1TULAH.COM – JD.ID sudah mengumumkan secara resmi bahwa akan tutup permanen layanannya pada akhir Maret 2023.
Penutupan itu dilakukan di JD.ID Indonesia yang merupakan bagian dari JD.COM.
pada pertengahan Desember 2022, JD.ID juga telah melakukan PHK kepada kurang lebih 200 karyawannya dengan alasan pemutusan hubungan kerja ini dilakukan untuk beradaptasi terhadap tantangan perubahan bisnis yang sungguh cepat.
Lantas siapakah pemilik JD.ID di Indonesia yang sebentar lagi akan berhenti beroperasi tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Startup JD.ID pertama kalinya beroperasi di Indonesia pada bulan November 2015.
JD.ID lahir dari kongsi antara Jingdong (JD.com) dengan firma ekuitas asal Singapura, Provident Capital.
Provident bukan nama yang baru dalam industri private equity atau perusahaan investasi.
Di Indonesia sendiri, Provident Capital mempunyai beberapa portofolio investasi.
Portofolio Provident Capital di Indonesia termasuk Tower Bersama Group, Merdeka Copper Gold, Provident Agro, JD.ID, dan juga Provident Biofuels.
Tiga perusahaan yang disebut pertama ini merupakan emiten di Bursa Efek Indonesia dan masuk ke dalam grup Saratoga yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga S. Uno.
Provident Capital sendiri juga terlibat dalam pendanaan fase pertama dari putaran pendanaan Seri F Gojek yang dipimpin oleh Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation pada tahun 2019 lalu.
Adapun nama yang ada di belakang Provident tersebut yaitu Winato Kartono.
Winato merupakan pemegang saham utama PT Provident Capital Indonesia yang sejak awal merupakan pemilik utama dari Provident.
Perusahaan tersebut mempunyai daftar panjang portofolio investasi.
Misalnya yaitu Tower Bersama Group, Merdeka Copper Gold, Provident Agro, dan Provident Biofuels.
Tidak hanya itu, provident juga memiliki keterlibatan dalam pendanaan seri F untuk Gojek pada tahun 2019.
Pendanaan tersebut dipimpin oleh JD.com, Google, dan Tencent, termasuk dalam daftar juga merupakan Mitsubishi Corporation.
Berdasarkan laporan yang didapatkan dari Nikkei, menyebutkan bahwa pendanaan awal untuk perusahaan yaitu senilai US$500 juta. Sebagiannya berasal dari Central, sedangkan sisanya adalah patungan dari JD.com, JD Finance, dan Provident Capital.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, Provident mempunyai kapitalisasi pasar lebih dari US$3 miliar.
Perusahaan telah berinvestasi dalam berbagai sektor, seperti misalnya telekomunikasi, kelapa sawit, dan e-commerce. (Nova Eliza Putri)
Artikel ini pertama kali tayang di suara.com, dengan judul PHK Karyawan dan Bakal Berhenti Beroperasi Mulai 31 Maret, Siapa Pemilik JD.ID?.