Dipicu Sakit Hati, Pemuda ini Nekat Aniaya Korban Pakai Senapan Angin dan Parang di Desa Hajak

- Jurnalis

Senin, 12 September 2022 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku penganiayaan, Dungly Wahyudi saat diamankan polisi, pada Minggu 11 September 2022, kemarin.Foto. Deni/1tulah.com

Pelaku penganiayaan, Dungly Wahyudi saat diamankan polisi, pada Minggu 11 September 2022, kemarin.Foto. Deni/1tulah.com

1TULAH.COM, MUARA TEWEH– Ternyata dipicu sakit hati, Dungky Wahyudi nekat menganiaya Hendrik Saputra (korban) menggunakan senapan angin dan parang.

Hal ini diungkap polisi, setelah menginterogasi pelaku atas perbuatan tindak pidana penganiayaan .

Korban dianiaya pelaku di samping rumahnya di jalan Negara Muara Teweh-Banjarmasin, tepatnya di Km 12 Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada Minggu, 11 September 2022, sekira pukul 09.30 WIB.

“Motifnya sakit hati sampai pelaku menganiaya korban. Ia marah disebut anak haram. Selain itu dua hari sebelumnya, pelaku sempat diancam dengan parang oleh korban. Karena selalu teringat hal yang terjadi padanya, pelaku nekat menyerang korban di rumahnya pada hari minggu,” kata Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Wahyu Setia Budiarjo melalui KBO Ipda I Putu Kardiasa, Selasa, 12 September 2022, siang.

Baca Juga :  Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027

Baca juga : Aniaya Korban Pakai Senapan Angin dan Parang, Karyawan Bengkel Diamankan Polisi

Pengakuan pelaku, sebelum menganiaya korban, ia sering diancam dan didatangi ke bengkel tempatnya bekerja.

“Korban itu pernah datang dan menunjukkan ia kebal senjata tajam. Itu juga pemicu pelaku sakit hati,” sambung Ipda I Putu Kardiasa.

Akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku, sambung Ipda I Putu Kardiasa, korban mengalami luka robek dibagian punggung sebelah kanan.

“Kalau akibat luka tembak senapan angin tidak ada, mungkin salah sasarannya. Tidak ada luka bekas tembakan senapan angin,” kata Ipda I Putu kardiasa.

Sementara itu, rekan satu kerja pelaku bernama Didi, membenarkan jika korban pernah mendatangi pelaku di tempat kerjaan. Malah kata dia, korban justru menyerang pelaku menggunakan senjata tajam.

Baca Juga :  Paskibra Mura Tampil Disiplin dan Kompak Kibarkan Sang Merah Putih

“Pelaku lari sambil menghindar serangan korban yang datang hendak menyerang pakai senjata tajam. usai kejadian itu, pelaku sebenarnya sempat melapor ke kantor polisi malam hari,” ungkap Didi kepada 1tulah.com.

Dungky Wahyudi (pelaku,red) menuturkan, ia merasa takut karena pernah diancam. Dan juga dikatakan anak haram.

“Saya sampai sulit tidur selama dua hari dua malam, teringat omongan dia (korban) dan juga perkataan dia mengatakan diri saya anak haram. makanya saya serang dia ke rumahnya. Usai melukai dia, saya meminta polisi menjemput saya ditempat persembunyian. Saat itu sembunyi karena takut diserang oleh dia,” kata Dungky Hidayat kepada media ini, di Mapolres.

Berita Terkait

Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027
Isu Percepatan RUU Pemilu Mencuat, Gerindra Buka Suara Usai Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Pendukung Prabowo
Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?
Kemendagri Minta Kepala Daerah Hentikan Rekrut Staf Baru, Skema PPPK Paruh Waktu Berubah 2027
Heriyus: Semangat Mura Expo Harus Berlanjut dalam Pembangunan Daerah
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai
Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Temui Titik Terang, Diangkat Penuh Waktu Secara Bertahap Mulai Tahun 2027
Orasi Mencekam Demo Mahasiswa UI di Thamrin: “Kita Merasa Dijajah!”

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Dorong Efisiensi Anggaran, Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati KUA-PPAS 2027

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Isu Percepatan RUU Pemilu Mencuat, Gerindra Buka Suara Usai Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Pendukung Prabowo

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Kemendagri Minta Kepala Daerah Hentikan Rekrut Staf Baru, Skema PPPK Paruh Waktu Berubah 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:07 WIB

Heriyus: Semangat Mura Expo Harus Berlanjut dalam Pembangunan Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Temui Titik Terang, Diangkat Penuh Waktu Secara Bertahap Mulai Tahun 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Orasi Mencekam Demo Mahasiswa UI di Thamrin: “Kita Merasa Dijajah!”

Berita Terbaru