Demokrat Disebut Pindah Koalisi Dukung Prabowo, Jika Anies Baswedan Gugur di Putaran Pertama Pilpres 2024

- Jurnalis

Kamis, 10 Agustus 2023 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum Partai Gerindra Prabowo Suboanto saat bertemu Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono. [dok. Partai Demokrat]

Ketum Partai Gerindra Prabowo Suboanto saat bertemu Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono. [dok. Partai Demokrat]

1TULAH.COM-Simulasi Pilpres 2024 diprediksi kuat akan berlangsung dalam dua putaran. Pada putaran kedua  menyisakan dua pasangan calon persiden, yakni Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Sedangkan, calon presiden Anies Baswedan dianggap gugur pada putaran pertama.

Dalam putran kedua ini, peluang partai koalisi perubahan yang mendukung Capres Anies Baswedan disebutkan akan pindah koalisi mendukung Capres Prabowo Subianto, terutama Partai Demokrat.

Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai Partai Demokrat sangat mungkin jika berpindah koalisi untuk mendukung Prabowo Subianto.

Kemungkinan ini bisa jadi kenyataan jika Anies Baswedan gagal melenggang atau kalah di putaran kedua Pilpres 2024.

“Itu bisa saja terjadi dan cukup rasional (Demokrat pindah koalisi dukung Prabowo), tetapi peluangnya bukan untuk putaran pertama, melainkan pada putaran kedua jika Anies gagal melenggang,” kata Dedi saat dihubungi, Kamis (10/8/2023).

Meski terus mendesak Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) agar segera mengumumkan cawapres untuk Anies Baswedan, peluang Demokrat hengkang untuk saat ini disebut kecil.

“Demokrat bisa saja merasa khawatir jika AHY tidak masuk tokoh prioritas dipilih sebagai Cawapres Anies, sehingga propaganda desakan itu dilakukan,” tuturnya.

Baca Juga :  Puluhan Haji Murung Raya Diberangkatkan

“Tetapi, membaca situasi Demokrat, sangat kecil kemungkinan mereka pindah koalisi kecuali Demokrat berhasil disabotase Moeldoko, sepanjang masih berada di kendali SBY dan AHY, maka Demokrat masih bisa diandalkan,” sambungnya.

Kendati memang Demokrat sendiri, kata Dedi, sebenarnya memiliki daya tawar. Hal itu ditunjukan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memiliki elektabilitas yang lumayan.

“Demokrat memang punya kekuatan untuk lakukan tawar menawar, bagaimanapun AHY adalah kader koalisi yang paling populer dan miliki Elektabilitas tinggi, dibanding kader PKS tentu saja,” pungkasnya.

Desakan Demokrat

Sebelumnya, Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Syariefuddin Hasan, menegaskan, pihaknya tak mau jika bakal calon wakil presiden Anies Baswedan diumumkan di akhir waktu.

Menurutnya, jika di menit akhir baru diumumkan justru akan kehilangan banyak waktu. “Begini, kalau memang dari Demokrat menginginkan agar segera untuk diumumkan, karena kalau last minute begitu kita semakin kehilangan waktu ya kan,” kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Menurutnya, apa yang ada dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) tidak sama seperti apa yang dimiliki oleh koalisi-koalisi lain. Untuk itu, kata dia, pengumuman capres-cawapres penting agar segera ada gerak sosialisasi.

Baca Juga :  Luhut Pandjaitan Tolak Jadi Menteri, Tapi Siap Jadi Ini...

“Kita tidak bisa disamakan dengan pasangan yang lain yang memiliki infrastruktur yang cukup dibandingkan kita,” tuturnya.

“Kalau kami ini kan di luar pemerintahan, jadi kita harus sosialisasi lebih banyak ya kan, dibandingkan dengan masa kampenye yang tersedia, kalau ingin menang ya,” sambungnya.

Selain itu, kata dia, Pilpres 2024 juga memiliki waktu kampanye yang sedikit yakni hanya 75 hari. Sehingga sosialisasi sedini mungkin penting dilakukan. “Agar bisa segera bahwa ini loh pasangan kita, nah kalau waktunya hanya dua setengah bulan, 75 hari sangat sempit waktunya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh memberikan isyarat jika bacawapres Anies akan diumumkan di akhir jelang pendaftaran Pilpres 2024.

Ia mengaku belajar dari pertandingan sepak bola piala dunia, di mana pada menit akhir pertandingan beberapa gol bisa mengubah jalannya atau hasilnya pertandingan. (Sumber:Suara.com)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Respons Polisi Usai Heboh Pengemudi Mobil Lepaskan Tembakan di Tol Surabaya-Gresik
Pesawat Boeing 777 London-Singapura Alami Turbelensi, Satu Penumpang Tewas
Viral di Medsos! Antrian Pelamar Kerja di Warung Seblak Mengular
Sejumlah Gugatan PPP Tak Diterima, Ketua KPU: Jalur MK Untuk Penuhi Ambang Batas Tak Tercapai
Tata Cara Menerbangkan Lampion Waisak di Candi Borobudur
Malang Diguncang Gempa M 5,3 Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada Gempa Susulan
Resmi Jadi Kader Gerindra, Bobby Nasution Langsung Daftar Bakal Cagub Sumut
Harta Sekjen DPR Disita KPK, Indra Iskandar Layangkan Gugatan Praperadilan Ke PN Jaksel
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 05:01 WIB

Respons Polisi Usai Heboh Pengemudi Mobil Lepaskan Tembakan di Tol Surabaya-Gresik

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:59 WIB

Pesawat Boeing 777 London-Singapura Alami Turbelensi, Satu Penumpang Tewas

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:49 WIB

Viral di Medsos! Antrian Pelamar Kerja di Warung Seblak Mengular

Rabu, 22 Mei 2024 - 04:44 WIB

Sejumlah Gugatan PPP Tak Diterima, Ketua KPU: Jalur MK Untuk Penuhi Ambang Batas Tak Tercapai

Selasa, 21 Mei 2024 - 20:09 WIB

Tata Cara Menerbangkan Lampion Waisak di Candi Borobudur

Selasa, 21 Mei 2024 - 07:26 WIB

Malang Diguncang Gempa M 5,3 Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada Gempa Susulan

Selasa, 21 Mei 2024 - 04:35 WIB

Resmi Jadi Kader Gerindra, Bobby Nasution Langsung Daftar Bakal Cagub Sumut

Selasa, 21 Mei 2024 - 04:30 WIB

Harta Sekjen DPR Disita KPK, Indra Iskandar Layangkan Gugatan Praperadilan Ke PN Jaksel

Berita Terbaru

error: Content is protected !!