Indonesia Net Zero Summit; Forum Strategis Wujudkan Indonesia Bebas Emisi Karbon pada 2050

- Jurnalis

Kamis, 22 Juni 2023 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap dan uap uap dari PLTU Batubara milik Indonesia Power, di sebelah Proyek PLTU Batubara di Suralaya, Banten (foto: ilustrasi). Pemerintah Indonesia telah berkomitmen akan menetapkan target bebas emisi karbon selambat-lambatnya pada tahun 2050.

Asap dan uap uap dari PLTU Batubara milik Indonesia Power, di sebelah Proyek PLTU Batubara di Suralaya, Banten (foto: ilustrasi). Pemerintah Indonesia telah berkomitmen akan menetapkan target bebas emisi karbon selambat-lambatnya pada tahun 2050.

1TULAH.COM-Permasalahan krisis iklim dan penurunan emisi karbon hingga ketingkat paling ideal, harus melibatkan para pihak dalam memikirkannya. Tidak hanya dari kalangan pegiat lingkungan maupun pemerintah, melainkan juga para tokoh politik di negeri ini.

Indonesia Net Zero Summit yang akan diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), akan menjadi salah satu forum strategis dalam mewujdukan Indonesia bebas emisi karbon pada 2050.

Beragam pihak berupaya keras mengkampanyekan kesadaran masyarakat dan komitmen mengatasi krisis iklim, termasuk dengan melangsungkan pertemuan antar sektor.

Mencapai nol emisi karbon (net zero emissions) NZE di mana jumlah emisi karbon yang dilepas ke atmosfi,r tidak melebih jumlah emisi yang mampu diserap bumi, membutuhkan kerjasama semua pihak.

Diperlukan pula transisi sistem energi, dari yang digunakan saat ini ke sistem energi bersih. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen akan menetapkan target bebas emisi karbon selambat-lambatnya pada tahun 2050.

Guna mendorong pemerintah mewujudkan target NZE atau bebas emisi karbon itu, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) akan menggelar “Indonesia Net Zero Summit 2023.”

Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan, forum ini penting untuk membahas cara-cara mempercepat tercapainya NZE.

Pemerintah dan masyarakat dunia harus bertindak sekarang agar tidak terlambat, ujarnya. Jika ingin mencegah terjadi kenaikan suhu Bumi sebesar 1,5 derajat Celcius pada 2050, maka dari sekarang jumlah gas emisi global harus dipotong 50 persen.

Baca Juga :  Kepercayaan dan Fakta: Jejak Balak Mengungkap Sisi Lain Hutan dan Masyarakatnya

“Bagi FPCI, kami tetap berharap 2050 net zero (bebas gas emisi karbon) bukan 2060. Bahkan (kalau bisa) 2045. Kami baru tur ke Korea, Denmark, dari sana kelihatan negara-negara lain juga mempunyai ambisi yang tinggi, untuk menjadi bagian dari solusi perubahan iklim. Iniah yang ingin kita lakukan dengan Indonesia Zero Summitt,” kata Dino.

Ditambahkannya, “Indonesia Net Zero Summit” – yang tahun ini merupakan yang kedua – telah menjadi forum perubahan iklim terbesar di Indonesia.

Hingga saat ini sedikitnya tujuh ribu orang dari seribu lembaga dan instansi telah mendaftar untuk menghadiri forum itu. Termasuk di antaranya sejumlah pengambil kebijakan dan tokoh, antara lain: Airlangga Hartarto, Luhut Binsar Pandjaitan, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, juga Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono. Sementara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto belum mengkonfirmasi kehadiran mereka.

Dino mengatakan FPCI berambisi ingin menjadikan Pemilihan Umum 2024 sebagai pesta demokrasi pertama dalam sejarah Indonesia yang memprioritaskan isu perubahan iklim.

Ia yakin setiap calon pemimpin Indonesia memiliki komitmen dan ambisi yang kuat untuk mengatasi perubahan iklim.

Baca Juga :  Indonesia Termasuk Negara Penyumbang Sampah Terbesar di Dunia, Setara 4.800 Candi Borobudur!

Indonesia Dinilai Dapat Capai Bebas Emisi Karbon Lebih Cepat

Manajer Digital dan Komunikasi Greenpeace Asia Tenggara Afif Saputra mengatakan sangat menyambut baik adanya forum-forum yang membahas perubahan iklim dunia semacam “Indonesia Net Zero Summit” yang mempertemukan pemangku kepentingan dengan aktivis-aktivis lingkungan hidup.

“Harapannya Indonesia bebas emisi tidak di 2050 tapi bisa lebih cepat lagi, mungkin tahun 2030 karena yang dipertaruhkan masa depan anak-anak kita. Jadi bukan cuma masa anak-anak pengusaha tambang batu bara, itu semuanya pasti akan kena. Jadi itu menyangkut kita semua,” tutur Afif.

Karena itu, Afif menekankan kolaborasi antara semua pihak sangat penting untuk menghadapi perubahan iklim global. Dia menegaskan masalah perubahan iklim merupakan persoalan mendesak yang harus ditangani oleh Indonesia secepatnya.

Dia menilai upaya pemerintah dalam menangani perubahan iklim masih minim dan belum ambisius. Meskipun pemerintah sudah melarang pembangunan PLTU batubara baru, tetapi yang sudah teken kontrak masih tetap jalan, “selama masih diberi celah penggunaan batubara ini tetap akan menjadi masalah besar, karena emisi Indonesia, pertama dari hutan, kedua, penggunaan energi fosil,” kata Afif.

Untuk itu dia berharap pemerintah memiliki komitmen dan upaya serius untuk mencapai NZE pada tahun 2050. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Nawawi Pomolango Ogah Maju Capim Lagi: Terlalu Banyak Masalah di KPK
Jangan Salah Persepsi! Ini Perbedaan Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan
APBD Barito Utara 2025: Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pj. Bupati Muhlis Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Argentina Raih Gelar Juara Copa America ke-16, Catat Sejarah Baru dan Era Emas Sepak Bola!
5 Tokoh Muda Bertemu Presiden Israel, PBNU Ambil Sikap
MA Umumkan 12 Orang Lolos Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor Tahap XXI
Mengenal Sudden Cardiac Arrest: Kondisi yang Merenggut Nyawa dr. Helmiyadi Kuswardhana di Usia 41 Tahun
Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 20:46 WIB

Nawawi Pomolango Ogah Maju Capim Lagi: Terlalu Banyak Masalah di KPK

Senin, 15 Juli 2024 - 18:24 WIB

Jangan Salah Persepsi! Ini Perbedaan Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan

Senin, 15 Juli 2024 - 18:21 WIB

APBD Barito Utara 2025: Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pj. Bupati Muhlis Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 15 Juli 2024 - 13:44 WIB

Argentina Raih Gelar Juara Copa America ke-16, Catat Sejarah Baru dan Era Emas Sepak Bola!

Senin, 15 Juli 2024 - 13:21 WIB

MA Umumkan 12 Orang Lolos Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor Tahap XXI

Senin, 15 Juli 2024 - 06:46 WIB

Mengenal Sudden Cardiac Arrest: Kondisi yang Merenggut Nyawa dr. Helmiyadi Kuswardhana di Usia 41 Tahun

Senin, 15 Juli 2024 - 06:33 WIB

Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!

Senin, 15 Juli 2024 - 06:24 WIB

Judi Online dan Offline di Kalteng: Ketua DPRD Minta Penanganan Serius!

Berita Terbaru