Jawa Barat Kasus Sifilis Tertinggi Kedua, Mayoritas Penderita Laki-laki

- Jurnalis

Selasa, 13 Juni 2023 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jabar jadi provinsi dengan kasus Sifilis tertinggi kedua di Indonesia, setelah Papua. Paling banyak ditemukan pada lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki. ((pixabay/Derneuemann))

Jabar jadi provinsi dengan kasus Sifilis tertinggi kedua di Indonesia, setelah Papua. Paling banyak ditemukan pada lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki. ((pixabay/Derneuemann))

1tulah.com – Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan kasus Sifilis tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua. Jumlah kasus penyakit kelamin itu di Jabar pada 2022 mencapai 3.186 kasus, beda tipis dengan Papua di angka 3.864 kasus.

Kemenkes Kesehatan mencatat selama 2022, dilaporkan 20.783 terinfeksi sifilis di Indonesia. Mayoritas penderita adalah lelaki. Lebih khusus lagi, sifilis banyak ditemukan pada lelaki yang melakukan hubungan seks dengan lelaki (LSL).

Menanggapi tingginya kasus sifilis di Jawa Barat, Gubernur Ridwal Kamil pada pekan lalu mengatakan obat-obatan untuk penyakit menular seksual itu sudah didistribusikan ke puskesma-puskesmas.

“Obat sifilis sudah disalurkan ke puskesmas-puskesmas,” kata Ridwan Kamil seperti dilansir dari Antara.

Pihaknya juga memastikan Pemprov Provinsi Jabar telah melakukan berbagai upaya untuk menekan sebaran kasus sifilis, seperti melakukan skrining terhadap populasi kunci dan ibu hamil hingga tingkat kecamatan.

Baca Juga :  Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Ia juga mengimbau masyarakat selalu menerapkan gaya hidup yang sehat, khususnya dalam berinteraksi yang menjadi jalan masuk penyakit sifilis.

“Yang terpenting kepada masyarakat hindari pola atau gaya hidup yang punya potensi terpapar kepada berbagai penyakit tidak hanya sifilis tapi penyakit-penyakit yang berhubungan dengan seksual dan lainnya harus diwaspadai,” kata dia.

Sebelumnya pada Mei lalu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengatakan berdasarkan profil, mayoritas pengidap sifilis adalah lelaki (54 persen) dan sisanya perempuan.

Pada kelompok usia berdasarkan data yang sama, diketahui bahwa tiga persen anak berusia di bawah empat tahun terkena sifilis, diikuti dengan usia 5-14 tahun 0,24 persen, 15-19 tahun enam persen, 20-24 tahun 23 persen, sedangkan bagi usia di bawah 50 tahun ada lima persen.

Baca Juga :  Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Kasus paling tinggi ditemukan pada kelompok usia 25-49 tahun mencapai 63 persen.

Imran melanjutkan terkait dengan kelompok populasinya, penderita sifilis paling banyak ditemukan pada laki-laki yang melakukan seks dengan laki-laki (LSL) sebesar 28 persen; diikuti ibu hamil 27 persen; pasangan berisiko tinggi (risti) sembilan persen; Wanita Pekerja Seks (WPS) sembilan persen; Pelanggan Pekerja Seks (PPS) empat persen; Injection Drug Users (IDUs) 0,15 persen; waria tiga persen dan lain-lain 20 persen.

Ia menjelaskan beberapa penyebab dari banyak kasus sifilis tersebut berhubungan erat dengan perilaku masyarakat yang gemar berhubungan seks secara berisiko tanpa menggunakan kondom.

Selain itu, terdapat kelompok tertentu yang sering berganti pasangan ketika seks, hingga pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis. (suara.com)

Berita Terkait

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terbaru