Kenaikan Gas Elpiji Nonsubsidi di Kotim Dua Kali Lipat dibandingkan Harga Normal, Politisi Perempuan ini Bereaksi Keras

- Jurnalis

Kamis, 10 Maret 2022 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPRD Kotim, Hj Darmawati

Ketua Komisi II DPRD Kotim, Hj Darmawati

1tulah.com, SAMPIT– Kenaikan Gas Elpiji non subsidi dinilai terlalu mencekik ekonomi masyarakat, pasalnya kenaikan itu dua kali lipat dibandingkan harga normal sebelumnya. Hal ini karuan memicu reaksi keras dari kalangan wakil rakyat di DPRD Kotim.

Dalam hal ini legislator Dapil III Hj. Darmawati menekankan, besar harapan masyarakat kepada pemerintah atau pemangku kebijakan supaya memperhatikan hal tersebut.

“Tujuannya agar pemerintah mempertimbangkan lagi, kalaupun harus naik kami minta jangan sampai terlalu tinggi, karena dampaknya sangat riskan, dan nantinya juga akan berujung pada kian sengsaranya masyarakat golongan kecil tingkat ekonomi kebawah,” ungkap Hj Darmawati kepada 1tulah.com di Sampit, Kamis (10/03/2022).

Baca Juga :  Skandal 'Perusahaan Ibu': Mengapa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjerat Korupsi Meski Bergelimang Harta?

Politisi perempuan yang masih menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kotim itu juga mengaku khawatir dengan fenomena kenaikan gas elpiji nonsubsidi yang mengalami kenaikan secara dratis tersebut nantinya justru akan membuat semua kalangan beralih menggunakan gal elpiji yang bersubsidi.

“Bisa saja itu terjadi, kendatipun secara ekonomi mereka mampu kalau serba mahal ,ibaratnya besar pasak dari pada tiang. Apalagi gaji kecil, sementara kebutuhan atau biaya hidup tinggi. Disisi lain dampak dari kenaikan ini juga bisa saja berefek kepada kebutuhan lainnya,” timpalnya.

Baca Juga :  PN Buntok Jadi Tuan Rumah Buka Bersama, Bupati Barsel dan Unsur Forkopimda Kompak Hadir

Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotim ini juga berharap agar hal ini nantinya tidak membuat warga ekonomi menengah, seperti contohnya UMKM, warung makan dan lainnya beralih ke subsidi yang tentunya itu akan membuat gas ukuran 3 Kilogram itu menjadi kian langka.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan harga juga jadi naik, dan menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat kita,” tukas Hj Darmawati. (Fit)

Berita Terkait

Kasus Skincare White Tomato dan DNA Salmon, dr Richard Lee Resmi Berstatus Tahanan
Gelar Buka Bersama di Pesantren, Polres Barsel Buktikan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
Ketua DPW PKB Kalteng Hadiri Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an DPP PKB
Drama Sidang Korupsi TIK: Eks Direktur SMP Ngaku “Dijebak” Instruksi Lisan Nadiem Makarim
Evaluasi Program Dispora, Komisi III DPRD Kalteng Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Pengawasan Beras SPHP Kalimantan Tengah untuk Jamin Mutu dan Keamanan Pangan
Polri Jadwalkan Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Penghinaan Suku Toraja
Resmi! TPG Guru Madrasah Mulai Cair Bertahap Mulai Maret 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 10:15 WIB

Kasus Skincare White Tomato dan DNA Salmon, dr Richard Lee Resmi Berstatus Tahanan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:58 WIB

Gelar Buka Bersama di Pesantren, Polres Barsel Buktikan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 03:07 WIB

Ketua DPW PKB Kalteng Hadiri Buka Puasa Bersama dan Peringatan Nuzulul Qur’an DPP PKB

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:29 WIB

Drama Sidang Korupsi TIK: Eks Direktur SMP Ngaku “Dijebak” Instruksi Lisan Nadiem Makarim

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:54 WIB

Pengawasan Beras SPHP Kalimantan Tengah untuk Jamin Mutu dan Keamanan Pangan

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:47 WIB

Polri Jadwalkan Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Penghinaan Suku Toraja

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:02 WIB

Resmi! TPG Guru Madrasah Mulai Cair Bertahap Mulai Maret 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:04 WIB

Hasil Pertemuan Presiden Prabowo & Ulama: Indonesia Tetap Bertahan di Board of Peace

Berita Terbaru