Menu

Mode Gelap

Berita ยท 9 Okt 2022 06:57 WIB

Tiga Negara Tarik Mie Sedaap dari Peredaran


 Mie sedaap rasa korean spicy chicken ditarik dari peredaran di Hong Kong karena temuan kandungan pestisida. (suara.com/Dok. CFS Hong Kong) Perbesar

Mie sedaap rasa korean spicy chicken ditarik dari peredaran di Hong Kong karena temuan kandungan pestisida. (suara.com/Dok. CFS Hong Kong)

1TULAH.COM- Badan Pangan Singapura (SFA) baru-baru ini menarik dua produk makanan mi instan asal Indonesia, Mie Sedaap Korean Spicy Soup dan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken.

Ditariknya kedua produk mi instan itu, dikarenakan ditemukannya kandungan pestisida etilen oksida dalam makanan tersebut.

Menyusul kemudian Mie Sedaap juga ditarik dari peredaran di Hongkong dan Malaysia.

Dua produknya, Korean Spicy Chicken dan Mi Sedaap Korean Spicy Soup ditarik karena mengandung etilen oksida, bahan kimia untuk racun serangga.

Cuitan terbaru akun resmi Public Health Malaysia, memperingatkan masyarakat untuk segera melaporkan bila menemukan mi instan asal Indonesia itu ada di pasaran.

“Isu Penarikan Semula Produk Mi Sedaap Yang Mengandungi Ethylene Oxide atau racun serangga perosak,” tulis @health_malaysia dikutip suara.com, Sabtu (8/10/2022).

Menurut Public Health Malaysia, penarikan Mi Sedaap ini memiliki batch khusus. Untuk Mi Sedaap Korean Spicy Chicken dengan batch kedaluwarsa 21/5/23. Untuk Mi Sedaap Korean Spicy Soup dengan batch kedaluwarsa 17/3/23.

“Jika temui produk batch ini, laporkan ke Pejabat Kesihatan terdekat,” sambungnya.

Mengutip Hello Sehat, berdasarkan penjelasan dr. Andreas Wilson Setiawan, etilen oksida adalah zat berbahaya yang digunakan dalam produksi etilen glikol yang digunakan dalam berbagai produk seperti obat-obatan, perekat, deterjen, tekstil dan pelarut.

“Sementara itu industri medis menggunakan etilena glikol (turunan etilen oksida) yang diproduksi dari fasilitas sterilisasi untuk mensterilkan peralatan medis, peralatan bedah, dan produk medis lainnya,” jelas dr. Andreas.

Ia juga membenarkan bahwa paparan etilen oksida ini meskipun sedikit bisa meningkatkan risiko bahasa kesehatan. Bahkan menelan etilen dioksida bisa menyebabkan nyeri dan sakit perut.

“Paparan etilen oksida, meskipun sedikit, dapat meningkatkan risiko bahaya kesehatan. Seperti, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, kanker payudara, dan masalah pada sistem saraf,” tutup dr. Andreas. (suara.com)

Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketua Caretaker DAD Barito Utara Audensi dengan Asisten dua Mewakili Bupati dan Kapolres Barut

3 Desember 2022 - 08:46 WIB

Ketua Caretaker DAD Barito Utara bersama pengurus lain, saat audensi dengan Asisten II, Rahmat MUratni dan dengan Kapolres Barut AKBP Gede Pasek Muliadnyana, Jumat (04/12/2022). Foto. Dellia Anisya Fitri/1tulah.com

Kabar Baik! Kompetisi Liga 1 Digulir 5 Desember

3 Desember 2022 - 08:39 WIB

Ilustrasi pertandingan Liga 1 2022/2023. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S]

Berperan Dalam Kesehatan Ibu dan Anak, Pemkab Barut Dukung Rencana Aksi Pokja Posyandu

3 Desember 2022 - 08:38 WIB

Rp 1,794 Triliun, Pemkab Barut Terima Transferan Dana Provinsi Tahun Anggaran 2023

3 Desember 2022 - 08:30 WIB

Jokowi Buka Kembali Peluang Investor Masuk ke IKN, Setelah Kawasan 1A, Giliran Kawasan 1B dan 1C yang Ditawarkan

3 Desember 2022 - 07:48 WIB

Hasil Piala Dunia Grup G : Brasil dan Swiss ke Babak 16 Besar

3 Desember 2022 - 07:12 WIB

Para pemain Timnas Brasil memberikan aplaus pada suporter usai laga Piala Dunia 2022 kontra Kamerun di Stadion Lusail, Qatar, Sabtu (3/12/2022) dini hari WIB. [NELSON ALMEIDA / AFP]
Trending di Berita