Menu

Mode Gelap

Berita · 9 Nov 2022 07:52 WIB

KKB Serang Pekerja Proyek Pembangunan Puskesmas di Puncak Papua, Satu Tewas


 Ilustrasi penembakan (pexels) Perbesar

Ilustrasi penembakan (pexels)

1TULAH.COM – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah. Mereka menyerang pekerja proyek pembangunan Puskesmas Kampung Julukoma, Distrik Boega di Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (8/11/2022).

Dilaporkan satu pekerja tewas dalam serangan tersebut, Akibat mengalami luka tembak pada bagian pundak. Korban tewas diketahui bernama Wahyu (55 tahun). Sedangkan satu pekerja lainnya dalam perawatan.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri menjelaskan, penembakan terjadi sekitar pukul 08.30 WIT. Saat itu, para korban mengendarai sepeda motor melewati Kampung Julukoma.

“Saat kejadian ada 3 pekerja, dua orang yang terkena tembakan. Sedangkan satu orang berhasil menyelamatkan diri. Dua korban terkena tembakan atas nama Wahyu terkena tembakan pada lampung dan Ilham (43 tahun) terkena tembakan pada pundak,” kata Fakhiri.

Fakhiri mengatakan, kedua korban saat ini telah dievakuasi ke Timika oleh Satgas Damai Cartenz.

“Karena kita tahu akses masuk menuju Distrik Boega tidak semudah yang dibayangkan dan semua tergantung cuaca,” ujarnya.

TNI Polri Razia Pengendara di Papua Barat

Korem 182/JO menggelar razia bersama Polri di Kabupaten Fakfak untuk membatasi gerak 12 pelaku penyerangan pekerja Trans Papua Barat Moskona Utara-Maybrat yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Razia yang digelar Selasa 8 November 2022, diawali apel gabungan yang dipimpin Komandan Korem (Danrem) 182/JO, Kolonel Infanteri Hartono di Aula Komando Distrik Militer (Kodim) 1803 Fakfak.

Danrem 183/JO, Kolonel Hartono mengatakan, aparat gabungan telah melakukan upaya dengan menutup jalan tikus atau jalur alternatif menuju ke daerah-daerah yang menjadi base camp kelompok tersebut.

Kita harus ofensif dan aktif dengan melaksanakan patroli dan memperketat sweeping, tiap pos keamanan dan distrik harus ada foto dan data 12 buronan TNPB/OPM tersebut,” kata Hartono.

Menurutnya, 12 buronan TNPB/OPM merupakan orang-orang yang berbahaya, karena dengan tega membunuh aparat dan masyarakat serta merampas dan merampok masyarakat.

Ia pun telah memerintahkan personel agar bertindak tegas dan sesuai prosedur agar di wilayah Korem 182/JO tercipta kondisi yang aman, tenteram dan damai, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan baik.a

“Jangan beri peluang mereka masuk ke dalam wilayah Jajaran Korem 182/JO khususnya Kabupaten Fakfak. Saya minta masyarakat agar melapor apabila melihat 12 buronan TNPB/OPM,” pesan Hartono. (suara.com)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua Caretaker DAD Barito Utara Audensi dengan Asisten dua Mewakili Bupati dan Kapolres Barut

3 Desember 2022 - 08:46 WIB

Ketua Caretaker DAD Barito Utara bersama pengurus lain, saat audensi dengan Asisten II, Rahmat MUratni dan dengan Kapolres Barut AKBP Gede Pasek Muliadnyana, Jumat (04/12/2022). Foto. Dellia Anisya Fitri/1tulah.com

Kabar Baik! Kompetisi Liga 1 Digulir 5 Desember

3 Desember 2022 - 08:39 WIB

Ilustrasi pertandingan Liga 1 2022/2023. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

Berperan Dalam Kesehatan Ibu dan Anak, Pemkab Barut Dukung Rencana Aksi Pokja Posyandu

3 Desember 2022 - 08:38 WIB

Rp 1,794 Triliun, Pemkab Barut Terima Transferan Dana Provinsi Tahun Anggaran 2023

3 Desember 2022 - 08:30 WIB

Jokowi Buka Kembali Peluang Investor Masuk ke IKN, Setelah Kawasan 1A, Giliran Kawasan 1B dan 1C yang Ditawarkan

3 Desember 2022 - 07:48 WIB

Hasil Piala Dunia Grup G : Brasil dan Swiss ke Babak 16 Besar

3 Desember 2022 - 07:12 WIB

Para pemain Timnas Brasil memberikan aplaus pada suporter usai laga Piala Dunia 2022 kontra Kamerun di Stadion Lusail, Qatar, Sabtu (3/12/2022) dini hari WIB. [NELSON ALMEIDA / AFP]
Trending di Berita