Mario Dandy Dituntut 12 Tahun Penjara, Pengacara David Ozora Tidak Puas, Melissa : Perlu ada Hukum Tambahan

- Jurnalis

Selasa, 15 Agustus 2023 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa kasus penganiayaan David Ozora, Mario Dandy saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (15/08/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Terdakwa kasus penganiayaan David Ozora, Mario Dandy saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (15/08/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

1tulah.com – Mario Dandy Satriyo dituntut 12 tahun penjara di kasus penganiayaan berat berencana terhadap korbannya David Ozora. Pengacara David Ozora, Mellisa Anggraeni, menyatakan pihaknya tidak puas karena tidak sepadan untuk memberikan keseimbangan hukum.

“Sekali pun dituntut maksimal ancaman pidana 12 tahun tidak sepadan untuk memberikan keseimbangan hukum kepada Mario Dandy yang dilakukan ke pada anak korban,” kata Mellisa di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (15/8/2023).

Menurut Mellisa aksi sadis ke David itu di luar nalar manusia. Dia menilai perlu ada hukuman tambahan bagi anak Rafael Alun Trisambodo Mario Dandy. Contohnya dibebankan tambahan pidana penjara jika tidak mampu membayar restitusi.

“Perbuatan di luar nalar dan sangat mengusik rasa kemanusiaan kita sebagai manusia beradab. Perlu adanya sanksi pidana pengganti restitusi yang dapat diberlakukan apabila Mario Dandy dkk tidak membayar restitusi kepada David sesuai putusan keadilan,” tegas Mellisa.

Mellisa mengatakan penderitaan yang dialami kliennya tidak sebanding tuntutan tersebut. Sebab, kata Mellisa, Mario bersama terdakwa Shane Lukas dan anak AG (15) sudah berencanakan penganiayaan tersebut.

Baca Juga :  Tak Diundang ke Rakernas V, Jokowi Sudah Buka Kader Internal PDI Perjuangan Lagi

“Membayangkan merasakan penderitaan dan ketidakberdayaan David saat bertubi-tubi dipukul di tendang kepalanya secara Sadis dan brutal oleh Mario Dandy,” ucap Mellisa.

“Maka khusus Dandy ancaman pidana itu Tidak lah terasa cukup sebanding dengan penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu yang dilakukan terhadap anak korban David,” tambahnya.

Adapun Mario Dandy Satriyo dituntut hukuman 12 tahun penjara di kasus penganiayaan berat berencana terhadap David Ozora.

“Kami Penuntut Umum, menuntut supaya hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Mario Dandy Satriyo selama 12 tahun penjara,” kata jaksa, Selasa.

Dalam poin memberatkannya, jaksa menyebut perbuatan Mario telah melakukan aksi secara sadis dan brutal ke David. Akibat tindakannya, David disebut mengalami amnesia dan kerusakan di bagian otak.

“Hal memberatkan, perbuatan yang dilakukan terdakwa sangat tidak manusiawi karena dilakukan sadis dan brutal, mengakibatkan David mengalami kerusakan otak dan amnesia,” jelas jaksa.

Baca Juga :  Pesawat Boeing 777 London-Singapura Alami Turbelensi, Satu Penumpang Tewas

Mario juga disebut jaksa telah merusak masa depan David. Selain itu, JPU menilai Mario telah berbohong selama proses hukum tepatnya saat penyidikan di kepolisian.

“Telah merusak masa depan David, berusaha memutarbalikkan fakta dengan merangkai cerita bohong saat penyidikan, tidak ada perdamaian dengan korban,” ucap jaksa.

Dalam tuntutannya, jaksa menilai tidak ada satu pun hal dapat meringankan tuntutan Mario Dandy.

“Hal meringankan, nihil,” kata jaksa.

Mario diketahui menganiaya David Ozora bersama terdakwa Shane Lukas dan terpidana anak AG (15). Akibat penganiayaan itu David mengalami luka parah di sekujur tubuh harus menjalani perawatan di rumah sakit berminggu-minggu.

Mario Dandy disebut menghajar David berkali-kali. Padahal pada saat itu David sudah tidak berdaya dan tergeletak.

Dalam sidang sebelumnya, Mario Dandy didakwa dengan Pasal 353 ayat 2 KUHP dan Pasal 355 ayat 1 tentang penganiayaan berat. (suara.com)

Berita Terkait

Pesawat Boeing 777 London-Singapura Alami Turbelensi, Satu Penumpang Tewas
Resmi Jadi Kader Gerindra, Bobby Nasution Langsung Daftar Bakal Cagub Sumut
Harta Sekjen DPR Disita KPK, Indra Iskandar Layangkan Gugatan Praperadilan Ke PN Jaksel
Lepas Keberangkatan 150 JCH Barsel ke Tanah Suci Mekah, Pj Bupati Minta Doakan Ini
Gelar Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2024, Disnakertrans Barsel Siapkan Tenaga Kerja Terampil
Berpartisipasi Lomba Perahu Hias di Gelaran FBIM Tahun 2024, Pemkab Barut Tampilkan Tradisi Potong Hompong
Pemkab Murung Raya Tampilkan Mitologi Karnaval Budaya FBIM 2024
Sebelum Prabowo Dilantik, Pimpinan DPR Targetkan Revisi UU Kementerian Rampung
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:59 WIB

Pesawat Boeing 777 London-Singapura Alami Turbelensi, Satu Penumpang Tewas

Selasa, 21 Mei 2024 - 04:35 WIB

Resmi Jadi Kader Gerindra, Bobby Nasution Langsung Daftar Bakal Cagub Sumut

Selasa, 21 Mei 2024 - 04:30 WIB

Harta Sekjen DPR Disita KPK, Indra Iskandar Layangkan Gugatan Praperadilan Ke PN Jaksel

Senin, 20 Mei 2024 - 21:56 WIB

Lepas Keberangkatan 150 JCH Barsel ke Tanah Suci Mekah, Pj Bupati Minta Doakan Ini

Senin, 20 Mei 2024 - 21:49 WIB

Gelar Pemagangan Dalam Negeri Tahun 2024, Disnakertrans Barsel Siapkan Tenaga Kerja Terampil

Senin, 20 Mei 2024 - 21:41 WIB

Berpartisipasi Lomba Perahu Hias di Gelaran FBIM Tahun 2024, Pemkab Barut Tampilkan Tradisi Potong Hompong

Senin, 20 Mei 2024 - 16:34 WIB

Pemkab Murung Raya Tampilkan Mitologi Karnaval Budaya FBIM 2024

Senin, 20 Mei 2024 - 16:18 WIB

Sebelum Prabowo Dilantik, Pimpinan DPR Targetkan Revisi UU Kementerian Rampung

Berita Terbaru

error: Content is protected !!