Nama Gedung DPR Mendadak Diubah Jadi ‘Kandang Tikus’ dan ‘Sampah Negara’ di Google Maps

- Jurnalis

Senin, 3 Juli 2023 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gedung DPR, MPR, DPR, di Jalan Gatot Subroto. Sumber foto : suara.com

Ilustrasi gedung DPR, MPR, DPR, di Jalan Gatot Subroto. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Warganet di media sosial dihebohkan dengan penamaan sejumlah bagian di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta dalam aplikasi google maps yang diubah menjadi kata berkonotasi olokan.

Sejak pag ini hingga sore pukul 15.43 WIB sejumlah tulisan di atas masih bisa ditemui.

Ada beberapa penulisan bernada olokan pada gedung parlemen itu, antara lain ‘Gedung Korupsi’ ‘Kantor Petugas Partai’ ‘Peternakan Tikus’ ‘Sekumpulan Tikus Berdasi’ ‘Sarang Tikus’ ‘Gedung Orang Tidur’ ‘Kebun binatang Terbesar di Asia’ hingga ‘Sampah Negara’.

Tak hanya itu, nama gedung kura-kura ini pun juga sempat berubah nama menjadi ‘Tempat Tikus Puan Megawati’ lalu ‘Gedung Oknum Korupsi Terbesar di Asia’, hingga ‘Taman Perindustrian Tikus’.

Perubahan nama ini pun diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Fitur perubahan nama lokasi ini sendiri memang diizinkan oleh Google Maps karena bersifat publik.

Baca Juga :  Kemenag Aceh Perkirakan 19 Februari jadi Awal Ramadhan 1447 H

Namun, perubahan nama ini menuai kontroversi karena termasuk hinaan terhadap lembaga negara.

Lalu, seperti apa sejarah gedung DPR dan mengapa disebut kura-kura?

Gedung kura-kura ini menyimpan sejarah kelam saat memasuki era reformasi.

Menyangkut dari situs resmi mpr.go.idgedung di Senayan ini didirikan pada tanggal 8 Maret 1965 melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 48/1965.

Pembangunan gedung ini pun berasal dari gagasan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.

Bung Karno awalnya menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces).

Demi kelancaran CONEFO, Bung Karno akhirnya menggagas untuk membangun gedung megah.

Gedung yang didesain oleh Soejoedi Wirjoatmodjo, Dpl.Ing. tersebut rampung dirancang dan diresmikan oleh Soekarno pads tanggal 22 Februari 1965.

Pembangunan gedung kura-kura ini sempat terhalang oleh peristiwa G30SPKI, sebelum akhirnya pembangunannya dilanjutkan kembali melalui Surat Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 79/U/Kep/11/1966 tanggal 9 November 1966.

Baca Juga :  Anomali Kurs Rupiah: Inflow Masif tapi Loyo, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Perubahan pun dilakukan, di mana yang semula gedung ini digunakan sebagai lokasi pelaksanaan event besar negara, lalu berubah menjadi Gedung MPR/DPR RI.

Sejarah kelam juga mencatat peristiwa saat Gedung MPR/DPR RI diduduki oleh para massa demonstran pada 18 Mei 1998.

Kala itu, ribuan massa mencoba melengserkan jabatan Presiden Soeharto.

Selain itu, gedung kura-kura ini ternyata bukanlah didesain selayaknya tempurung kura-kura, melainkan desain menyerupai sayap burung yang siap lepas landas.

Konflik yang terjadi antara para wakil rakyat dengan masyarakat sendiri kerap kali menimbulkan problematika, sehingga terkadang protes yang diajukan berbentuk sarkasme, seperti kasus ‘Istana Tikus’ ini.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Anomali Kurs Rupiah: Inflow Masif tapi Loyo, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Danantara Umumkan 24 Raksasa Global Peserta Tender Energi Hijau di 4 Kota
Perkuat Ekonomi Lokal, Pemkab Barito Selatan Sosialisasikan Inovasi Daerah Tahun 2026
Gugus Tugas Mura Diminta Aktif, Ini Targetnya
Resmi Keberatan! Ikasuda-Akas Mahakam Sampaikan Protes Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2025 ke DPR RI
Kemenag Aceh Perkirakan 19 Februari jadi Awal Ramadhan 1447 H
Polisi Kepulauan Babel Gerebek Gudang Peleburan Timah Ilegal
Update Kasus Ijazah Palsu: Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan oleh Penyidik Polda Metro

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:56 WIB

Anomali Kurs Rupiah: Inflow Masif tapi Loyo, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:48 WIB

Danantara Umumkan 24 Raksasa Global Peserta Tender Energi Hijau di 4 Kota

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:36 WIB

Perkuat Ekonomi Lokal, Pemkab Barito Selatan Sosialisasikan Inovasi Daerah Tahun 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:18 WIB

Gugus Tugas Mura Diminta Aktif, Ini Targetnya

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:41 WIB

Resmi Keberatan! Ikasuda-Akas Mahakam Sampaikan Protes Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2025 ke DPR RI

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:21 WIB

Kemenag Aceh Perkirakan 19 Februari jadi Awal Ramadhan 1447 H

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:12 WIB

Polisi Kepulauan Babel Gerebek Gudang Peleburan Timah Ilegal

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:06 WIB

Update Kasus Ijazah Palsu: Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan oleh Penyidik Polda Metro

Berita Terbaru

Pj Sekda Mura Sarwo Mintarjo mengikuti Bmtek Penguatan Instrumen Evaluasi Mandiri Kabupaten/Kota Layak Anak yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia melalui zoom meeting.

Berita

Gugus Tugas Mura Diminta Aktif, Ini Targetnya

Kamis, 12 Feb 2026 - 22:18 WIB