Pelayanan Pasien Cuci Darah di RSUD Buntok Terus Ditingkatkan

- Jurnalis

Selasa, 29 Maret 2022 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Widodo (baju putih) saat memeriksa pasien hemodalisa yang ada di RSUD Jarse Buntok. 
Foto. Alifansyah/1tulah.com

dr. Widodo (baju putih) saat memeriksa pasien hemodalisa yang ada di RSUD Jarse Buntok. Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com,BUNTOK-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh (Jarse) Buntok terus berupaya meningkatkan pelayanannya, tidak hanya pada pasien biasa, melainkan pula pada pesien khusus, yang membutuhkan cuci darah.

Dalam hal ini pihak rumah sakit mendatangkan supervisi unit hemodialisis atau spesialis penyakit dalam. Salah satunya adalah dr. Widodo, Sp. PD. KGH, finasim yang tergabung dalam Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Wilayah Jawa Timur dan Kalimantan.

“Karena pelayanan dialisis adalah pelayanan sub spesialis yang perlu pendampingan secara berkala,” ucap dr. Widodo kepada 1tulah.com usai menyampaikan paparan kepada keluarga pasien di ruang khusus homedialisis, Senin (28/3/2022).

Ia mengatakan, pelayanan ini alhamdulillah sudah dilakukan dengan baik oleh pihak RSUD Jarse Buntok, terutama untuk pasien-pasien dengan penyakit ginjal, yang memang sangat membutuhkan pelayanan dialysis.

“Mereka biasanya menjalani dialisis seminggu dua sampai tiga kali dan itu perlu pendampingan yang khusus,” ujarnya.

  1. Widodo menjelaskan, hemodialisa atau hemodialisis ini merupakan terapi cuci darah di luar tubuh. Terapi ini, lanjutnya, umumya dilakukan oleh pengidap masalah ginjal, mereka yang ginjalnya sudah tak berfungsi dengan optimal.
Baca Juga :  Serah Terima Pengelolaan Pendidikan, Bupati Heriyus Dukung Peningkatan SDM

Dijelaskannya, pada dasarnya, tubuh manusia memang mampu mencuci darah secara otomatis, tapi bila terjadi masalah pada ginjal, kondisinya akan lain lagi.

Ia mengungkapkan, kedatanganya ke RSUD Jarse Buntok ini dalam rangka memberikan konsultasi, arahan dalam bentuk pelayanan medis spesialis penyakit dalam, maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dialisis ini.

Perlu diketaui juga bagi masyarakat, katanya, penyebab penyakit ginjal yang terjadi di Indonesia ini adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes melitus (kencing manis).

Karena itu bagi semua orang yang mempunyai riwat penyakit tersebut harus berobat secara teratur.  “Berobat secara teratur itu untuk mengendalikan gula darah serta tekanan darah, dan jangan pernah anda mengatakan saya tidak ada keluhan apa-apa berarti saya sudah sehat, itu hanya bisa diketahui kalu anda sudah kontrol dengan dokter,” katanya.

Baca Juga :  Modus Antar Pulang, Pria di Barito Timur Tega Cabuli Anak di Bawah Umur di Pondok Sepi

“Insyaallah kalu kita berobat secara teratur, tekanan darah dan gula darah terkendali gangguan fungsi ginjal bisa kita cegah,” kata dr. Widodo.

Sementara itu, Direktur RSUD Jarse Buntok dr. H. Norman Wahyu menyampaikan, kehadiran dari supervisi homodealisis ini memang rutin setiap setahun sekali, tujuannya untuk memantau kegiatan-kegiatan hemodelisa yang ada di beberapa Daerah termasuk di RSUD ini.

“Hal itu dilakukan untuk meningkatlan mutu pelayanan supaya bisa berjalan, tentang bagaimana harus memberikan penanganan terhadap pasien yang memang membutuhkan hemodalisa atau cuci darah ini,” katanya

“Saat ini di RSUD Jarse Buntok untuk pasien hemodalisa ada sekitar 27 pasien, dan mereka diperiksa bergantian setiap dua kali dalam seminggu,” kata Norman Wahyu. (Alifansyah)

Berita Terkait

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan
Gedung Bundar Digoyang Isu, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Korupsi Tidak Terganggu!
Tegas! Presiden Prabowo Beri Ultimatum ke TNI, Polri, dan Jaksa: “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa!”
Apresiasi Awak Media, Danyonif TP 924/Uria Mapas Sebut Pers Mitra Strategis TNI
Pemkab Mura Bahas Strategi Tingkatkan Pelayanan Dasar bagi Masyarakat
Polemik Perpres Nomor 111 Tahun 2025: Budaya LGBTQ Masuk Daftar Ancaman Nonmiliter, Pengamat Soroti Risiko HAM
Piala Dunia 2026: Cetak Gol dan Assist, Mbappé Bawa Prancis Bungkam Maroko 2-0
Kabar Duka: Mantan Mendag dan Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:43 WIB

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:27 WIB

Gedung Bundar Digoyang Isu, Jampidsus Pastikan Pengusutan Kasus Korupsi Tidak Terganggu!

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:18 WIB

Tegas! Presiden Prabowo Beri Ultimatum ke TNI, Polri, dan Jaksa: “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa!”

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:27 WIB

Apresiasi Awak Media, Danyonif TP 924/Uria Mapas Sebut Pers Mitra Strategis TNI

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:16 WIB

Pemkab Mura Bahas Strategi Tingkatkan Pelayanan Dasar bagi Masyarakat

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:32 WIB

Polemik Perpres Nomor 111 Tahun 2025: Budaya LGBTQ Masuk Daftar Ancaman Nonmiliter, Pengamat Soroti Risiko HAM

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:25 WIB

Piala Dunia 2026: Cetak Gol dan Assist, Mbappé Bawa Prancis Bungkam Maroko 2-0

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:33 WIB

Kabar Duka: Mantan Mendag dan Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Davina Karamoy Dalami Peran Perempuan Kristen di Film Terbaru. Instagram @davinaakaramoy

Entertainment

Comeback ke Layar Lebar, Davina Karamoy Rela Ubah Penampilan

Jumat, 10 Jul 2026 - 20:25 WIB