Manajer Timnas Indonesia Kombes Sumardji yang Dipukuli oleh Official Thailand di Sea Games 2023, Bagian dari Perjuangan

- Jurnalis

Rabu, 17 Mei 2023 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manajer Timnas U-22 Indonesia Kombes Pol Sumardji. Sumber foto : suara.com

Manajer Timnas U-22 Indonesia Kombes Pol Sumardji. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Aksi heroik yang diperlihatkan oleh Manajer Timnas Indonesia U-22 Kombes Pol Sumardji ketika timmas berlaga di final cabor sepak bola SEA Games 2023, Selasa (16/5/2023).

Perwira polisi melati tiga yang selalu setia mengawal perjalanan timnas di Kamboja itu tengah menjadi sorotan usai terlihat dikeroyok oleh official timnas Thailans U-22.

Manajer Timnas Indonesia U-22 Kombes Pol Sumardji menjadi korban pemukulan oleh para official Thailand Akibatnya, Sumardji pun mengalami luka lantaran wajah dan bibirnya terkena bogem mentah.

Beruntungnya, dia berhasil dilindungi oleh tim official dari Indonesia.

Laga puncak pertandingan sepak bola tersebut memang berlangsung sengit dan menguras emosi antar kedua negara.

Simak penjelasan tentang manajer Timnas  Indonesia yang dipukuli saat Timnas Garuda membantai Thailand berikut ini.

Kronologi manajer timnas Indonesia dipukuli

Manajer Timnas U-22 Indonesia, Kombes Sumardji turut menjadi korban pemukulan dalam final SEA Games 2023.

Baca Juga :  Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemkab Barsel Kucurkan Dana Bedah Rumah Rp20 Juta

Sosoknya bahkan sampai terpental dan jatuh ke tanah kala terjadi keributan dengan pemain dan staf Thailand.

Detik-detik pemukulan terhadap Sumardji terjadi setelah pemain tim Garuda, Irfan Jauhari mencetak gol ketiga di menit ke-91.

Gol tersebut membuat skor menjadi 3-2 untuk Indonesia.

Usai gol itu, keributan terjadi di bench atau bangku cadangan.

Aksi baku hamtam pun tak terbendung antara pemain dan official kedua tim, sehingga memicu kericuhan.

Di tengah kekacauan tersebut, Sumardji mendapatkan bogem mentah hingga dibanting oleh staf Thailand.

Tak urung, wajah Sumardji lebam dan bibirnya berdarah.

Dia bahkan harus dipapah ke luar lapangan setelah dipukuli.

Keributan itu membuat wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain Timnas Indonesia, Komang Teguh dan kiper Thailand, Soponwit Rakyart.

Wasit juga memberikan kartu merah pada ofisial dari kedua tim.

Setelah reda, pertandingan kembali dilanjutkan hingga akhirnya Indonesia menang dengan skor 5-2.

Baca Juga :  Siap-siap! Setiap Selasa dan Jumat Jadi Hari Bersih-Bersih Nasional bagi Pemda se-Indonesia

Rela dipukuli, bagian dari perjuangan

Sementara itu meski bibir berlumur darah, Sumardji memilih tetap berada di bangku cadangan mendampingi pasukannya.

Terkait insiden pemukulan yang dialaminya, Sumardji memberikan pernyataan bijak.

Sumardji menjelaskan dirinya berupaya melerai keributan antara ofisial Indonesia dengan Thailand.

Namun di tengah upayanya, ia malah dipukul oleh official Thailand.

Kendati demikian, Sumardji mengaku tidak ingin mempermasalahkan pemukukan yang dialaminya.

Menurutnya, semua itu merupakan bagian dari perjuangan hingga akhirnya timnas Indonesia berhasil meraih medali emas.

Selama mendampingi Timnas, Sumardji dikenal tegas pada pemain.

Salah satu aturan yang dia terapkan adalah larangan bermain media sosial untuk para pemain jelang semifinal dan final  SEA Games 2023.

Menurut Sumardji, pemain yang melanggar akan mendapatkan denda sesuai kesepatan yang mereka sepakati.

Hanya saja untuk besaran dendanya tidak bisa diumumkan pada publik.

Penulis : Nova Elisa Putri

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Anomali Kurs Rupiah: Inflow Masif tapi Loyo, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Danantara Umumkan 24 Raksasa Global Peserta Tender Energi Hijau di 4 Kota
Perkuat Ekonomi Lokal, Pemkab Barito Selatan Sosialisasikan Inovasi Daerah Tahun 2026
Gugus Tugas Mura Diminta Aktif, Ini Targetnya
Resmi Keberatan! Ikasuda-Akas Mahakam Sampaikan Protes Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2025 ke DPR RI
Kemenag Aceh Perkirakan 19 Februari jadi Awal Ramadhan 1447 H
Polisi Kepulauan Babel Gerebek Gudang Peleburan Timah Ilegal
Update Kasus Ijazah Palsu: Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan oleh Penyidik Polda Metro

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:56 WIB

Anomali Kurs Rupiah: Inflow Masif tapi Loyo, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:48 WIB

Danantara Umumkan 24 Raksasa Global Peserta Tender Energi Hijau di 4 Kota

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:36 WIB

Perkuat Ekonomi Lokal, Pemkab Barito Selatan Sosialisasikan Inovasi Daerah Tahun 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:18 WIB

Gugus Tugas Mura Diminta Aktif, Ini Targetnya

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:41 WIB

Resmi Keberatan! Ikasuda-Akas Mahakam Sampaikan Protes Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2025 ke DPR RI

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:21 WIB

Kemenag Aceh Perkirakan 19 Februari jadi Awal Ramadhan 1447 H

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:12 WIB

Polisi Kepulauan Babel Gerebek Gudang Peleburan Timah Ilegal

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:06 WIB

Update Kasus Ijazah Palsu: Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan oleh Penyidik Polda Metro

Berita Terbaru

Pj Sekda Mura Sarwo Mintarjo mengikuti Bmtek Penguatan Instrumen Evaluasi Mandiri Kabupaten/Kota Layak Anak yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia melalui zoom meeting.

Berita

Gugus Tugas Mura Diminta Aktif, Ini Targetnya

Kamis, 12 Feb 2026 - 22:18 WIB