Singapura Gelar Pilpres Pertama dalam Lebih dari Satu Dekade, Diikuti Tiga Capres Tanpa Cawapres

- Jurnalis

Sabtu, 2 September 2023 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemilih mengantre untuk memberikan suaranya di tempat pemungutan suara saat pemilihan presiden di Singapura, 1 September 2023. (Foto: REUTERS/Edgar Su)

Para pemilih mengantre untuk memberikan suaranya di tempat pemungutan suara saat pemilihan presiden di Singapura, 1 September 2023. (Foto: REUTERS/Edgar Su)

1TULAH.COM-Pelaksanaan Pilpres Negara Singapura diikuti oleh tiga calon presiden (Capres). Ketiga Capers tersebut adalah Halimah Yacob Capres Petahana, Tharman Shanmugaratnam, mantan wakil perdana menteri dan menteri keuangan dan Ng Kok Song, mantan kepala investasi di dana kekayaan negara Singapura.

Dalam Pilpres ini, ketiga Capres Singapura tersebut tidak memiliki Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Warga Singapura berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara (TPS) pada Jumat (1/9/2023) untuk memberikan hak suara mereka dalam pemilihan presiden (pilpres) pertama, yang digelar dalam lebih dari satu dekade di negara kota tersebut.

Pemilu tersebut diawasi dengan ketat, sebagai indikasi dukungan terhadap partai yang berkuasa, setelah serangkaian skandal politik menghantam negara itu.

Peran presiden di Singapura sebagian besar bersifat seremonial, tetapi terdapat sejumlah persyaratan ketat untuk dapat menduduki posisi tersebut.

Pasalnya presiden secara formal akan mengawasi akumulasi cadangan keuangan Negara, dan memegang kekuasaan untuk memveto tindakan tertentu dan menyetujui penyelidikan anti-korupsi.

Meskipun jabatan kepresidenan merupakan jabatan non-partisan berdasarkan konstitusi, garis politik sudah ditentukan menjelang pemilu untuk menggantikan petahana Halimah Yacob, yang mencalonkan diri untuk masa jabatan enam tahunnya pada 2017 tanpa ada lawan.

Baca Juga :  Kepastian THR Ojol & Kurir 2026: Menaker Yassierli Segera Lapor Presiden Prabowo

Pemerintahan negara kota ini dijalankan oleh perdana menteri, yang saat ini dipegang Lee Hsien Loong dari Partai Aksi Rakyat (PAP). PAP telah memerintah Singapura sejak 1959.

Para pengamat mengatakan bahwa hasil pilpres itu bisa mencerminkan tingkat dukungan terhadap PAP menjelang pemilu 2025 atau ketidakpuasan warga setelah adanya serangkaian skandal di tubuh pemerintahan, termasuk penyelidikan korupsi terhadap menteri transportasi dan pengunduran diri dua legislator PAP karena skandal perselingkuhan.

“Apa yang kami inginkan adalah Singapura yang sejahtera,” kata pekerja mandiri Patrick Low, 70, kepada AFP setelah memberikan suaranya.

Antrean yang mengular dari pusat pemungutan suara terlihat berlangsung tertib tanpa kegaduhan, kondisi yang sering kali ditemukan pada penyelenggaraan pemilu negara-negara lain di mana para pendukung partai tertentu sering kali berteriak-teriak atau membagikan selebaran untuk mendapatkan suara terakhir.

Kandidat yang diunggulkan adalah mantan wakil perdana menteri dan menteri keuangan Tharman Shanmugaratnam, yang sudah lama menjadi pendukung PAP, sebelum ia mengundurkan diri menjelang pencalonannya.

Ekonom berusia 66 tahun tersebut dianggap mendapat dukungan pemerintah dan ditanyai tentang independensinya selama kampanye.

Baca Juga :  Misi Kemanusiaan Gaza 2026: Chiki Fawzi Siap Tembus Blokade Lewat Jalur Laut di Tengah Ketegangan Global

Pergeseran Dukungan

Pesaing ketiga, Ng Kok Song, 75 tahun, adalah mantan kepala investasi di dana kekayaan negara Singapura, GIC, yang mengelola cadangan devisa negara.

“Pemilihan presiden semakin diperlakukan sebagai pemilu,” kata Mustafa Izzuddin, analis politik di konsultan Solaris Strategies Singapura.

“Peningkatan dalam pemungutan suara protes diperkirakan terjadi karena sentimen yang bimbang terhadap pemerintah yang berkuasa,” tukasnya.

PAP baru-baru ini diguncang oleh skandal politik, sebuah hal yang jarang terjadi di kota yang memiliki reputasi pemerintahannya yang bersih, sehingga dapat menjadi pusat internasional bagi berbagai industri seperti keuangan dan penerbangan.

PAP mengalami kinerja pemilu terburuknya pada 2020, tetapi tetap mempertahankan lebih dari dua pertiga mayoritasnya.

Memilih adalah wajib bagi lebih dari 2,7 juta warga negara Singapura yang memenuhi syarat. Mereka yang tidak memilih tanpa alasan yang sah berisiko dicoret dari daftar pemilih.

Singapura menetapkan syarat bagi calon presiden di mana kandidat harus pernah menjabat sebagai pegawai negeri senior atau kepala eksekutif, sebuah perusahaan dengan ekuitas pemegang saham setidaknya 500 juta dolar Singapura atau sekitar Rp5,65 triliun pada kurs saat ini. (Sumber:voaindonesia.com)

 

Berita Terkait

Polri Jadwalkan Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Penghinaan Suku Toraja
Resmi! TPG Guru Madrasah Mulai Cair Bertahap Mulai Maret 2026
Hasil Pertemuan Presiden Prabowo & Ulama: Indonesia Tetap Bertahan di Board of Peace
Misi Kemanusiaan Gaza 2026: Chiki Fawzi Siap Tembus Blokade Lewat Jalur Laut di Tengah Ketegangan Global
Hadiri Sosialisasi KHBS, Heriyus Tegaskan Dukungan Program Pemprov Kalteng
Skandal ‘Perusahaan Ibu’: Mengapa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjerat Korupsi Meski Bergelimang Harta?
Ekonomi Israel di Ambang Resesi! Perang Lawan Iran Telan Biaya Rp45 Triliun per Minggu
Peringatan Dini BMKG: 46% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Mulai April 2026
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:47 WIB

Polri Jadwalkan Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Penghinaan Suku Toraja

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:02 WIB

Resmi! TPG Guru Madrasah Mulai Cair Bertahap Mulai Maret 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:04 WIB

Hasil Pertemuan Presiden Prabowo & Ulama: Indonesia Tetap Bertahan di Board of Peace

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:07 WIB

Misi Kemanusiaan Gaza 2026: Chiki Fawzi Siap Tembus Blokade Lewat Jalur Laut di Tengah Ketegangan Global

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:31 WIB

Hadiri Sosialisasi KHBS, Heriyus Tegaskan Dukungan Program Pemprov Kalteng

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:42 WIB

Skandal ‘Perusahaan Ibu’: Mengapa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjerat Korupsi Meski Bergelimang Harta?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:28 WIB

Ekonomi Israel di Ambang Resesi! Perang Lawan Iran Telan Biaya Rp45 Triliun per Minggu

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:10 WIB

Peringatan Dini BMKG: 46% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Mulai April 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polri Musnahkan 47,5 Kg Sabu dan 101 Ribu Butir Happy Five

Jumat, 6 Mar 2026 - 14:49 WIB