Pengelolaan Sampah di Barsel dengan Sistem Sanitary Landfill, Ini Maksudnya

- Jurnalis

Rabu, 18 Mei 2022 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nanang Shalahuddin Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Barsel. 
Foto. Alifansyah/1tulah.com

Nanang Shalahuddin Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Barsel. Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com,BUNTOK-Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Barito Selatan (Barsel) tidak lagi secara konvensional, melainkan telah mempergunakan sistem Sanitary Landfill.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Selatan melalui Nanang Shalahuddin Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup menjelaskan, sejak selesainya dibagun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem sanitary landfill, pihaknya sudah mulai mengoperasionalkan sistem tersebut dengan melakukan penimbangan sampah yang masuk.

“Di mana setiap armada truk penganggut sampah yang masuk ke TPA kita lakukan penimbangan untuk mengetahui seberapa banyak sampah yang dihasilkan,” ujar Nanang Shalahuddin Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup kepada 1tulah.com di Buntok, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga :  KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam

Kedepan, lanjutnya, pihaknya akan mengupayakan untuk penutupan TPA tersebut dengan menggunakan tanah, biar pengoperasikan proses sanitary landfill bisa beroparasi secara maksimal.

“Di mana setiap dua minggu sekali kita melakukan penutupan,” ucapnya.

Ia menerangkan, kendala saat ini karena tanah penutupnya masih terbatas, maka dari itu pihaknya masih berupaya untuk bisa mengadakan tanah penutup untuk sistem sanitary landfill ini.

Baca Juga :  Momentum HUT ke-14 IWO, PWI dan IWO Bartim Perkuat Kebersamaan Jurnalis

Ia mengatakan, sedangkan untuk pemanfaatan sampah di Kota Buntok sendiri, pihaknya sudah ada memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R yang sudah berjalan di setiap kecamatan.

“Jadi sampah yang sudah dikumpulkan oleh TPS 3R akan dipilah dan dikumpulkan, dimana sampah-sampah yang memiliki nilai jual serta hasil akan dikumpulkan dan residunya akan dibawa ke TPA,” kata Nanang Shalahuddin. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun
Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras
KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu
KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:40 WIB

KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:38 WIB

KPK Periksa Rudy Tanoe Guna Hitung Kerugian Negara Kasus Bansos Beras

Berita Terbaru