Denny JA: Malahayati, Laksamana Perempuan Pertama Dunia yang Juga Tokoh Feminis

- Jurnalis

Jumat, 4 Maret 2022 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denny JA

Denny JA

Malahayati adalah Laksamana perempuan pertama di dunia dan tokoh feminis pertama dunia, yang berasal dari Aceh. Malahayati sudah berperan penting di ruang publik, dengan menggerakkan kaum wanita untuk terjun dalam peperangan.

Klaim itu diungkapkan Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, dalam Webinar Obrolan Hati Pena #28 di Jakarta, Kamis malam (3/3). Diskusi yang diselenggarakan oleh SATUPENA itu dipandu oleh Swary Utami Dewi dan Anick HT.

Menurut Denny, kiprah Malahayati (1550-1615) itu dilakukan 200 tahun sebelum konvensi pertama kaum wanita di dunia tentang hak-hak perempuan, yang berlangsung di Amerika Serikat pada 1848.

Baca Juga :  Kepercayaan dan Fakta: Jejak Balak Mengungkap Sisi Lain Hutan dan Masyarakatnya

Yang dilakukan Malahayati bukanlah peran sosial biasa. Namun, Malahayati menjadi Laksamana, yang menggerakkan pasukan janda (Inong Balee) dalam mendukung perang melawan Portugis di abad ke-16.

Denny mengutip tokoh feminis Prancis, Simone de Beauvoir, bahwa jauh sebelum Malahayati sudah ada Christine de Pizan (1364-1430). Pizan adalah penulis feminis pertama, yang menuliskan konsep-konsepnya tentang peran sosial perempuan, yang tak cuma peran di rumah tangga.

Baca Juga :  Kepercayaan dan Fakta: Jejak Balak Mengungkap Sisi Lain Hutan dan Masyarakatnya

Namun, Denny memberi nilai lebih pada Malahayati. Hal itu karena Laksamana perempuan ini bukan bermain di konsep, namun sudah mewujudkan peran sosial itu dalam praktik. Malahayati menjadi pemimpin militer yang berperan signifikan.

Di webinar itu, sastrawan asal Aceh, Deknong Kemalawati, menjadi nara sumber. Ada juga pembacaan puisi oleh Herni Fauziah, Dekna Mahdalena, dan Andri Lestari. Mereka adalah juara baca puisi Piala Maja Aceh.

Berita Terkait

Kepercayaan dan Fakta: Jejak Balak Mengungkap Sisi Lain Hutan dan Masyarakatnya
Memasuki Tahapan Pilkada Barito Utara 2024 Perkuat Netralitas ASN
Berikut Tanda-tanda Yang Terjadi 40 Hari Sebelum Meninggal Dalam Al Quran
Sejarah Seleksi Masuk PTN; SKASU hingga SBMPTN, Manakah yang Paling Berkeadilan
IKN Menuju Masa Depan Industri 4.0, Ini yang Harus Dipersiapkan
Pelaksanaan Kepemiluan yang Unik
Menumbuhkan Literasi dengan Membaca Karya Sastra, Emang Bisa….
Terbaru, Intip Persyaratan dan Cara Pembuatan Paspor secara Online serta Biaya

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:11 WIB

Kepercayaan dan Fakta: Jejak Balak Mengungkap Sisi Lain Hutan dan Masyarakatnya

Jumat, 31 Mei 2024 - 06:38 WIB

Memasuki Tahapan Pilkada Barito Utara 2024 Perkuat Netralitas ASN

Minggu, 28 Januari 2024 - 17:42 WIB

Berikut Tanda-tanda Yang Terjadi 40 Hari Sebelum Meninggal Dalam Al Quran

Kamis, 25 Mei 2023 - 09:23 WIB

Sejarah Seleksi Masuk PTN; SKASU hingga SBMPTN, Manakah yang Paling Berkeadilan

Minggu, 7 Mei 2023 - 10:25 WIB

IKN Menuju Masa Depan Industri 4.0, Ini yang Harus Dipersiapkan

Sabtu, 18 Maret 2023 - 18:08 WIB

Pelaksanaan Kepemiluan yang Unik

Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:38 WIB

Menumbuhkan Literasi dengan Membaca Karya Sastra, Emang Bisa….

Kamis, 6 Oktober 2022 - 07:54 WIB

Terbaru, Intip Persyaratan dan Cara Pembuatan Paspor secara Online serta Biaya

Berita Terbaru