Waspada Sudah Mewabah di India! Kenali Gejala, Penularan dan Pencegahan Virus Nipah

- Jurnalis

Selasa, 19 September 2023 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gejala, Penularan dan Pencegahannya
Virus Nipah (Shutterstock) -

Gejala, Penularan dan Pencegahannya Virus Nipah (Shutterstock) -

1tulah.com – Kali keempatnya Virus Nipah kembali mewabah wilayah Kerala, India sejak 2018.

Diketahui angka kematian akibat infeksi dari Virus Nipah ini cukup tinggi. Dibandingkan dengan pandemi COVID-19 yang memiliki tingkat kematian 2-3 persen, Virus Nipah ini memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi, yaitu sebesar 40 hingga 70 persen.

Lalu seperti apa serba-serbi virus Nipah India? Virus Nipah adalah virus yang dapat ditularkan oleh hewan ke manusia (zoonosis). Virus ini dapat ditularkan melalui interaksi langsung antar manusia dan melalui makanan yang terkontaminasi.

Seperti Apa Penularan Virus Nipah India?

Menurut WHO, Virus Nipah dapat berasal dari kelelawar buah yang berpindah mendekati area peternakan karena terjadi penebangan hutan secara besar-besaran.

Hewan ternak yang telah terinfeksi dapat menularkan Virus Nipah ke peternak dan peternak pun dapat menularkannya ke sesama manusia saat berinteraksi.

Penularan virus ini dapat terjadi saat manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, maupun urine.

Baca Juga :  Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Selain itu, seseorang bisa terinfeksi virus ini jika ia mengkonsumsi daging yang telah terinfeksi sebelumnya, khususnya daging yang dimasak kurang matang.

Bagaimana Gejala Virus Nipah?

Gejala pada seseorang yang telah terinfeksi virus ini dapat dirasakan dalam kurun waktu kurang lebih 4-14 hari. Gejala ringan yang biasa ditimbulkan mirip dengan gejala flu.

Namun bisa juga menimbulkan gejala yang lebih berat sehingga berisiko menyebabkan kematian. Gejala lain yang bisa dirasakan yaitu demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak nafas, dan muntah.

Pada kasus yang parah, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan peradangan pada otak atau ensefalitis. Orang yang sudah mengalami ensefalitis akibat Virus Nipah dapat merasakan gejala berupa mudah mengantuk, sulit untuk berkonsentrasi dan fokus, serta disorientasi atau tidak bisa mengenal waktu, tempat, dan orang lain, termasuk orang terdekatnya.

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Tindakan Pencegahan Virus Nipah?

Untuk mencegah penularan infeksi Virus Nipah semakin parah, bisa dilakukan hal-hal berikut:

– Menghindari kontak langsung dengan kelelawar atau hewan ternak lainnya yang berisiko akan menukarkan Virus Nipah.
– Mencuci bersih sayur dan buah sebelum dikonsumsi serta hindari konsumsi buah dan sayuran yang rusak atau tidak utuh.
– Gunakan alat pelindung diri saat membersihkan kotoran hewan seperti menggunakan sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
– Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau seseorang yang sedang sakit.
– Hindari konsumsi daging ternak yang dimasak kurang matang.

Meskipun belum ada di Indonesia, namun Anda juga perlu mengenalnya agar lebih berhati-hati dalam memilih apapun yang akan Anda konsumsi. (suara.com)

Berita Terkait

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis
BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WIB

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terbaru