1tulah.com,BUNTOK-Setelah sempat menjadi buronan selama hampir empat bulan lebih, Sharoni (56) berhasil diringkus jajaran Polres Barsel. Lelaki yang sehari-harinya merupakan buruh tani ini, merupakan pelaku pembunuhan terhadap Sariah (52) alias Mama Eket pada 24 November 2021 lalu di di Desa Bipak Kali, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Barito Selatan.
Kapolres Barito Selatan AKBP Yusfandi Usman mengatakan, pengungkapan kasus ini memang memakan waktu sedikit lama, sekira hampir empat bulan.
“Terungkapnya kasus ini berkat kerja keras anggota Polsek Gunung Bintang Awai dengan resmob Polres Barito Selatan, sehingga pada beberapa hari tim berhasil menangkap pelaku,” kata Kapolres dengan didampingi Wakapolres Kompol Asdini Putra Pratama bersama Kapolsek Gunung Bintang Awai Iptu Stefanus Rantaeola serta Kasatreskrim Iptu M. Saladin saat konferensi pers di Aula Mapolres, Senin (7/3/2022).
Kronologis singkat lanjut Kapolres, tersangka memiliki hubungan asmara dengan korban yang sudah berjalan kurang lebih selama 7 Tahun, karena ada sedikit masalah ketersinggungan atau salah paham maka tersangka melakukan perbuatan tindak pidana kekerasan yakni dengan menghilangkan nyawa korban.
“Untuk pelaku kita terapkan pasal 338 KUHPidana subsider Pasal 351 Ayat (3), dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 Tahun untuk Pasal 338 sedangkan untuk Pasal 351 Ayat (3) diancam 7 Tahun penjara,” ujar Kapolres.
Kapolres menambahkan, untuk barang bukti yang berhasil diamankan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), 1 potong kayu bulat warna hitam dengan panjang sekitar 75 CM, 1 buah ember warna hitam, 1 lembar baju daster warna hijau, 1 lembar celana pendek warna hitam dan 1 buah tas slempang kain warna abu-abu serta sepasang sepatu sandal.
Sementara itu, berdasarkan pengakuan dari pelaku Syahroni bahwa aksi teganya membunuh perempuan janda itu, terjadi dengan spontan begitu saja, karena merasa sakit hati terhadap perilaku korban yang kurang memperhatikannya sewaktu sakit.
Padahal, ia mengungkapkan, sudah banyak membantu korban dalam hal prekonomian keuarga korban terutama membiayai anak-anak korban yang masih sekolah.
“Saya menyesal dan siap menjalani hukuman yang diberikan nanti,” ucap Syahroni. (Alifansyah)







![Ilustrasi dampak kabut asap karhutla pada kesehatan tubuh. [Suara.com/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-ispa-225x129.jpg)



![Ilustrasi - Sejumlah aktivis menggelar Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Kamis (2/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/andrie-yunus-cemas-225x129.jpg)




![Ilustrasi dampak kabut asap karhutla pada kesehatan tubuh. [Suara.com/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-ispa-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

