Angkut Kayu Ilegal Malam Hari, Warga Jelapat Diamankan Polsek Karau Kuala

- Jurnalis

Rabu, 9 Februari 2022 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti kayu olahan ilegal ini diamankan pihak Polsek Karau Kuala saat berpatroli di kawasan sungai. 
Foto. Alifansyah/1tulah.com

Barang bukti kayu olahan ilegal ini diamankan pihak Polsek Karau Kuala saat berpatroli di kawasan sungai. Foto. Alifansyah/1tulah.com

1tulah.com, BUNTOK –Jajaran Polsek Karau Kuala Kabupaten Barito Selatan berhasil mengamankan seorang pelaku pembalakan liar berinisal S (21). Warga Kelurahan Jelapat ini kedapatan petugas saat mengangkut kayu illegal pada malam hari, Senin (7/2/2022).

Sedikitnya 230 keping papan olahan jenis rimba campuran yang tidak dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu (SKSHHK) sebagai barang bukti.

Kapolsek Karau Kuala Ipda Mulianto melalui Kanitreskrim Bripka Fahrujianor mengatakan, selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga mengamankan satu orang laki-laki berinisial S (21) warga Kelurahan Jelapat.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Arah Jakarta: Kronologi, Korban, dan Dampak

“Betul, satu orang telah kita amankan berikut barang bukti berupa satu buah perahu  kelotok warna abu-abu bermesin merk Ninja 30 Pk dan kayu olahan papan jenis rimba campuran sebanyak 230 Keping,” ujarnya kepada 1tulah.com di Buntok, Rabu (9/2/2022).

Ia menjelaskan, penangkapan pelaku bermula saat personel Polsek Karau Kuala tengah melaksanakan patroli air rutin di seputaran DAS Barito, tepatnya di Teluk Ulak Perahu Desa Bintang Kurung.

“Kemudian kami menemukan kapal kelotok yang tengah mengangkut kayu di seputaran TKP yang telah kami sebutkan tadi selanjutnya mengamankan pelaku yang tertangkap tangan mengangkut, menguasai serta memiliki hasil hutan kayu ilegal yang tidak dilengkapi dokumen,” kata Fahrujianor.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Barito Utara Pamerkan Potensi Daerah di Apkasi Otonomi Expo 2024

Kepada pelaku, petugas menjeratnya dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b Jo Pasal 12 huruf e UU RI no 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar. (Alifansyah)

 

Berita Terkait

Prajurit TNI AL di Sorong Tewas Bunuh Diri, Lantamal XIV Lakukan Penyelidikan Mendalam
Final Euro 2024: Pertarungan Sengit Tiki-Taka Spanyol Melawan Kekuatan Fisik Inggris!
Barito Selatan Hadir di Rakernas APKASI ke-16, Promosikan Produk Unggulan dan Dukung Bangga Buatan Indonesia
Peduli Pers, Dandim 1013/Mtw Terima Penghargaan dari PWI
Pemkab Murung Raya Belajar ke Jember Masalah Tanaman Kopi dan Kakao
Hermon Ajak Elemen Masyarakat Sukseskan Pilkada
Indonesia Termasuk Negara Penyumbang Sampah Terbesar di Dunia, Setara 4.800 Candi Borobudur!
Kamal Haasan Kembali Beraksi di Indian 2! Simak Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:27 WIB

Prajurit TNI AL di Sorong Tewas Bunuh Diri, Lantamal XIV Lakukan Penyelidikan Mendalam

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:17 WIB

Final Euro 2024: Pertarungan Sengit Tiki-Taka Spanyol Melawan Kekuatan Fisik Inggris!

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:01 WIB

Barito Selatan Hadir di Rakernas APKASI ke-16, Promosikan Produk Unggulan dan Dukung Bangga Buatan Indonesia

Sabtu, 13 Juli 2024 - 16:23 WIB

Peduli Pers, Dandim 1013/Mtw Terima Penghargaan dari PWI

Sabtu, 13 Juli 2024 - 11:31 WIB

Pemkab Murung Raya Belajar ke Jember Masalah Tanaman Kopi dan Kakao

Sabtu, 13 Juli 2024 - 07:58 WIB

Indonesia Termasuk Negara Penyumbang Sampah Terbesar di Dunia, Setara 4.800 Candi Borobudur!

Sabtu, 13 Juli 2024 - 07:50 WIB

Kamal Haasan Kembali Beraksi di Indian 2! Simak Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Sabtu, 13 Juli 2024 - 07:39 WIB

Olimpiade Paris 2024: Momen Bersejarah Kesetaraan Gender Penuh Disambut Atlet Perempuan!

Berita Terbaru

Oplus_0

Berita

Peduli Pers, Dandim 1013/Mtw Terima Penghargaan dari PWI

Sabtu, 13 Jul 2024 - 16:23 WIB