhasil Diretas Hacker, Data 250 Juta Pemilih Bocor

Aksi itu tentu langsung  membuat Pemerintah Indonesia bertindak tegas dan memperingatkan Malaysia. Indonesia juga menegaskan bahwa batik sudah terdaftar sebagai salah satu warisan budaya Indonesia ke UNESCO sebelumnya.

Rendang

Makanan khas Sumatera Barat, Rendang juga pernah diklaim oleh Malaysia pada tahun 2012 lalu.

Namun, hal ini langsung dikonfirmasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kemenparekraf menyatakan bahwa Rendang sudah masuk sebagai makanan asli Indonesia dalam catatan UNESCO sejak tahun 2010 lalu.

Reog Ponorogo

Kebudayaan Indonesia yang juga sempat diklaim oleh Malaysia adalah Reog Ponorogo. Kementerian Pariwisata Malaysia pernah mengklaim Reog Ponorogo mirip dengan tari Barongan asal Malaysia.

Pemerinta Malaysia bahkan berniat memasukkan Barongan sebagai warisan Malaysia. Sontak klaim itu memicu amarah masyarakat Indonesia yang menilai tari Barongan menjiplak Reog Ponorogo.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Cerita Pendaki Riau Saat Detik-Detik Gunung Marapi Erupsi
Mendagri Minta Pemda Awasi Harga Komoditas, Upaya Dalam Mengendali Inflasi
Seorang Penumpang TransJakarta Geram, Cabut Stiker Kampanye di Kursi Penumpang
Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2023 di Barsel Telah Selesai
Pelatihan Diksar Linmas, Pj Bupati Barut Harapkan Peserta Dapat Bersinergi dengan TNI/Polri
Pj.Bupati Barito Utara Buka Kegiatan Diksar Satlinmas, Diikuti 125 Peserta
UMK Tahun 2024 Barsel Rp3.595.397, Naik 1,88 Persen daripada Tahun 2023
Penggunaan Antibiotik Secara Berlebihan dan Tidak Tepat, Penyebab 75% Pasien di ICU Tak Dapat Diselamatkan

Berita Terkait

Senin, 4 Desember 2023 - 18:53 WIB

Jalankan Tugas Sebagai Pelayan Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 18:25 WIB

ASN Murung Raya Diminta Jaga Netralitas

Senin, 4 Desember 2023 - 17:19 WIB

Info Pemeliharaan Listrik Besok, Berikut Jadwal dan Daerah yang Terdampak

Senin, 4 Desember 2023 - 17:00 WIB

Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2023 di Barsel Telah Selesai

Senin, 4 Desember 2023 - 16:50 WIB

Pelatihan Diksar Linmas, Pj Bupati Barut Harapkan Peserta Dapat Bersinergi dengan TNI/Polri

Senin, 4 Desember 2023 - 14:38 WIB

Pj.Bupati Barito Utara Buka Kegiatan Diksar Satlinmas, Diikuti 125 Peserta

Senin, 4 Desember 2023 - 11:01 WIB

UMK Tahun 2024 Barsel Rp3.595.397, Naik 1,88 Persen daripada Tahun 2023

Minggu, 3 Desember 2023 - 20:36 WIB

Natal Oikumene ASN, TNI, Polri dan Masyarakat Berlangsung Khidmat

Berita Terbaru

Cerita detik-detik Gunung Marapi oleh pendaki Riau. (foto: suara.com)

Berita

Cerita Pendaki Riau Saat Detik-Detik Gunung Marapi Erupsi

Senin, 4 Des 2023 - 20:39 WIB

Pj Bupati Mura Hermon saat memimpin apel gabungan di halaman kantor Bupati Senin (4/12/2023). (Foto :1tulah.com)

Daerah

Jalankan Tugas Sebagai Pelayan Masyarakat

Senin, 4 Des 2023 - 18:53 WIB

ASN Murung Raya saat mengikuti apel gabungan, Senin (4/12/2023). (Foto :1tulah.com)

Daerah

ASN Murung Raya Diminta Jaga Netralitas

Senin, 4 Des 2023 - 18:25 WIB