Resmi Dihentikan, Jaksa Akan Gunakan Barang Bukti Kasus Nurhayati Untuk Tersangka Supriyadi

- Jurnalis

Rabu, 2 Maret 2022 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAUR keuangan desa Citemu, Mundu kabupaten Cirebon Nurhayati (foto : suara.com)

KAUR keuangan desa Citemu, Mundu kabupaten Cirebon Nurhayati (foto : suara.com)

1tulah.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon resmi mengeluarkan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKP2) yang menetapkan penghentian penuntutan perkara pidana atas nama tersangka Nurhayati.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyebutkan, surat tersebut resmi dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Cirebon dengan Nomor: PRINT-01/M.2.29/Ft.1/03/2022 tanggal 01 Maret 2022.

“SKP2 telah diserahkan oleh Kasi Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Suwanto kepada N binti RS yang didampingi penasehat hukum, Wasmin Janata pada pukul 22.00 WIB bertempat di kediaman N binti RS (Dusun II Gg Kongi RT002/002 Desa Citemu Kec. Mundu Kabupaten Cirebon),” kata Leonard, dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir Antara, Selasa (1/3/2022) malam.

Baca Juga :  Peduli Pers, Dandim 1013/Mtw Terima Penghargaan dari PWI

Penghentian kasus Nurhayati setelah penyidik Polresta Cirebon dan Kejari Cirebon melakukan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti).

Tahap II tersebut dilakukan karena perkara Nurhayati telah dinyatakan P-21.

Terkait barang bukti yang ada dalam perkara Nurhayanti, Panggabean mengatakan akan dipergunakan untuk tersangka Supriyadi, Kepala Desa Citemu, dengan register bukti No.RB-02/2022 dalam perkara tindak pidana korupsi pada APBDes Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Tahun Anggaran 2018, 2019 dan 2020.

Baca Juga :  Barito Timur Bangga! Atlet Pertina Raih 5 Medali di Selekda Prapopnas Pelajar Kalteng

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, menyatakan Polri dan Kejaksaan sepakat menghentikan kasus dugaan tindak pidana korupsi Kepala Urusan Keuangan Desa Citemu Nurhayati, dengan menerbitkan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKP2), Selasa malam.

Jadi terkait kasus Nurhayati malam ini juga selesai,” ujar dia, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa malam.

sumber : suara.com/antara

Berita Terkait

Nawawi Pomolango Ogah Maju Capim Lagi: Terlalu Banyak Masalah di KPK
APBD Barito Utara 2025: Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pj. Bupati Muhlis Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Argentina Raih Gelar Juara Copa America ke-16, Catat Sejarah Baru dan Era Emas Sepak Bola!
5 Tokoh Muda Bertemu Presiden Israel, PBNU Ambil Sikap
MA Umumkan 12 Orang Lolos Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor Tahap XXI
Mengenal Sudden Cardiac Arrest: Kondisi yang Merenggut Nyawa dr. Helmiyadi Kuswardhana di Usia 41 Tahun
Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!
Judi Online dan Offline di Kalteng: Ketua DPRD Minta Penanganan Serius!

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 20:46 WIB

Nawawi Pomolango Ogah Maju Capim Lagi: Terlalu Banyak Masalah di KPK

Senin, 15 Juli 2024 - 18:21 WIB

APBD Barito Utara 2025: Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pj. Bupati Muhlis Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 15 Juli 2024 - 13:44 WIB

Argentina Raih Gelar Juara Copa America ke-16, Catat Sejarah Baru dan Era Emas Sepak Bola!

Senin, 15 Juli 2024 - 13:21 WIB

MA Umumkan 12 Orang Lolos Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor Tahap XXI

Senin, 15 Juli 2024 - 06:46 WIB

Mengenal Sudden Cardiac Arrest: Kondisi yang Merenggut Nyawa dr. Helmiyadi Kuswardhana di Usia 41 Tahun

Senin, 15 Juli 2024 - 06:33 WIB

Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!

Senin, 15 Juli 2024 - 06:24 WIB

Judi Online dan Offline di Kalteng: Ketua DPRD Minta Penanganan Serius!

Senin, 15 Juli 2024 - 06:17 WIB

Spanyol Juara Euro 2024, Taklukkan Inggris 2-1!

Berita Terbaru