Kafe Menjamur di Muara Teweh, Tapi Hanya Dua Berizinan Resmi

  • Bagikan
Foto : Pemilik Kafe Juragan Kopi H Apriadi Indriawan saat memperlihatkam perizinannya. Foto. Delia Anisya Fitri.1tulah.com.

1tulah.com, MUARA TEWEH– Kafe (tempat minum) di Kota Muara Teweh, Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah menjamur. Sayangnya disinyalir puluhan kafe tersebar di sejumlah titik di dalam Kota Muara Teweh tak memiliki izin.

Hal ini juga terungkap dalam rapat dinas intansi terkait lingkup pemerintah daerah setempat, terkait pengaduan warga keberadaan kafe mengganggu lingkungan sekitar, pada  Kamis (13/01) kemarin.

“Kalau yang disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) saat rapat kemarin dari banyak Kafe di Kota Muara Teweh hanya  dua yang memiliki izin,” ujar Fitriansyah,  Kabid Penertiban Umum di Kantor Satpol PP Barito Utara kepada 1tulah.com, Jumat (14/01) siang.

Dikatakannya, terkait pengaduan warga atas keberadaan kafe tak berizin, pihaknya belum bisa menertibkan. Pertama karena kendala hingga saat ini Perda ketertiban umum (tibum) belum ada. Jadi tak ada payung hukum.

“Hal bisa kami lakukan hanya sebatas mengingatkan warga dan pemilik kafe untuk mematuhi protokol kesehatan. Untuk hasil notulen rapat kemaren bisa ditanyakan ke bagian perkonomina Setda,” jelasnya.

Terpisah, Kepala bagian Perekonomian Ajirni, membenarkan kemarin ada pertemuan membahas adanya laporan warga tentang keberadaan Kafe dilingkungan mereka yang mengganggu kenyamanan.

Hasil dari notulen rapat itu disimpulkan antara lain :

  1. Adanya kewaspadaan dini dalam menanggapi dampak media sosial.
  2. Perlu pendataan perizinan dari kecamatan tentang perizinan kafe.
  3. Perlu adanya pembinaan, penertiban dan pembinaan oleh tim
  4. Perlu dibentuk tim penertiban, dari Dinas Disbudparpora dan Satpol PP terhadap kafe yang sudah beroperasi membatasi live musik.

Dari hasil rapat kemarin diketahui ada dua kafe yang telah memiliki izin, yaitu Kafe Juragan Kopi (Juko) di Jalan Akhmad Yani dan Kafe Janji Jiwa di jalan Pramuka.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Edy Ranan melalui Analisis Kebijakan Penetapan Perizinan, Siti Hadijah  membenarkan, jika dari 34 Kafe yang ada di Muara Teweh hanya ada dua mengurus izin.

“Terkait masalah ini akan ada rapat lanjutan,” ujarnya.

Sementara itu pemilik Kafe Juragan Kopi (Juko) H. Apriadi Indriawan mengaku, kafe miliknya sudah memiliki izin sejak April 2021.

“Urusan perizinannya kita melengkapi berbagai dokumen, seperti keetrangan sudah bayar pajak, kepesertaan BPJS, Akses dan juga ada rekomendasi dari Dinas Disbudparpora, termasuk melampirkan dokumen ijin persambitan dari tetangga,” kata Apriadi saat ditemui 1tulah.com di rumahnya, Jumat (14/01) pagi.

 

  • Bagikan

Respon (2)

  1. Entah sumbernya atau penulisnya yang salah, cafe saya juga sudah mengantongi izin bahkan sebelum cafe buka, semoga lain kali lebih teliti lagi agar cafe yang sudah memiliki izin tidak merasa dirugikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *