Musim Kemarau 2023 Berakhir Kapan, Ini Penjelasan BMKG

- Jurnalis

Rabu, 16 Agustus 2023 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kemarau, musim kemarau 2023 sampai kapan (Freepik)

Ilustrasi kemarau, musim kemarau 2023 sampai kapan (Freepik)

1tulah.com – Indonesia kini tengah memasuki Musim kemarau, pasalnya sudah terjadi sejak Maret 2023. Belakangan ini, cuacanya pun sangat panas. Hal ini kemudian mengundang tanya warganet, musim kemarau 2023 sampai kapan? Untuk mengetahui musim kemarau 2023 sampai kapan, simak berikut ini ulasannya dari BMKG.

Diketahui, BMKG memprediksi bahwa musim kemarau di Indonesia tahun 2023 akan mencapai puncaknya pada bulan Juli-September 2023. Untuk menghindari kekeringan seperti yang terjadi pada musim kemarau tahun 2019, menteri PUPR pun memberikan beberapa langkah antisipasi.

Melansir dari situs Kementrian PUPR pu.go.id, Jarot Widyoko selaku Plt Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko menyampaikan bahwa antisipasi untuk mencegah kekeringan tahun 2023 yakni sebagai berikut:

– Pembuatan rehabilitasi

– Pemeliharaan untuk sumur-sumur

Baca Juga :  KPK Periksa Aspri Bupati Tulungagung Nonaktif Terkait Dugaan Korupsi

– Pengaturan bendungan-bendungan embung yang ada pintu-pintunya

Nah langkah-langkah di atas ternyata belum mampu mengatasi kekeringan, maka Kementrian PUPR akan berkoordinasi dengan Cipta Karya dan Pemda (pemerintah daerah) untuk mengedrop air menggunakan tangki-tangki air.

Umumnya, kekeringan pada musim kemarau akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan air di wilayah-wilayah yang tingkat intensitas hujannya rendah seperti NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), Bali, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Untuk daerah-daerah tersebut, Kementerian PUPR akan membuat sumur bor. Sebelum membuat sumur bor, terlebih dahulu akan dilakukan pengkajian potensi sumber air yang ada di sekitar daerah tersebut, mengingat intensitas hujannya yang relatif rendah sehingga cadangan air dalam tanah pun terbatas.

Kementerian PUPR juga akan melakukan operasi dan pemeliharaan sumur-sumur eksisting dari program OPOR (Operasi Pemeliharaan Optimalisasi dan Rehabilitasi) yang berjumlah sekitar 8.213 sumur bor (kapasitas 72,02 m3/detik).

Baca Juga :  Rekam Jejak Ferry Yanto Hongkiriwang: Dari Isu Penyekapan Anggota Densus 88 hingga Pusaran Kasus Febrie

Selain membangun sumur bor, fungsi tampungan air bendungan, embung, situ, dan danau juga akan dimaksimalkan oleh Kementrian PUPR. Untuk antisipasi kekeringan pada lahan pertanian, Kementerian PUPR juga akan melakukan kebijakan rehabilitasi jaringan irigasi sekitar 412.541 hektare.

Adapun lahan pertanian yang umumnya mengalami kekurangan air saat musim kemarau yaitu sawah tadah hujan serta sawah dengan irigasi teknis dari bendung, yang mana sawah jenis ini bergantung terhadap debit air sungai.

Itulah ulasan mengenai musim kemarau 2023 sampai kapan lengkap dengan ulasan beberapa langkah antisipasi untuk mengetasi kekeringan di musim kemarau 2023. Semoga informasi ini bermanfaat!. (suara.com)

Berita Terkait

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Berita Terbaru