Oknum Polisi Jual Sabu ke Hakim PN, Ia pun Terancam Dipecat

Ilustrasi oknum polisi ditangkap lantaran jual sabu ke hakim PN Rangkasbitung.Foto.NET

1tulah.com –  Oknum polisi di Polrestabes Medan terancam di pecat. Ia diduga menjual sabu ke oknum hakim Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung, Banten. Akibat ulahnya, Brigadir WW terancam dipecat.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi melansir mengatakan, pelaku WW ditangkap petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan di Jalan Pondok Surya, Kecamatan Medan Helvetia.

Pelaku ditangkap karena diduga menjual sabu kepada oknum hakim Pengadilan Negeri yang ada di Banten.

“Kasus ini bermula dari pengungkapan oleh BNN Banten terhadap oknum hakim,” Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, dilansir dari Digtara.com (jaringan Suara.com), Selasa (7/6/2022).

Dia menegaskan, jika terbukti pecat. Pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) sudah sanksi tegas dari pimpinan.

“Kita tidak mentolerir setiap perilaku oknum anggota polri yang berbuat mencoreng nama baik institusi dan keluarganya,” kata Hadi.

Selanjutnya, kata Hadi, Brigadir WW dibawa ke Polda Sumut untuk dilakukan pendalaman. Kasusnya pun ditarik ke Polda.

“Ditresnarkoba punya waktu 24 jam kali enam hari untuk mendalami jaringan, kemudian modus lain dan sebagainya,” ungkap Hadi.

Diberitakan, dalam pemeriksaan oknum hakim itu mendapatkan pasokan narkoba dari Brigadir WW yang bertugas di Kota Medan.

Sebelumnya, BNN Banten menangkap dua hakim PN Rangkasbitung berinisial DA (39) dan YR (39) terkait narkoba. Saat penggeledahan, BNN menemukan alat isap sabu atau bong di dalam pengadilan.

Kepala BNN Banten Hendri Marpaung mengatakan, setelah menangkap ASN pengadilan berinisial RASS (32) yang mengambil sabu 20,634 gram di kantor jasa pengiriman, petugas langsung mendatangi Pengadilan Negeri Rangkasbitung. Di sana tim menggeledah ruang kerja YR sebagai pemesan.

“Tim membawa YR dan kita lakukan penggeledahan di ruang kerjanya, penggeledahan disaksikan oleh atasannya. Ternyata dia menyimpan alat-alat yang biasa digunakan untuk mengonsumsi metamfetamin ini,” katanya melansir Antara.

Petugas menemukan pipet, bong, dan korek api yang biasa digunakan tersangka. Saat dilakukan tes, mereka dinyatakan positif sabu.

Keduanya mengatakan sabu digunakan bersama hakim DA. BNN langsung memeriksa dan hasilnya positif narkoba.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.