Redakan Asam Urat tanpa Harus ke Dokter, Coba deh Konsumsi Obatan Berikut

- Jurnalis

Selasa, 25 Oktober 2022 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Asam Urat. (Unsplash @imani_bht/suara.com)

Ilustrasi Asam Urat. (Unsplash @imani_bht/suara.com)

1TULAH.COM-Orang yang sudah divonis oleh dokter menderita penyakit asam urat atau gout bisanya sulit sembuh, terutama apabila tidak bisa mengontrol makanan yang jadi pantangan.

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan jika asam urat kambuh adalah pergi ke dokter, tentunya ini juga harus merogoh kocek lumayan mahal. Bolak-balik ke dokter setiap asam urat kambuh juga merepotkan.

Alternatif lainnya adalah membeli obat asam urat di apotek.  Memang ada? Beberapa obat asam urat kini bisa dibeli sendiri di apotek. Harganya pun tidak semahal jika harus berobat ke dokter.

Asam urat menjadi masalah kesehatan yang sering dikeluhkan sebagian masyarakat Indonesia. Dalam bahasa medis, asam urat disebut dengan istilah gout.

Gangguan itu ditandai dengan menumpuknya asam urat di dalam tubuh dan sulit dikeluarkan. Penumpukan tersebut kemudian akan menjadi kristal-kristal dan biasanya terjadi di sekitar sendi serta ginjal.

Asam urat sendiri merujuk kepada zat sisa yang dibentuk tubuh ketika purin sedang dalam proses metabolisme. Purin biasanya ditemukan di dalam berbagai makanan dan minuman, misalnya hati, seafood, dan alkohol.

Tanda pertama seseorang mengalami asam urat adalah nyeri di jempol kaki. Biasanya kondisi ini menyerang satu sendi pada satu waktu. Tetapi, asam urat dapat menyebar ke sendi lain serta membuatnya tampak merah dan bengkak.

Baca Juga :  Kasus Chromebook Rp2,1 T: Saksi Sebut Ada Pemaksaan Spesifikasi ke Merek Tertentu

Saat ini, tersedia berbagai macam obat untuk mengatasi gejala asam urat, bahkan bisa dibeli tanpa resep dokter. Apa saja? Simak ulasan dokter berikut ini.

Menurut dr. Atika dari laman Klik Dokter, obat asam urat yang aman dibeli sendiri di apotek meliputi jenis analgesik atau obat antinyeri.

“Kalau misalkan merasakan nyeri dari asam urat, bisa beli obat nyeri. Tapi, tetap yang aman-aman saja, misalnya parasetamol,” terang dr. Atika.

Sementara, beberapa obat yang perlu pengawasan atau anjuran dokter adalah:

  1. Obat yang Bersifat Antiinflamasi

Obat ini berfungsi mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada persendian selama asam urat kambuh. Namun, penggunaannya tetap harus di bawah pengawasan dokter.

“Untuk obat-obat yang bersifat antiinflamasi seperti NSAID, konsumsinya harus di bawah pengawasan dokter. Karena, pemakaian berlebihan atau di luar dosis bisa berbahaya dan memberikan efek samping kepada tubuh,” jelas dr. Atika.

  1. Allopurinol

Obat ini bisa mengurangi produksi asam urat di dalam tubuh. Meski begitu, penggunaannya harus sesuai resep dokter.

“Obat asam urat seperti allopurinol yang sifatnya menurunkan kadar asam urat di dalam darah tidak boleh dibeli sendiri, harus digunakan dengan anjuran dokter. Karena, salah penggunaan justru bisa membuat efek samping,” sebut dr. Atika.

Baca Juga :  Ditemukan Serpihan di Puncak Bulusaraung, Benarkah Milik Pesawat ATR 42-500 yang Hilang?

Selain itu, masih ada lagi obat-obatan yang perlu pengawasan dokter untuk mengobati asam urat akut, antara lain:

– Colchicine: mengurangi peradangan

– Febuxostat (Uloric): mengurangi produksi asam urat

– Steroid (kortikosteroid): melawan peradangan

– Pegloticase (Krystexxa): memecah asam urat

Dokter Atika mengatakan, penderita asam urat bisa pergi ke dokter bila sebelumnya memang sudah terkonfirmasi asam urat tinggi.

“Misalnya, sudah pernah periksa darah, lalu kadar asam urat tinggi dan memang sudah didiagnosis dokter,” papar dr. Atika.

“Kalau di rumah sudah minum obat analgesik sendiri yang parasetamol tapi tidak berkurang sakitnya atau sakitnya tidak tertahankan, bisa langsung ke dokter,” jelasnya.

Di samping itu, beberapa gaya hidup sehat juga bisa diterapkan untuk mencegah kambuhnya asam urat, seperti:

– Berolahraga dan makan makanan bergizi seimbang untuk mengontrol berat badan.

– Minum banyak air putih.

– Hindari minuman manis.

– Hindari minum minuman beralkohol berlebihan, terutama bir.

– Kurangi makan daging, hati, roti manis, dan makanan laut. Dapatkan protein dari makanan lainnya seperti yoghurt, keju, dan produk susu rendah lemak lainnya. (Sumber: suara.com)

 

Berita Terkait

Prabowo Usulkan Keponakannya Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung
Polisi Sulsel Siapkan Tim DVI Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500
Fadli Zon Serahkan SK Pengelola Cagar Budaya Keraton Solo, Ini Fakta-Fakta Kericuhannya
Senegal Juara Piala Afrika 2025! Bungkam Maroko Lewat Drama Penalti Gagal dan Gol Pape Gueye
Tim SAR Gabungan Diturunkan ke Gunung Bulusaraung Usai Temuan Serpihan ATR
Bandingkan dengan Negara Raksasa, Airlangga Hartarto Sebut Ekonomi RI Tetap Solid
Mengenal Food Genomics: Rahasia Diet Presisi Berdasarkan DNA Anda
Lelah Menjelaskan? Ini 7 Cara Melepaskan Emosi Negatif Tanpa Harus Bercerita
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 17:10 WIB

Prabowo Usulkan Keponakannya Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung

Senin, 19 Januari 2026 - 08:10 WIB

Fadli Zon Serahkan SK Pengelola Cagar Budaya Keraton Solo, Ini Fakta-Fakta Kericuhannya

Senin, 19 Januari 2026 - 08:01 WIB

Senegal Juara Piala Afrika 2025! Bungkam Maroko Lewat Drama Penalti Gagal dan Gol Pape Gueye

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:56 WIB

Tim SAR Gabungan Diturunkan ke Gunung Bulusaraung Usai Temuan Serpihan ATR

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:40 WIB

Bandingkan dengan Negara Raksasa, Airlangga Hartarto Sebut Ekonomi RI Tetap Solid

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Food Genomics: Rahasia Diet Presisi Berdasarkan DNA Anda

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:03 WIB

Lelah Menjelaskan? Ini 7 Cara Melepaskan Emosi Negatif Tanpa Harus Bercerita

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:53 WIB

Noe Letto dan Frank Hutapea Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN 2026: Intip Rekam Jejak dan Peran Strategisnya

Berita Terbaru